๐ Pertanyaan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin tanya, bagaimana hukumnya puasa pati geni seperti yg dilakukan oleh sebagian org dmna dia berpuasa selama beberapa hari tanpa berbuka sama sekali siang dan malamnya, bahkan tanpa tidur sama sekali baik siang dan malamnya? Dan baru berbuka ketika puasa pati geninya dianggap selesai dgn kadar waktu yg telah di tentukan, misal 3 hari dan seterusnya?
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Yang dimaksud didalam pertanyaan adalah puasa wishol sebagaimana yang banyak disebutkan didalam kitab-kitab hadits dan juga kitab-kitab fiqih. Yaitu mulai berpuasa sejak terbit fajar, lalu ketika maghrib tiba tidak berbuka alias meneruskan puasa hingga esok hari selama berturut-turut, itupun tergantung jangka waktu yang telah ditentukan oleh si pengamal puasanya.
Dan biasanya, pengamal puasa yang semacam ini adalah orang-orang pengamal tirakat, kejawen dan sejenisnya. Jika bentuk puasanya adalah memang seperti itu yakni puasa wishol, maka pendapat yang shohih menyatakan makruh tahrim atau haram. Sebab ada larangan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan para ulama memahami kalau pelarangan tersebut sebagai bentuk pelarangan yang bersifat haram. Dan adapun menurut pendapat yang lain, hukum melakukan puasa wishol adalah sebatas makruh tanzih. Namun meski begitu, puasa dengan bentuk yang semacam ini sebaiknya tidak dilakukan supaya tidak membahayakan tubuh, apalagi sampai berhari-hari berpuasa siang dan malamnya tanpa tidur dan tanpa berbuka sama sekali.
๐ Keterangan :
ุญุฏุซูู ุฃุจู ุณูู
ุฉ ุจู ุนุจุฏ ุงูุฑุญู
ู ุฃู ุฃุจุง ูุฑูุฑุฉ ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุงู: ููู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุนู ุงููุตุงู ูู ุงูุตูู
“Telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bahwasanya Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang wishol didalam berpuasa”
๐ (HR. Muslim, no. 1103)
๐ Tambahan keterangan :
ููุงู ุงููุงุถู ุนูุงุถ: ุงููุตุงู ูู ู
ุชุงุจุนุฉ ุงูุตูู
ุฏูู ุงูุฅูุทุงุฑ ุจุงูููู
“Al-Imam Qodhi Iyadh rahimahullah berkata: Wishol adalah meneruskan untuk berpuasa tanpa berbuka saat malam (maghrib) tiba”
๐ (Al-Minhaj Syarah Shohih Muslim : 4/35)
๐ Tambahan keterangan :
ูุงู ุงูู
ุตูู ุฑุญู
ู ุงููู ุชุนุงูู ูููุฑู ุงููุตุงู ูู ุงูุตูู
ูู
ุง ุฑูู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ุฑุถู ุงููู ุนูู ุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุงู: {ุฅูุงูู
ูุงููุตุงู ูุงููุง: ุฅูู ุชูุงุตู ูุง ุฑุณูู ุงููู ูุงู: ุฅูู ูุณุช ูููุฆุชูู
ุฅูู ุฃุจูุช ุนูุฏ ุฑุจู ูุทุนู
ูู ููุณูููู} ููู ูู ูุฑุงูุฉ ุชุญุฑูู
ุฃู ูู ูุฑุงูุฉ ุชูุฒูู؟ ููู ูุฌูุงู: (ุฃุญุฏูู
ุง) ุฃูู ูุฑุงูุฉ ุชุญุฑูู
ูุฃู ุงูููู ููุชุถู ุงูุชุญุฑูู
. (ูุงูุซุงูู) ุฃูู ูุฑุงูุฉ ุชูุฒูู ูุฃูู ุฅูู
ุง ููู ุนูู ุญุชู ูุง ูุถุนู ุนู ุงูุตูู
ูุฐูู ุฃู
ุฑ ุบูุฑ ู
ุญูู ููู
ูุชุนูู ุจู ุฅุซู
، ูุฅู ูุงุตู ูู
ูุจุทู ุตูู
ู ูุฃู ุงูููู ูุง ูุฑุฌุน ุฅูู ุงูุตูู
ููุง ููุฌุจ ุจุทูุงูู
“Mushonnif (pengarang kitab) rahimahullah mengatakan: Dan dimakruhkan wishol didalam berpuasa berdasarkan riwayat yang bersumber dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Jauhilah (atau janganlah berpuasa) wishol. Para sahabat lalu bertanya: Apakah engkau berpuasa wishol wahai Rasulullah? Lalu beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Aku bermalam disisi robbku dalam keadaan dia memberiku makan dan minum. Apakah kemakruhannya itu bersifat makruh tahrim atau makruh tanzih? Disini ada dua pendapat ulama. Pendapat pertama menyatakan bahwa puasa wishol hukumnya makruh tahrim, karena larangan nabi yang ada dalam hadits menunjukan larangan keharaman. Dan pendapat kedua menyatakan bahwa puasa wishol hukumnya makruh tanzih, karena larangan nabi yang ada dalam hadits itu supaya badan tidak merasa lemah, maka larangannya tidak berkaitan dengan dosa. Oleh karena itu jika seseorang melakukan puasa wishol, maka tidak batal puasanya. Karena larangannya dikembalikan kepada masalah puasanya”
๐ (Majmu' Syarah Muhadzdzab : 6/400)
๐ Tambahan keterangan :
(ูุฑุน) ุงุชููุช ูุตูุต ุงูุดุงูุนู ูุงูุฃุตุญุงุจ ุนูู ุฃู ุงููุตุงู ู
ู ุฎุตุงุฆุต ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููู ู
ูุฑูู ูู ุญููุง ุฅู
ุง ูุฑุงูุฉ ุชุญุฑูู
ุนูู ุงูุตุญูุญ ูุฅู
ุง ุชูุฒูู ูู
ุจุงุญ ูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุฐุง ูุงูู ุงูุดุงูุนู ูุงูุฌู
ููุฑ
“(Cabang), Telah ditetapkan dalam nashnya imam Syafi'i dan para Ashab Syafi'i bahwasanya puasa wishol itu merupakan kekhususan yang diperuntukkan bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saja. Maka dari itu puasa wishol hukumnya makruh bagi kita, dan makruhnya adalah makruh tahrim berdasarkan pendapat yang shohih. Dan wishol didalam berpuasa adalah mubah bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang dikatakan oleh imam Syafi'i rahimahullah dan juga jumhur ulama”
๐ (Majmu' Syarah Muhadzdzab : 6/400)
๐ Tambahan keterangan :
ูุงู ุฃุตุญุงุจูุง: ูุญูููุฉ ุงููุตุงู ุงูู
ููู ุนูู ุฃูู ูุตูู
ููู
ูู ูุตุงุนุฏุง ููุง ูุชูุงูู ูู ุงูููู ุดูุฆุง ูุง ู
ุงุก ููุง ู
ุฃูููุง
“Para Ashab Syafi'i menyatakan bahwa hakikat puasa wishol yang dilarang adalah ketika seseorang berpuasa selama dua hari atau lebih dan pada malam harinya dia tidak makan sedikit pun baik minuman ataupun makanan”
๐ (Majmu' Syarah Muhadzdzab : 6/400)
๐ Tambahan keterangan :
ูู
ููุง ุงู ู
ุนุงุตู ุงูุจุฏู ุงููุตุงู ูู ุงูุตูู
ููู ูููุง ููููู ุนูู ููุณุฑู ูู ุงูู
ุฌู
ูุน ูููุง ุนู ุงูุฌู
ููุฑ ุจุงู ูุตูู
ููู
ูู ูุงูุซุฑ ู
ู ุบูุฑ ุชูุงูู ู
ุทุนูู
ุนู
ุฏุง ุจูุงุนุฐุฑ
"Dan diantaranya, yakni yang tergolong ke dalam maksiat tubuh adalah wishol didalam berpuasa meskipun untuk puasa sunnah, karena terdapat larangan pada bentuk puasa yang semacam ini. Dan (imam Nawawi) menjelaskan didalam kitab Majmu' Syarah Muhadzdzab yang bersumber dari keterangannya jumhur ulama bahwa puasa wishol adalah puasa selama dua hari bahkan lebih banyak dari itu tanpa makan sama sekali secara disengaja dan tanpa uzur”
๐ (Is'adur Rafiq Syarah Sullam Taufiq : 2/140)
๐ Tambahan keterangan :
ุฃู
ุง ุญูู
ุงููุตุงู ููู ู
ูุฑูู ุจูุง ุฎูุงู ุนูุฏูุง، ููู ูู ูุฑุงูุฉ ุชุญุฑูู
ุฃู
ุชูุฒูู؟ ููู ุงููุฌูุงู ุงููุฐุงู ุฐูุฑูู
ุง ุงูู
ุตูู ููู
ุง ู
ุดููุฑุงู ูุฏููููู
ุง ูู ุงููุชุงุจ، ุฃุตุญูู
ุง ุนูุฏ ุฃุตุญุงุจูุง ููู ุธุงูุฑ ูุต ุงูุดุงูุนู ูุฑุงูุฉ ุชุญุฑูู
، ูุฃู ุงูุดุงูุนู ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุงู ูู ุงูู
ุฎุชุตุฑ: ูุฑู ุงููู ุชุนุงูู ุจูู ุฑุณููู ูุจูู ุฎููู ูู ุฃู
ูุฑ ุฃุจุงุญูุง ูู ูุญุธุฑูุง ุนูููู
ูุฐูุฑ ู
ููุง ุงููุตุงู
“Adapun hukum wishol didalam berpuasa adalah makruh tanpa ada perbedaan pendapat dikalangan kami (madzhab Syafi'i). Namun apakah kemakruhannya itu bersifat makruh tahrim ataukah makruh tanzih? Maka disini ada dua pendapat yang masyhur sebagaimana yang disebutkan oleh mushonnif (pengarang kitab), dan dalil keduanya terdapat didalam kitab. Pendapat yang shohih dikalangan para ulama madzhab kami adalah makruh tahrim, dan itu merupakan dzohir nashnya imam Syafi'i. Imam Syafi'i radhiyallahu 'anhu didalam kitab Al-Mukhtashor menyatakan: Allah Ta'ala telah membedakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan umatnya dalam beberapa perkara yang dibolehkan untuk beliau tapi dilarang untuk umatnya, dan imam Syafi'i menyebutkan salah satunya adalah wishol didalam berpuasa”
๐ (Majmu' Syarah Muhadzdzab : 6/400)
๐ Tambahan keterangan :
(ูุฑุน) ูุงู ุฃุตุญุงุจูุง: ุงูุญูู
ุฉ ูู ุงูููู ุนู ุงููุตุงู ูุฆูุง ูุถุนู ุนู ุงูุตูุงู
ูุงูุตูุงุฉ ูุณุงุฆุฑ ุงูุทุงุนุงุช، ุฃู ูู
ููุง ููุณุฃู
ู
ููุง ูุถุนูู ุจุงููุตุงู، ุฃู ูุชุถุฑุฑ ุจุฏูู ุฃู ุจุนุถ ุญูุงุณู ูุบูุฑ ุฐูู ู
ู ุฃููุงุน ุงูุถุฑุฑ
“(Cabang), Para ulama madzhab Syafi'i menyatakan bahwa hikmah dilarangnya wishol didalam berpuasa adalah untuk menghindari lemahnya tubuh saat melakukan puasa, sholat dan berbagai jenis ketaatan lainnya. Atau untuk menghindari letihnya tubuh disebabkan wishol berpuasa, atau untuk menghindari madhorot pada tubuh maupun sebagian tubuhnya, dan juga untuk menghindari dari berbagai jenis madhorot lainnya”
๐ (Majmu' Syarah Muhadzdzab : 6/400)
ูุงููู ุฃุนูู
ุจุงูุตูุงุจ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar