(الرسالة : ص ٤٠٠)
أن الكذب الذي نهاهم عنه هو الكذب الخفي وذلك الحديث عمن لا يعرف صدقه، لأن الكذب إذا كان منهيا عنه على كل حال، فلا كذب أعظم من كذب على رسول الله صلى الله عليه وسلم
“Bahwasanya (termasuk jenis) kedustaan terlarang adalah kedustaan yang samar, yakni ketika seseorang menyampaikan informasi (yang dia terima dari orang lain) namun tidak diketahui kebenaran (informasi tersebut). Sebab jika kedustaan itu terlarang pada setiap keadaan, maka tidak ada kedustaan yang lebih besar (keburukannya) dibandingkan kedustaan atas nama rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam”
➡️ Keterangan kedua :
المجروحين لابن حبان : ج ١ ص ١٧)
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كفى بالمرء إثما أن يحدث بكل ما سمع، قال أبو حاتم: في هذا الخبر زجر للمرء أن يحدث بكل ما يسمع حتى يعلم على اليقين صحته
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengar. Al-Imam Abu Hatim rahimahullah berkata: Didalam hadits ini terdapat peringatan keras bagi seseorang agar (tidak) menyampaikan setiap apa yang dia dengar sampai dia mengetahui secara yakin tentang kebenaran (yang disampaikannya itu)”
➡️ Keterangan ketiga :
(المجروحين لابن حبان : ج ١ ص ١٧)
فكل شاك فيما يروي أنه صحيح أو غير صحيح داخل في ظاهر خطاب هذا الخبر
“Setiap orang yang ragu terhadap (hadits) yang dia riwayatkan (dia sampaikan) apakah (hadits) tersebut shohih atau tidak, maka dia termasuk ke dalam khitob (cakupan) dzohir (ancaman) hadits ini”
➡️ Keterangan keempat :
(المنهاج شرح صحيح مسلم : ج ١ س ٧٥)
قوله: (كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع)، وأما معنى الحديث والآثار التي في الباب ففيها الزجر عن التحديث بكل ما سمع الإنسان فإنه يسمع في العادة الصدق والكذب، فإذا حدث بكل ما سمع فقد كذب لإخباره بما لم يكن
“Sabda nabi shallallahu 'alaihi wasallam: Cukuplah seseorang dianggap pendusta jika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengar. Adapun makna hadits ini dan atsar-atsar yang semisalnya didalam bab ini, maka didalamnya terdapat peringatan keras agar (seseorang tidak) menyampaikan setiap apa yang dia dengar. Karena biasanya seseorang akan mendengar yang informasi yang benar dan informasi yang dusta. Maka jika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengar, niscaya dia akan terjerumus pada kedustaan karena menyampaikan sesuatu yang tidak terjadi”
➡️ Keterangan kelima :
(شرح المصابيح لابن الملك : ج ١ ص ٢١٢)
اتقوا الحديث عني إلا ما علمتم، فمن كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار، وعنه عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال: اتقوا الحديث، أي: احذروا رواية الحديث عني فيما لا تعلمون أنه حديثي، أي: لا تحدثوا، إلا ما علمتم أنه حديثي
“(Hadits): Berhati-hatilah saat (meriwayatkan atau menyampaikan) hadits dariku kecuali apa yang telah kalian ketahui. Barang siapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka. Dan dari beliau pula, dari nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: Berhati-hatilah saat (meriwayatkan atau menyampaikan) hadits, yakni waspadalah saat meriwayatkan (menyampaikan) hadits dariku (dari nabi) dalam perkara yang tidak kalian ketahui bahwa (itu benar-benar) merupakan hadits dariku (dari nabi). Yakni janganlah kalian menceritakan (atau menyampaikan hadits dariku) kecuali apa yang telah kalian ketahui bahwa itu adalah hadits dariku”
📝 Catatan :
Keterangan diatas sebenarnya bukan untuk permasalahan menyampaikan hadits saja, namun juga terkait informasi apapun yang tidak diketahui dengan jelas kebenarannya. Maka peringatannya mencakup supaya seseorang tidak mudah menyampaikan atau menyebarkan segala sesuatu yang dia sendiri tidak yakin atau bahkan tidak tau sama sekali tentang kebenarannya.
والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar