Minggu, Mei 19, 2024

TANYA JAWAB - SIAPAKAH YANG DIMAKSUD AHLUL BAIT?


๐Ÿ”„ Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr wb.

Sebelum adanya polemik nasab yg terjadi di negeri Indonesia ini, dlu bnyk sekali kalangan yg mengaku sebagai keturunan nabi bahkan mengaku sebagai ahli bait, terutama di media sosial kita akan bnyk menemukan narasi-narasi seperti itu. Sehingga dri pengakuan itu muncul asumsi bahwa ahli bait sudah di jamin surga yg mana hal ini menimbulkan bnyk kontroversi di kalangan masyarakat. Diantara mereka ada yg membela habis-habisan, tapi tak sedikit jg yg menolak. 

Yg mau ditanyakan, sebenarnya yg tergolong ahli bait itu siapa? Apakah kalangan yg mengaku sebagai ahli bait itu bsa dipercaya, yg mengaku-ngaku ‘kami ahli bait’ di jamin surga. Mohon penjelasannya๐Ÿ™๐Ÿ™

➡️ Jawaban :

Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.

Berbicara konteks mengenai Ahlul Bait yang ada didalam Al-Qur'an, maka ada perbedaan pendapat didalamnya. Kalau menurut para sahabat seperti Ikrimah dan Ibnu Abbas, Ahlul Bait itu hanya dikhususkan untuk istri-istri nabi. Sedangkan menurut pandangan jumhur ulama, Ahlul Bait yang dimaksud didalam Al-Qur'an adalah khusus untuk Ahlul Kisa yakni lima orang yang diantaranya adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husen.

Jadi tidak ada lagi yang namanya Ahlul Bait pada hari ini, yakni Ahlul Bait yang dimaksud didalam Al-Qur'an yang sudah dijamin surga. Sehingga tidak benar jika hari ini ada orang yang mengaku-ngaku sebagai Ahlul Bait dan sudah dijamin surga, itu namanya mendeportasi ayat Al-Qur'an sehingga keluar dari makna yang sebenarnya. Maka saya katakan, yang ada pada hari ini hanyalah dzuriyah, bukan Ahlul Bait. Dan dzuriyah itu tidak dijamin surga. Adapun kalau misalnya ada orang yang menyatakan bahwa dzuriyah nabi pada hari ini pun tetap dianggap sebagai Ahlul Bait, maka kemungkinan itu adalah Ahlul Bait dalam bab ketidak bolehan menerima zakat, bukan Ahlul Bait yang dimaksud didalam Al-Qur'an. Yakni yang sudah dijamin surga (disucikan dosanya sesuci-sucinya).

๐Ÿ“š Keterangan :

ูˆุงุฎุชู„ู ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช، ู…ู† ู‡ู…؟ ูู‚ุงู„ ุนูƒุฑู…ุฉ ูˆู…ู‚ุงุชู„ ูˆุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง: ู‡ู… ุฒูˆุฌุงุชู‡ ุฎุงุตุฉ ู„ุง ุฑุฌู„ ู…ุนู‡ู† ุฑุฌู„، ูˆุฐู‡ุจูˆุง ุฅู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุจูŠุช ุฃุฑูŠุฏ ุจู‡ ู…ุณุงูƒู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูˆู‚ุงู„ุช ูุฑู‚ุฉ (ู‡ูŠ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ): ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช ุนู„ูŠ ูˆูุงุทู…ุฉ ูˆุงู„ุญุณู† ูˆุงู„ุญุณูŠู† ุฑุถูˆุงู† ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ู…، ูˆููŠ ู‡ุฐุง ุฃุญุงุฏูŠุซ ู†ุจูˆูŠุฉ، ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุณุนูŠุฏ ุงู„ุฎุฏุฑูŠ: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ู†ุฒู„ุช ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ ููŠ ุฎู…ุณุฉ: ููŠ ูˆููŠ ุนู„ูŠ ูˆูุงุทู…ุฉ ูˆุงู„ุญุณู† ูˆุงู„ุญุณูŠู†

“Manusia berbeda pendapat mengenai Ahlul Bait, siapakah mereka? Kalau menurut pendapat Ikrimah, Muqotil dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Ahlul Bait adalah khusus istri-istri nabi, dan tidak ada seorang pun laki-laki bersama mereka. Dan mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan bait (atau rumah) adalah rumah-rumah nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Namun sekelompok orang berkata, yakni jumhur ulama: Ahlul Bait adalah Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husen radhiyallahu 'anhum. Dan ada hadits mengenai hal ini yang bersumber dari Abu Sa'id Al-Khudri dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Ayat mengenai ahlul bait ini turun untuk lima orang yang diantaranya adalah aku (Rasulullah), Ali, Fatimah, Hasan dan Husen” 

๐Ÿ“• (Tafsir Ibnu Athiyyah jilid 7, hlm. 117)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ุฃุฎุฑุฌ ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู… ูˆุงุจู† ุนุณุงูƒุฑ ู…ู† ุทุฑูŠู‚ ุนูƒุฑู…ุฉ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡: ุฅู†ู…ุง ูŠุฑูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ูƒู… ุงู„ุฑุฌุณ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช ู‚ุงู„: ู†ุฒู„ุช ููŠ ู†ุณุงุก ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฎุงุตุฉ

“Al-Imam Ibnu Abi Hatim dan Al-Imam Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas terkait firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Sesungguhnya Allah hendak mensucikan kalian dari Ar-Rijs (dosa) wahai Ahlul Bait. Ayat ini turun khusus untuk istri-istri nabi shallallahu 'alaihi wasallam” 

๐Ÿ“• (Ad-Durul Mantsur jilid 12, hlm. 37)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ูˆุฃุฎุฑุฌ ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ูˆุงุจู† ู…ุฑุฏูˆูŠู‡ ุนู† ุนูƒุฑู…ุฉ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡: ุฅู†ู…ุง ูŠุฑูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ูƒู… ุงู„ุฑุฌุณ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช ู‚ุงู„: ู„ูŠุณ ุจุงู„ุฐูŠ ุชุฐู‡ุจูˆู† ุฅู„ูŠู‡، ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ู†ุณุงุก ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…

“Al-Imam Ibnu Jarir dan Al-Imam Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ikrimah terkait firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Sesungguhnya Allah hendak mensucikan kalian dari Ar-Rijs (dosa) wahai Ahlul Bait. (Ahlu Bait) itu adalah mereka istri-istri nabi shallallahu 'alaihi wasallam”

๐Ÿ“• (Ad-Durul Mantsur jilid 12, hlm. 37)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ูˆู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: (ุฅู†ู…ุง ูŠุฑูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ูƒู… ุงู„ุฑุฌุณ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช ูˆูŠุทู‡ุฑูƒู… ุชุทู‡ูŠุฑุง) ูˆู‡ุฐุง ู†ุต ููŠ ุฏุฎูˆู„ ุฃุฒูˆุงุฌ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช ู‡ู‡ู†ุง ู„ุฃู†ู‡ู† ุณุจุจ ู†ุฒูˆู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ، ูˆุณุจุจ ุงู„ู†ุฒูˆู„ ุฏุงุฎู„ ููŠู‡ ู‚ูˆู„ุง ูˆุงุญุฏุง ุฅู…ุง ูˆุญุฏู‡ ุนู„ู‰ ู‚ูˆู„ ุฃูˆ ู…ุน ุบูŠุฑู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญ

“Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Sesungguhnya Allah hendak mensucikan kalian dari Ar-Rijs (dosa) wahai Ahlul Bait dan mensucikannya dengan sesuci-sucinya. Ayat ini merupakan dalil bahwa istri-istri nabi shallallahu 'alaihi wasallam itu masuk dalam kategori Ahlul Bait, karena merekalah yang melatarbelakangi penyebab turunnya ayat ini. Dan sebab turunnya ayat merupakan bagian dari (makna ayatnya itu sendiri) dengan kesepakatan para ulama (qoulan wahidan) entah sebab turunnya hanya satu (makna) atau bersamaan dengan yang lainnya berdasarkan pendapat yang shohih” 

๐Ÿ“• (Tafsir Ibnu Katsir jilid 3, hlm. 491)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ูˆู‡ูƒุฐุง ุฑูˆู‰ ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู… ู‚ุงู„ ุญุฏุซู†ุง ุนู„ูŠ ุจู† ุญุฑุจ ุงู„ู…ูˆุตู„ูŠ ุญุฏุซู†ุง ุฒูŠุฏ ุจู† ุงู„ุญุจุงุจ ุญุฏุซู†ุง ุญุณูŠู† ุจู† ูˆุงู‚ุฏ ุนู† ูŠุฒูŠุฏ ุงู„ู†ุญูˆูŠ ุนู† ุนูƒุฑู…ุฉ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: (ุฅู†ู…ุง ูŠุฑูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ูƒู… ุงู„ุฑุฌุณ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช) ู‚ุงู„ ู†ุฒู„ุช ููŠ ู†ุณุงุก ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฎุงุตุฉ، ูˆู‚ุงู„ ุนูƒุฑู…ุฉ ู…ู† ุดุงุก ุจุงู‡ู„ุชู‡ ุฅู†ู‡ุง ู†ุฒู„ุช ููŠ ุดุฃู† ู†ุณุงุก ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูุฅู† ูƒุงู† ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃู†ู‡ู† ูƒู† ุณุจุจ ุงู„ู†ุฒูˆู„ ุฏูˆู† ุบูŠุฑู‡ู† ูุตุญูŠุญ ูˆุฅู† ุฃุฑูŠุฏ ุฃู†ู‡ู† ุงู„ู…ุฑุงุฏ ูู‚ุท ุฏูˆู† ุบูŠุฑู‡ู† ูููŠ ู‡ุฐุง ู†ุธุฑ ูุฅู†ู‡ ู‚ุฏ ูˆุฑุฏุช ุฃุญุงุฏูŠุซ ุชุฏู„ ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃุนู… ู…ู† ุฐู„ูƒ

“Demikian halnya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, beliau mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Harb Al-Mausuli, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Habbab, telah menceritakan kepada kami Husen bin Waqid, dari Yazid An-Nahwi, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkenan dengan ayat: Sesungguhnya Allah hendak mensucikan kalian dari Ar-Rijs (dosa) wahai Ahlul Bait dan mensucikannya dengan sesuci-sucinya. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma mengatakan: Ayat ini turun khusus untuk istri-istri nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ikrimah berkata: Sesungguhnya ayat ini diturunkan untuk istri-istri nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka jika makna yang dimaksud bahwa istri-istri nabilah yang melatarbelakangi penyebab turunnya ayat ini dan bukan yang lainnya, maka itu benar. Tapi jika makna yang dimaksud itu hanya berkenaan dengan diri mereka dan bukan yang lainnya, maka pendapat ini masih perlu diteliti terlebih dahulu. Sebab banyak hadits yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dari ayat ini lebih umum daripada itu” 

๐Ÿ“• (Tafsir Ibnu Katsir jilid 3, hlm. 492)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ุนู† ุฃู… ุณู„ู…ุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุฃู†ู‡ุง ู‚ุงู„ุช: ููŠ ุจูŠุชูŠ ู†ุฒู„ุช ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ ุฅู†ู…ุง ูŠุฑูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ูƒู… ุงู„ุฑุฌุณ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช، ู‚ุงู„ุช: ูุฃุฑุณู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุฅู„ู‰ ุนู„ูŠ ูˆ ูุงุทู…ุฉ ูˆ ุงู„ุญุณู† ูˆ ุงู„ุญุณูŠู† ุฑุถูˆุงู† ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ู… ุฃุฌู…ุนูŠู† ูู‚ุงู„ : ุงู„ู„ู‡ู… ู‡ุคู„ุงุก ุฃู‡ู„ ุจูŠุชูŠ ู‚ุงู„ุช ุฃู… ุณู„ู…ุฉ: ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ุง ุฃู†ุง ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช؟ ู‚ุงู„: ุฅู†ูƒ ุฃู‡ู„ูŠ ุฎูŠุฑ ูˆ ู‡ุคู„ุงุก ุฃู‡ู„ ุจูŠุชูŠ ุงู„ู„ู‡ู… ุฃู‡ู„ูŠ ุฃุญู‚

“Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha beliau berkata: Dirumahku turun ayat ‘sesungguhnya Allah hendak mensucikan kalian dari Ar-Rijs (dosa) wahai Ahlul Bait’. Maka rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil Ali, Fatimah, Hasan dan Husen radhiyallahu 'anhum ajma'in seraya berkata: Yaa Allah, mereka adalah Ahlul Baitku. Ummu Salamah bertanya: Wahai rasulullah, apakah aku termasuk Ahlul Bait? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menjawab: Engkau adalah keluargaku yang baik dan mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah Ahlul Baitku. Yaa Allah keluargaku yang haq” 

๐Ÿ“• (HR. Al-Hakim, no. 3558)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ุฅู† ูุงุทู…ุฉ ุจู†ุช ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃุญุตู†ุช ููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุญุตู†ุช ุจุบูŠุฑ ุฃู„ู ูุฑุฌู‡ุง ุตุงู†ุชู‡ ุนู† ูƒู„ ู…ุญุฑู… ู…ู† ุฒู†ุง ูˆุณุญุงู‚ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ูุญุฑู…ู‡ุง ุฃูŠ ุจุณุจุจ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฅุญุตุงู† ุญุฑู…ู‡ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฐุฑูŠุชู‡ุง ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุฑ ุฃูŠ ุญุฑู… ุฏุฎูˆู„ ุงู„ู†ุงุฑ ุนู„ูŠู‡ู… ูุฃู…ุง ู‡ูŠ ูˆุงุจู†ุงู‡ุง ูุงู„ู…ุฑุงุฏ ููŠ ุญู‚ู‡ู… ุงู„ุชุญุฑูŠู… ุงู„ู…ุทู„ู‚ ูˆุฃู…ุง ู…ู† ุนุฏุงู‡ู… ูุงู„ู…ุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ู… ู†ุงุฑ ุงู„ุฎู„ูˆุฏ ูˆุฃู…ุง ุงู„ุฏุฎูˆู„ ูู„ุง ู…ุงู†ุน ู…ู† ูˆู‚ูˆุนู‡ ู„ู„ุจุนุถ ู„ู„ุชุทู‡ูŠุฑ ู‡ูƒุฐุง ูุงูู‡ู…

“Sesungguhnya Fatimah binti nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah menjaga kehormatannya. Dan kalimat telah menjaga kehormatannya yang dalam riwayat lain memakai kalimat hasonat tanpa huruf alif, itu menunjukan bahwa Fatimah telah menjaga dirinya dari perbuatan yang diharamkan seperti zina, masturbasi dan yang semisalnya. Oleh karena itulah Allah mengharamkan Fatimah dan keturunannya masuk ke dalam neraka. Jadi, bagi Fatimah dan kedua putranya (yakni Hasan dan Husen) maka mereka tidak akan masuk neraka sama sekali. Adapun bagi keturunan Rasulullah selain daripada mereka bertiga (generasi setelah Hasan dan Husen) itu masih ada kemungkinan untuk masuk neraka tapi tidak selama-lamanya, sedangkan mereka yang masuk neraka hal itu semata-mata hanya untuk mensucikan dosa-dosa mereka. Maka fahamilah hal ini” 

๐Ÿ“• (Faidhul Qodir jilid 2, hlm. 462)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ูู‚ู„ุช: ุฃู†ุง ุทุงูˆูˆุณ ูŠุง ุจู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ุง ู‡ุฐุง ุงู„ุฌุฒุน ูˆุงู„ูุฒุน؟.. ุฃุจูˆูƒ ุงู„ุญุณูŠู† ุจู† ุนู„ูŠ، ูˆุฃู…ูƒ ูุงุทู…ุฉ ุงู„ุฒู‡ุฑุงุก، ูˆุฌุฏูƒ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡. ู‚ุงู„: ูุงู„ุชูุช ุฅู„ูŠ ูˆู‚ุงู„: ู‡ูŠู‡ุงุช ู‡ูŠู‡ุงุช ูŠุง ุทุงูˆูˆุณ، ุฏุน ุนู†ูŠ ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ูˆุฃู…ูŠ ูˆุฌุฏูŠ، ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ุฎู„ู‚ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ู…ู† ุฃุทุงุนู‡ ูˆู„ูˆูƒุงู† ุนุจุฏุง ุญุจุดูŠุง، ูˆุฎู„ู‚ ุงู„ู†ุงุฑ ู„ู…ู† ุนุตุงู‡ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ูˆู„ุฏุง ู‚ุฑุดูŠุง، ุฃู…ุง ุณู…ุนุช ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: (ูุฅุฐุง ู†ูุฎ ููŠ ุงู„ุตูˆุฑ ูู„ุง ุฃู†ุณุงุจ ุจูŠู†ู‡ู… ูŠูˆู…ุฆุฐ ูˆู„ุง ูŠุชุณุงุกู„ูˆู†)، ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ุง ูŠู†ูุนูƒ ุบุฏุง ุฅู„ุง ุชู‚ุฏู…ุฉ ุชู‚ุฏู…ู‡ุง ู…ู† ุนู…ู„ ุตุงู„ุญ

“(Thowus berkata kepada imam Ali Zainal Abidin): Wahai anak keturunan Rasulullah, aku Thowus. Apakah gerangan yang membuatmu gelisah dan cemas? Padahal ayahmu adalah Husen bin Ali, ibumu adalah Fathimah Az-Zahro dan kakekmu adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian beliau (imam Ali Zainal Abidin) menoleh kepadaku seraya berkata: Wahai thowus, janganlah bawa-bawa ayahku, ibuku dan juga kakekku. Sesungguhnya Allah menciptakan surga bagi orang yang mentaatinya meskipun dia adalah seorang budak dari habasyah, dan sesungguhnya Allah menciptakan neraka bagi orang yang memaksiatinya meskipun dia adalah anak keturunan Quraisy (yang mulia). Tidakkah engkau mendengar firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Apabila sangkakala ditiup (hari kiamat telah tiba), maka tidak ada lagi pertalian nasab diantara mereka pada hari itu (maksudnya nasab tidak bisa menolong), dan tidak pula mereka saling bertanya. Demi Allah, tidak akan memberimu manfaat pada (hari kemudian wahai thowus), kecuali apa yang engkau perbuat (pada hari ini) berupa amal sholeh”

๐Ÿ“• (Mizanul Hikmah jilid 4, no. 3257)

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...