Jumat, Februari 27, 2026

MAKNA SHOLAT MENCEGAH PERBUATAN KEJI & MUNGKAR


📚 Keterangan :

(جامع البيان : ج ١٨ ص ٤١٠)
فإن قال قائل: وكيف تنهى الصلاة عن الفحشاء والمنكر، إن لم يكن معنيا بها ما يتلى فيها؟ قيل: تنهى من كان فيها، فتحول بينه وبين إتيان الفواحش، لأن شغله بها يقطعه عن الشغل بالمنكر، ولذلك قال ابن مسعود: من لم يطع صلاته، لم يزدد الله إلا بعدا. وذلك أن طاعته لها إقامته إياها بحدودها، وفي طاعته لها مزدجر عن الفحشاء والمنكر، عن أبي عون فى قول الله: (إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر)، قال: إذا كنت في صلاة، فأنت في معروف، وقد حجزتك عن الفحشاء والمنكر، والفحشاء هي الزنا والمنكر معاصى الله، ومن أتى فاحشة أو عصى الله فى صلاته بما يفسد صلاته، فلا شك أنه لا صلاة له

“Jika ada yang berkata: Bagaimana sholat bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar jika yang dimaksud bukan hanya sekedar apa yang dibaca didalamnya? Maka dijawab: Sholat itu mencegah orang yang sedang melaksanakannya sehingga menjadi penghalang antara dirinya dan perbuatan keji. Karena kesibukannya dengan sholat akan memutuskan dirinya dari kesibukan melakukan kemungkaran. Oleh karena itu Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: Barang siapa yang tidak mentaati sholatnya, maka sholatnya itu tidak akan menambah (bagi pelakunya) kecuali semakin dijauhkan (dari rahmat Allah). Yang dimaksud mentaati sholat adalah melaksanakannya dengan terpenuhi batasan-batasannya (yakni syarat, rukun dan yang lainnya). Dan dalam ketaatan terhadap sholat itu sendiri ada pencegah dari perbuatan keji dan mungkar. (Kemudian), diriwayatkan dari Abi Aun radhiyallahu 'anhu mengenai firman Allah: Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, beliau berkata: Jika engkau berada didalam sholat, maka engkau sedang berada didalam kebaikan. Dan sholat itu sendiri telah menghalangimu dari perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan keji adalah zina, sedangkan kemungkaran adalah maksiat kepada Allah. Dan barang siapa yang melakukan perbuatan keji atau bermaksiat kepada Allah didalam sholatnya dengan sesuatu yang akan merusak sholatnya, maka tidak diragukan lagi bahwa tidak ada sholat baginya (yakni sholatnya tidak diterima dan tidak berpahala)”

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...