Sabtu, April 11, 2026

SHOLATNYA ORANG YANG TIDAK MAMPU MEMBACA SURAH AL-FATIHAH ATAU AL-QUR'AN SELURUHNYA


➡️ Penjelasan ringkas :

Bagi kebanyakan orang, membaca surah Al-Fatihah dan sekaligus menghafalnya dianggap sebagai perkara yang mudah. Entah itu bagi para pelajar dikalangan santri ataupun para pelajar lainnya, dan entah itu bagi kalangan orang-orang yang masih muda maupun kalangan orang-orang yang sudah tua. Namun timbul pertanyaan ketika ditemukan sebuah kasus dimana ada orang yang punya keterbatasan (ketidakmampuan) dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an (termasuk didalamnya adalah surah Al-Fatihah), lalu dia melakukan sholat. Sedangkan membaca surah Al-Fatihah itu termasuk salah satu dari rukun sholat. Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ulama telah membahasnya. Didalam kitab-kitab fiqih khususnya fiqih madzhab Syafi'i, disebutkan tiga opsi. Yakni opsi bagi orang yang ketika sholat tidak mampu membaca surah Al-Fatihah (termasuk membaca Al-Qur'an seluruhnya). Opsi tersebut terangkum urutannya sebagai berikut :

1. Orang yang tidak mampu membaca surah Al-Fatihah, entah (misalnya) karena tidak ada yang mengajari, atau ada yang mengajari namun lidahnya tetap kesulitan saat melafalkannya (lebih-lebih sulit saat menghafalnya), dan alasan-alasan lainnya, maka para ulama memberikan opsi pertama: Yaitu membaca surah lain selain daripada surah Al-Fatihah yang jumlah ayatnya itu sama dengan ayat-ayat yang ada pada surah Al-Fatihah (yakni 7 ayat).

2. Jika opsi pertama masih tidak mampu dilakukan (yakni membaca surah lain pun tetap tidak mampu), maka ada opsi kedua: Yaitu menggantinya dengan bacaan dzikir misalnya (tahlil, tahmid, takbir dan sebagainya) yang sekiranya dzikir tersebut dibaca maka jumlah hurufnya menyamai jumlah huruf yang ada dalam surah Al-Fatihah (yakni sebanyak 156 huruf atau lebih). Opsi kedua ini juga berlaku bagi orang yang tidak mampu membaca Al-Qur'an seluruhnya.

3. Jika opsi pertama dan kedua masih juga tidak mampu dilakukan, maka opsi terkahir: Yaitu cukup berdiri saja (tanpa membaca apapun) dengan kadar waktu yang cukup untuk membaca surah Al-Fatihah. Waktu ini bisa saja berbeda-beda tergantung orang yang membacanya, jadi boleh diperkirakan saja.

📚 Keterangan :

(فتح القريب : ص ٧٦)
ومن جهل الفاتحة وتعذرت عليه لعدم معلم مثلا وأحسن غيرها من القرآن، وجب عليه سبع آيات متوالية عوضا عن الفاتحة أو متفرقة فإن عجز عن القرآن أتى بذكر بدلا عنها بحيث لا ينقص عن حروفها، فإن لم يحسن قرآنا ولا ذكرا وقف قدر الفاتحة

(التبيان في آداب حملة القرآن : ص ١٢٩)
والعاجز عن الفاتحة في هذا كله يأتي ببدلها فيقرأ بقدرها من غيرها من القرآن، فان لم يحسن أتى بقدرها من الأذكار كالتسبيح والتهليل ونحوهما، فان لم يحسن شيئا وقف بقدر القراءة

(الأذكار : ص ١٠٧)
(فصل): فإن لم يحسن الفاتحة قرأ بقدرها من غيرها، فإن لم يحسن شيئا من القرآن أتى من الأذكار كالتسبيح والتهليل ونحوهما بقدر آيات الفاتحة، فإن لم يحسن شيئا من الأذكار وضاق الوقت عن التعلم وقف بقدر القراءة ثم يركع، وتجزئه صلاته إن لم يكن فرط في التعلم، فإن كان فرط في التعلم وجبت الإِعادة، وعلى كل تقدير متى تمكن من التعلم وجب عليه تعلم الفاتحة، أما إذا كان يحسن الفاتحة بالعجمية ولا يحسنها بالعربية لا يجوز له قراءتها بالعجمية بل هو عاجز، فيأتي بالبدل على ما ذكرناه

(الإقناع في حل ألفاظ أبي شجاع : ج ١ ص ١٣٤)
فإن عجز عن جميع الفاتحة لعدم معلم أَو مصحف أَو غير ذلك فسبع آيات عدد آياتها يأتي بها، ولو متفرِقة لا تنقص حروفها عن حروف الفاتحة

(فتح الرحمن بشرح زبد ابن رسلان : ص ٢٧٥)
ثم إن عجز عن الذكر بترجمة وغيرها وقف وجوبا قدر الفاتحة في ظنه، لأنه المقدور وهو مقصود ولا يترجم عنها بخلاف الذكر لفوات الإعجازء فيها

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...