➡️ Keterangan :
(فتاوى يسألونك : ج ٦ ص ٣٤٠)
ويرى جمهور الفقهاء أنها عشرون ركعة والوتر ثلاث ركعات وهذا قول مشهور من لدن الصحابة رضي الله عنهم إلى يومنا الحاضر، وكثير من مساجد المسلمين تصلى فيها التراويح كذلك ومنهم من زاد على العشرين فقيل تسع وثلاثين وقيل إحدى وأربعين وقيل غير ذلك، ومن أهل العلم من يرى أنه لا حد لعدد ركعات صلاة التراويح، فيجوز أن يزيد على إحدى عشرة ركعة ولا حرج في ذلك، وأقول: من يزعم أنه لا تجوز الزيادة على إحدى عشرة ركعة فقد حجر واسعا وضيق على المسلمين بدون دليل يركن إليه أو يعول عليه، فصلاة التراويح من السنن والسنن يتساهل فيها ما لا يتساهل في الفرائض، وزعم صاحب المقال المشار إليه بأنه يجب الأخذ بالإحدى عشرة ركعة ولا يلتف إلى سواه زعم غير صحيح وإيجاب لما لم يوجبه الشارع الحكيم، فصلاة التراويح ذاتها ليست واجبة فضلا أن يوجب هذا العدد من الركعات، ولم يأت دليل عن النبي صلى الله عليه وسلم في إيجاب هذا العدد وفعل النبي صلى الله عليه وسلم بمجرده لا يدل على الإيجاب حتى تدل القرائن على ذلك
“Jumhur fuqoha berpendapat bahwa (jumlah rakaat) tarawih adalah dua puluh rakaat disertai witirnya tiga rakaat, ini adalah pendapat yang masyhur sejak masa para sahabat radhiyallahu 'anhum sampai hari ini. Banyak masjid-masjid kaum muslimin yang melaksanakan tarawih dengan (jumlah tersebut). Diantara mereka ada juga yang menambah (jumlahnya) lebih dari dua puluh rakaat, lalu ada juga yang berpendapat tiga puluh sembilan, kemudian ada juga yang berpendapat empat puluh satu, dan ada juga yang berpendapat selian daripada itu. Dan diantara ulama ada juga yang berpendapat bahwa tidak ada batasan tertentu dalam jumlah rakaat sholat tarawih, maka (berdasarkan pendapat tersebut) diperbolehkan menambah lebih dari sebelas rakaat dan tidak ada larangan dalam hal itu.
Aku katakan: Barang siapa yang mengklaim bahwa tidak diperbolehkan (menambah jumlah rakaat sholat tarawih) lebih dari sebelas rakaat, maka dia telah mempersempit sesuatu yang luas dan menyulitkan kaum muslimin tanpa adanya dalil yang bisa dijadikan pijakan. Karena sholat tarawih itu sendiri termasuk sunnah, dan dalam perkara sunnah terdapat kelonggaran yang tidak terdapat pada perkara wajib. Dan klaim penulis yang disebutkan (dalam pertanyaan) bahwa wajib mengambil (berpegang) pada sebelas rakaat dan tidak boleh berpaling kepada selainnya, adalah klaim yang tidak benar. Karena (berarti) dia telah mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh syariat. Padahal sholat tarawih bukanlah sesuatu wajib, lebih-lebih sampai mewajibkan jumlah rakaat tertentu. Dan tidak ada dalil dari nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang mewajibkan jumlah tersebut. Perbuatan nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri tidak menunjukkan sebuah kewajiban kecuali jika terdapat qorinah (indikasi) yang menunjukkan hal itu.”
والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar