Selasa, Mei 21, 2024

TANYA JAWAB - HUKUMAN UNTUK TUKANG SANTET ATAU SIHIR


🔄 Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr wb.
Mau tanya tentang mslh santet, tenung atau yg sejenisnya. Kira-kira ada tdk hukum pidana yg berlaku utk org yg melakukan santet? Dan jg bagaimana syariah islam menghukumi pelaku santet tersebut? 🙏🙏

➡️ Jawaban :

Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.

Terkait hukum pidana mengenai persoalan santet atau yang biasa kita kenal dalam istilah fiqih dengan sihir, saya tidak mengetahui hukuman yang berlaku bagi orang yang melakukannya. Namun jika ditinjau dari hukum syariat islam, pelaku santet atau sihir itu harus dibunuh secara mutlak entah santet atau sihirnya sampai mengakibatkan kematian atau tidak, sebab santet atau sihir adalah termasuk perbuatan kufur, dan ini merupakan pendapat sebagian ulama diluar madzhab Syafi'i. Sedangkan didalam madzhab Syafi'i, pelaku santet atau sihir baru diberlakukan hukuman untuk dibunuh jika pelakunya mengakui kalau dirinya sudah membunuh orang dengan cara menyantet atau menyihir. Juga baru diberlakukan hukuman untuk dibunuh jika pelakunya meyakini bahwa santet atau sihir itu bukanlah perbuatan yang dilarang oleh syariat. Sedangkan jika tidak sampai membunuh dan berkeyakinan bahwa sihir itu dibolehkan, maka pelakunya hanya sebatas dihukum qishosh (dihukum dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya), bukan dibunuh.

📚 Keterangan :

واختلف الفقهاء في حكم الساحر المسلم والذمي، فذهب مالك إلى أن المسلم إذا سحر بنفسه بكلام يكون كفرا يقتل ولا يستتاب ولا تقبل توبته، لأنه أمر يستسر به كالزنديق والزاني، ولأن الله تعالى سمى السحر كفرا بقوله: وما يعلمان من أحد حتى يقولا إنما نحن فتنة فلا تكفر، وهو قول أحمد بن حنبل وأبي ثور وإسحاق والشافعي وأبي حنيفة. وروي قتل الساحر عن عمر وعثمان وابن عمر وحفصة وأبي موسى وقيس بن سعد وعن سبعة من التابعين، وروي عن النبي صلى الله عليه وسلم: حد الساحر ضربه بالسيف

“Para fuqoha berbeda pendapat mengenai hukuman bagi tukang sihir muslim dan kafir dzimmi. Al-Imam Malik rahimahullah berpendapat bahwa seorang muslim jika melakukan sihir dengan suatu ucapan yang dapat menjadikannya kufur, maka dia harus dibunuh tanpa harus diminta untuk bertaubat, dan lagi pula taubatnya tidak akan diterima karena hal itu merupakan perbuatan yang dilakukan dengan keinginannya (yaitu dengan senang hati) seperti orang zindiq atau tukang zina. Allah Ta'ala telah menyebut sihir itu sebagai bentuk kekufuran berdasarkan firmannya: Sedangkan keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), maka dari itu janganlah kamu kafir’. Yang demikian itu merupakan pendapatnya imam Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Ishaq, imam Syafi'i dan imam Abu Hanifah radhiyallahu 'anhum ajma'in. Dan riwayat mengenai (harus dibunuhnya) tukang sihir adalah merupakan pendapat yang bersumber dari sayyidina Umar, Utsman, Ibnu Umar, Hafshoh, Abu Musa, Qois bin Sa'ad, dan juga tujuh tokoh (ulama) dari kalangan tabi'in. Dan juga riwayat hadits dari nabi shallallahu 'alaihi wasallam: Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal (kepalanya) dengan pedang” 

📕 (Jami' Li Ahkamil Qur'an jilid 2, hlm. 48)

📚 Tambahan keterangan :

قال ابن المنذر: وإذا أقر الرجل أنه سحر بكلام يكون كفرا وجب قتله إن لم يتب، وكذلك لو ثبتت به عليه بينة ووصفت البينة كلاما يكون كفرا. وإن كان الكلام الذي ذكر أنه سحر به ليس بكفر لم يجز قتله، فإن كان أحدث في المسحور جناية توجب القصاص اقتص منه إن كان عمد ذلك

“Al-Imam Ibnul Mundzir rahimahullah menyatakan: Jika ada orang yang mengaku bahwa dia telah melakukan sihir dengan ucapan yang mengakibatkan kekufuran, maka wajib dibunuh jika dia tidak mau bertaubat. Demikian halnya jika dia terbukti melakukannya dan ada bukti yang menyatakan (bahwa) ucapan tersebut sebagai bentuk kekufuran. Namun jika ucapan yang dia ucapkan tidak termasuk bentuk kekufuran, maka dia tidak boleh dibunuh. Dan jika hal itu merupakan bentuk kejahatan kepada orang yang disihir (yang sampai menimbulkan madhorot), maka dia wajib diqishosh jika dia melakukannya secara sengaja”

📕 (Jami' Li Ahkamil Qur'an jilid 2, hlm. 48)

📚 Tambahan keterangan :

وعند مالك أن حكم الساحر حكم الزنديق فلا تقبل توبته ويقتل حدا إذا ثبت عليه ذلك، وبه قال أحمد. وقال الشافعي: لا يقتل إلا إن اعترف بسحره فيقتل به

“Menurut imam Malik, hukuman untuk tukang sihir itu sama seperti halnya hukuman yang berlaku untuk orang zindiq dimana taubatnya tidak akan diterima. Dan dia harus dibunuh sebagai bentuk hukuman baginya jika hal itu terbukti, pendapat ini juga dinyatakan oleh imam Ahmad. Al-Imam Syafi'i menyatakan: Tukang sihir tidak boleh dibunuh kecuali jika dia memberikan pengakuan bahwa dirinya telah membunuh orang lain dengan sihirnya sehingga dia pun harus dibunuh disebabkan perbuatannya itu” 

📕 (Fathul Bari jilid 10, hlm. 247)

📚 Tambahan keterangan :

فأما القسم الأول في حكم الساحر فقد اختلف فيه الفقهاء، فذهب أبو حنيفة ومالك إلى أنه كافر يجب قتله. ومذهب الشافعي أنه لا يكفر بالسحر ولا يجب به قتله ويسأل عنه فإن اعترف معه بما يوجب كفره وإباحة دمه كان كافرا بمعتقده لا بسحره وكذلك لو اعتقد إباحة السحر صار كافرا باعتقاد إباحته لا بفعله

“Adapun bagian yang pertama mengenai hukuman bagi tukang sihir, maka para fuqoha berbeda pendapat. Pendapat imam Abu Hanifah dan imam Malik bahwa tukang sihir itu dihukumi kafir serta wajib dibunuh. Sedangkan imam Syafi'i berpendapat bahwa tukang sihir tidak dihukumi kafir dan tidak wajib dibunuh. Dan tukang sihir harus ditanya, jika dia memberi pengakuan dengan sesuatu yang mengindikasikan kekafirannya dan kebolehannya untuk dibunuh, maka dia kafir karena keyakinannya, bukan karena sihirnya. Sebagaimana jika dia berkeyakinan bahwa melakukan sihir itu boleh, maka dia jelas kafir karena meyakini bolehnya sihir, bukan karena perbuatan sihirnya” 

📕 (Al-Hawi Al-Kabir jilid 13, hlm. 97)

📚 Tambahan keterangan :

(فصل) وحد الساحر القتل روي ذلك عن عمر وعثمان بن عفان وابن عمر وحفصة وجندب بن عبد الله وجندب بن كعب وقيس بن سعد وعمر بن عبد العزيز وهو قول أبي حنيفة ومالك، ولم ير الشافعي عليه القتل بمجرد السحر وهو قول ابن المنذر

“(Pasal). Hukuman yang berlaku untuk tukang sihir adalah dibunuh, hal itu berdasarkan riwayat yang bersumber dari sayyidina Umar, Utsman bin Affan, Ibnu Umar, Hafshoh, Jundub bin Abdillah, Jundub bin Ka'ab, Qais bin Sa'ad dan Umar bin Abdul Aziz. Dan itu juga merupakan pendapatnya imam Abu Hanifah serta imam Malik, berbeda dengan imam Syafi'i dimana beliau berpendapat bahwa tukang sihir tidak dibunuh hanya karena sihirnya, dan ini juga merupakan pendapatnya imam Ibnul Mundzir” 

📕 (Al-Mughni jilid 9, hlm. 36)

والله اعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...