📚 Keterangan :
(القصاص والمذكرين : ص ٣٦٨)
ولا ينبغي للواعظ أن يتكلم في الأصول إلا أن يقول: القرآن كلام الله غير مخلوق، وأخبار الصفات تمر كما جاءت، ومهما خطر على البال من صفات الحق عز وجل أنه كذلك فهو بخلافه لأنه ليس كمثله شيء، وإن أقواما قل علمهم بالتفسير والحديث والمواعظ، فزوقوا مجالسهم بما يوجب العصبية من ذكر الصوت والحرف والتلاوة والمتلو والاستواء والنزول، ومعلوم أن العلماء يعجزون عن تحقيق الأمر في هذه الأشياء، فكيف بالعامي الجاهل الذي لا يفيده ما يقال في هذا إلا الخصومات وفساد الاعتقاد
“Tidak sepantasnya bagi seorang penceramah (pemberi nasihat) untuk berbicara tentang masalah ushul (akidah) kecuali (sebatas) mengatakan: Al-Qur'an adalah firman Allah, bukan makhluk. Lalu khobar (ayat-ayat dan hadits-hadits) tentang sifat (Allah) diterima sebagaimana datangnya. Dan apapun yang terlintas dalam benak manusia tentang sifat Allah Azza wa Jalla bahwa dia (Allah) begini dan begitu, maka dia (Allah) tidak seperti yang terlintas dalam benaknya. Karena tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah.
Dan sungguh ada sekelompok orang yang sedikit ilmunya tentang masalah tafsir, hadits dan mawa'idh (nasehat), lalu mereka menghiasi (mengisi) majelis-majelis mereka dengan pembahasan yang menimbulkan ashobiyah (fanatisme) seperti membicarakan tentang suara, huruf, bacaan, apa yang dibaca, istiwa Allah dan nuzul (turunnya Allah). Padahal telah diketahui bahwa para ulama sendiri merasa kesulitan untuk memastikan hakikat persoalan-persoalan tersebut. Maka bagaimana lagi dengan orang awam yang bodoh, yang mereka tidak akan memperoleh manfaat dari pembahasan tersebut kecuali (hanya sekedar) pertengkaran dan rusaknya akidah.”
والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar