๐ Pertanyaan :
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
Mau tanya mengenai tayangan pemburu hantu yg prnh ada di televisi yg katanya bisa melihat makhluk halus seperti tuyul, kuntilanak atau yg lainnya. Apakah makhluk-makhluk seperti itu tergolong jin atau bagaimana? Dan sikap kita sebagai penonton seharusnya seperti apa, apakah harus percaya atau tdk?
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Sebagai seorang muslim, kita memang patut beriman terkait adanya hal-hal yang bersifat ghoibiyat, termasuk didalamnya yaitu keberadaan jin karena kesemuanya telah disebutkan didalam Al-Qur'an dan sunnah. Hanya saja, kita tidak boleh terlalu berlebihan dalam menyikapinya. Termasuk mengenai pengakuan seseorang yang katanya melihat jin entah itu dalam wujud tuyul, kuntilanak dan sebagainya. Karena syariat islam memandang bahwa makhluk yang bernama jin itu adalah makhluk yang tidak kasat mata, yaitu dalam artian tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.
Hanya saja jika jin tersebut sudah berubah dari bentuk aslinya, semisal berubah menjadi wujud hewan, maka memang akan bisa terlihat oleh semua mata yang bisa melihat. Namun, siapa yang bisa memastikan kalau yang dilihatnya itu adalah jin, misal melihat hewan padahal nyatanya adalah jin, ini tidak bisa dipastikan. Oleh karena itu kesimpulannya, menyikapi fenomena orang yang katanya mengaku melihat jin apalagi itu jin dalam bentuk aslinya, maka tidak perlu dipercaya. Dan sudah jelas kalau pernyataannya itu adalah dusta, karena bisa jadi apa yang dia lihat adalah manifestasi dari imajinasi yang ada dalam pikirannya saja sehingga menimbulkan sugesti, atau perwujudan dari halusinasi yang mempengaruhi pikiran serta akal sehatnya.
๐ Catatan :
Menurut satu pendapat dhoif (yakni qiila) yang ada didalam sebuah kitab tafsir, dikatakan bahwasanya jin bisa saja dilihat. Namun pendapat tersebut bukanlah pendapat yang bisa dijadikan acuan, terkhusus untuk perkara yang sifatnya ghoibiyat. Karena perkara yang sifatnya ghoibiyat itu harus dibangun diatas dalil-dalil yang shohih bahkan mutawatir. Oleh sebab itu, pendapat yang menyatakan jin bisa dilihat tidak bisa diterima. Mangkanya imam Syafi'i rahimahullah dengan tegas menyatakan bahwa orang yang mengaku-ngaku kalau dirinya melihat jin maka kesaksiannya ditolak alias pernyataannya dianggap dusta, dan hal ini berlaku bagi orang yang mengaku bahwa dirinya melihat jin dalam bentuk aslinya saat dia diciptakan (yakni dalam wujud yang halus).
๐ Keterangan :
(ูุชุญ ุงูุจุงุฑู ุดุฑุญ ุตุญูุญ ุงูุจุฎุงุฑู : ุฌ ูฆ ุต ูฃูฉูฆ)
ูุฑูู ุงูุจูููู ูู ู
ูุงูุจ ุงูุดุงูุนู ุจุฅุณูุงุฏู ุนู ุงูุฑุจูุน ุณู
ุนุช ุงูุดุงูุนู ูููู: ู
ู ุฒุนู
ุฃูู ูุฑู ุงูุฌู ุฃุจุทููุง ุดูุงุฏุชู ุฅูุง ุฃู ูููู ูุจูุง، ุงูุชูู. ููุฐุง ู
ุญู
ูู ุนูู ู
ู ูุฏุนู ุฑุคูุชูู
ุนูู ุตูุฑูู
ุงูุชู ุฎูููุง ุนูููุง، ูุฃู
ุง ู
ู ุงุฏุนู ุฃูู ูุฑู ุดูุฆุง ู
ููู
ุจุนุฏ ุฃู ูุชุทูุฑ ุนูู ุตูุฑ ุดุชู ู
ู ุงูุญููุงู ููุง ููุฏุญ ููู ููุฏ ุชูุงุฑุฏุช ุงูุฃุฎุจุงุฑ ุจุชุทูุฑูู
ูู ุงูุตูุฑ
“Al-Imam Baihaqi rahimahullah meriwayatkan didalam kitab Manaqib Asy-Syafi'i dengan sanadnya yang bersumber dari Ar-Rabi' dimana beliau pernah mendengar imam Syafi'i rahimahullah berkata: Barang siapa yang mengaku bahwa dirinya melihat jin, maka kami tolak kesaksiannya, kecuali kalau dia adalah seorang nabi (maka pernyataannya bisa dipercaya). Yang dikatakan oleh imam Syafi'i ini mungkin ditujukan kepada orang yang mengaku telah melihat jin dalam bentuk aslinya saat jin tersebut diciptakan. Adapun orang yang mengaku bahwa dirinya melihat jin setelah berubah bentuk semisal menjadi wujud hewan, maka dalam keadaan demikian orang tersebut tidak dicela. Karena ada riwayat mengenai jin yang telah berubah bentuk tersebut”
๐ Tambahan keterangan :
(ู
ุบูู ุงูู
ุญุชุงุฌ : ุฌ ูก ุต ูขูจูฃ)
ู
ู ุงุฏุนู ุฃูู ูุฑู ุงูุฌู ูููุฑ ูู
ุฎุงููุชู ููููู ุชุนุงูู: (ุฅูู ูุฑุงูู
ูู ููุจููู ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุฑูููู
). ููุงู ุจุนุถูู
: ูู
ูู ุญู
ูู ุนูู ู
ู ุงุฏุนู ุฑุคูุชูู
ุนูู ู
ุง ุฎูููุง ุนููู
“Barang siapa yang mengaku bahwa dirinya melihat jin, maka dia telah kufur karena menyelisihi firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Sesungguhnya dia dan kelompoknya melihat kalian dari tempat dimana kalian tidak bisa melihat mereka. Sebagian ulama mengatakan: Kemungkinan kalimat kufur itu ditujukan kepada orang yang mengaku melihat jin dalam bentuk aslinya saat jin tersebut diciptakan”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูุชูุณูุฑ ุงููุจูุฑ : ุฌ ูกูค ุต ูฅูค)
ุงูุจุญุซ ุงูุซุงูุซ، ูุงู ุฃุตุญุงุจูุง: ุฅููู
ูุฑูู ุงูุฃูุณ ูุฃูู ุชุนุงูู ุฎูู ูู ุนููููู
ุฅุฏุฑุงูุง ูุงูุฅูุณ ูุง ูุฑูููู
ูุฃูู ุชุนุงูู ูู
ูุฎูู ูุฐุง ุงูุฅุฏุฑุงู ูู ุนููู ุงูุฅูุณ
“Pembahasan ketiga, para ulama madzhab kami (madzhab Syafi'i) menyatakan: Sesungguhnya mereka (jin) bisa melihat manusia karena Allah telah memberikan kemampuan penglihatan pada mata mereka, sedangkan manusia tidak bisa melihat jin karena Allah tidak memberikan kemampuan penglihatan pada mata manusia”
๐ Tambahan keterangan :
(ูุจุงุจ ุงูุชุฃููู ูู ู
ุนุงูู ุงูุชูุฒูู ุชูุณูุฑ ุณูุฑุฉ ุงูุฃุนุฑุงู : ูขูง)
(ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุฑูููู
) ูุนูู ุฃูุชู
ูุง ุจูู ุขุฏู
، ูุงู ุงูุนูู
ุงุก ุฑุญู
ูู
ุงููู: ุฅู ุงููู ุชุนุงูู ุฎูู ูู ุนููู ุงูุฌู ุฅุฏุฑุงูุง ูุฑูู ุจุฐูู ุงูุฅุฏุฑุงู ุงูุฅูุณ ููู
ูุฎูู ูู ุนููู ุงูุฅูุณ ูุฐุง ุงูุฅุฏุฑุงู ููู
ูุฑูุง ุงูุฌู. ููุงูุช ุงูู
ุนุชุฒูุฉ: ุงููุฌู ูู ุฃู ุงูุฅูุณ ูุง ูุฑูู ุงูุฌู ุฑูุฉ ุฃุฌุณุงู
ุงูุฌู ููุทุงูุชูุง ูุงููุฌู ูู ุฑุคูุฉ ุงูุฌู ููุฅูุณ ูุซุงูุฉ ุฃุฌุณุงู
ุงูุฅูุณ ูุงููุฌู ูู ุฑุคูุฉ ุงูุฌู ุจุนุถูู
ุจุนุถุง ุฃู ุงููู ุชุนุงูู ููู ุดุนุงุน ุฃุจุตุงุฑ ุงูุฌู ูุฒุงุฏ ูููุง ุญุชู ูุฑู ุจุนุถูู
ุจุนุถุง ููู ุฌุนู ูู ุฃุจุตุงุฑูุง ูุฐู ุงูููุฉ ูุฑุฃููุงูู
ูููู ูู
ูุฌุนููุง
“Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Dari tempat dimana kalian tidak bisa melihat mereka, yakni kamu sekalian wahai manusia. Para ulama rahimahumullah mengatakan: Sesungguhnya Allah menciptakan pada mata jin yaitu suatu indera penglihatan, yang mana dengan indera penglihatan tersebut maka jin mampu melihat manusia, sedangkan Allah tidak menciptakan indera penglihatan tersebut pada mata manusia sehingga manusia tidak mampu melihat jin. Mu'tazilah mengatakan bahwa alasan kenapa manusia tidak mampu melihat jin adalah karena jin memiliki jisim yang lembut dan halus, sedangkan alasan bahwa jin mampu melihat manusia adalah karena manusia memiliki jisim yang padat. Adapun alasan bahwa jin mampu saling melihat antara satu dengan yang lainnya adalah karena Allah telah memberikan kekuatan pada indera penglihatan mereka sehingga menjadikan mereka mampu saling melihat. Dan seandainya Allah memberikan kekuatan tersebut pada indera penglihatan kita, niscaya kita akan mampu melihat mereka (jin). Akan tetapi Allah tidak memberikan kekuatan tersebut kepada kita”
๐ Tambahan keterangan :
(ุชูุณูุฑ ุงูุฃููุณู ุฑูุญ ุงูู
ุนุงูู : ุฌ ูค ุต ูฃูคูฅ)
ููุฐุง ุชุนููู ุงูุฃุดุงุนุฑุฉ ุนุฏู
ุงูุฑุคูุฉ ุจุฃู ุงููู ุชุนุงูู ูู
ูุฎูู ูู ุนููู ุงูุฅูุณ ููุฉ ุงูุฅุฏุฑุงู ูุง ููุชุถู ุงูุงุณุชุญุงูุฉ ุฃูุถุง ูุฌูุงุฒ ุฃู ูุฎูู ุงููู ุชุนุงูู ูู ุนูู ุฑุณููู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุงูุฑุงุฆู ูู ุฌู ุดุฃูู ุจุนููู ุฑุฃุณู ุนูู ุงูุฃุตุญ ูููุฉ ุงูู
ุนุฑุงุฌ ุชูู ุงูููุฉ ููุฑุงูู
. ุจู ูุง ูุจุนุฏ ุงูููู ุจุฑุคูุฉ ุงูุฃูููุงุก ุฑุถู ุงููู ุชุนุงูู ุนููู
ููู
ูุฐูู ููู ูู
ุฃุฌุฏ ุตุฑูุญุง ู
ุง ูุฏู ุนูู ูููุน ูุฐู ุงูุฑุคูุฉ
“Demikian halnya dengan penjelasan yang dikatakan oleh para ulama Asy'ariyah mengenai ketidak mampuan melihat jin adalah karena Allah tidak menciptakan pada mata manusia, yaitu kemampuan untuk melihatnya. Namun hal itu juga tidak menutup kemungkinan karena bisa jadi Allah telah menciptakan pada mata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu suatu kemampuan untuk melihatnya dengan mata kepala beliau sendiri pada malam isra mi'raj sehingga beliau mampu melihatnya, dan ini adalah pendapat yang shohih. Bahkan tidak menutup kemungkinan terkait pernyataan (sebagian orang) bahwa para wali radhiyallahu 'anhum (yang berkaitan dengan karomah) juga mampu melihat jin, hanya saja aku tidak menjumpai adanya keterangan shorih yang menunjukkan terjadinya hal tersebut”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูุชุญุฑูุฑ ูุงูุชูููุฑ : ุฌ ูฉ ุต ูงูง)
ู (ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุฑูููู
) ุงุจุชุฏุงุก ู
ูุงู ู
ุจูู
ุชูุชูู ููู ุฑุคูุฉ ุงูุจุดุฑ، ุฃู ู
ู ูู ู
ูุงู ูุง ุชุฑูููู
ููู، ููููุฏ ุฅูู ูุฑุงูู
ููุจُููู ูุฃูุชู
ูุง ุชุฑููู ูุฑูุจุง ูุงููุง ุฃู ุจุนูุฏุง، ููุงูุช ุงูุดูุงุทูู ู
ุญุฌูุจูู ุนู ุฃุจุตุงุฑ ุงูุจุดุฑ، ููุงู ุฐูู ูู ุงูู
ุนุชุงุฏ ู
ู ุงูุฌูุณูู، ูุฑุคูุฉ ุฐูุงุช ุงูุดูุงุทูู ู
ูุชููุฉ ูุง ู
ุญุงูุฉ، ููุฏ ูุฎูู ุงููู ุฑุคูุฉ ุงูุดูุงุทูู ุฃู ุงูุฌู ู
ุชุดููุฉ ูู ุฃุดูุงู ุงูุฌุณู
ุงููุงุช، ู
ุนุฌุฒุฉً ููุฃูุจูุงุก ูู
ุง ูุฑุฏ ูู ุงูุตุญูุญ: (ุฅู ุนูุฑูุชุง ู
ู ุงูุฌู ุชููุช ุนูู ุงููููุฉ ูู ุตูุงุชู ููู
ู
ุช ุฃู ุฃูุซูู ูู ุณุงุฑูุฉ ู
ู ุงูู
ุณุฌุฏ) ุงูุญุฏูุซ، ุฃู ูุฑุงู
ุฉ ููุตุงูุญูู ู
ู ุงูุฃู
ู
ูู
ุง ูู ุญุฏูุซ ุงูุฐู ุฌุงุก ูุณุฑู ู
ู ุฒูุงุฉ ุงููุทุฑ ุนูุฏ ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ، ูููู ุงููุจูุก ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุฃุจู ูุฑูุฑุฉ: ุฐูู ุดูุทุงู ูู
ุง ูู ุงูุตุญูุญูู، ููุง ูููู ุฐูู ุฅูุง ุนูู ุชุดูู ุงูุดูุทุงู ุฃู ุงูุฌู ูู ุตูุฑุฉ ุบูุฑ ุตูุฑุชู ุงูุญّููููุฉ، ุจุชุณุฎูุฑ ุงููู ูุชุชู
ูู ู
ูู ุงูุฑุคูุฉ ุงูุจุดุฑูุฉ، ูุงูู
ุฑุฆู ูู ุงูุญูููุฉ ุงูุดูู ุงูุฐู ู
ุงููุฉ ุงูุดูุทุงู ู
ู ูุฑุงุฆู، ูุฐูู ุจู
ูุฒูุฉ ุฑุคูุฉ ู
ูุงูู ูุนูู
ุฃู ููู ุดูุทุงูุง، ูุทุฑูู ุงูุนูู
ุจุฐูู ูู ุงูุฎุจุฑ ุงูุตุงุฏู، ููููุง ุงูุฎุจุฑ ูู
ุง ุนูู
ุฐูู
“Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Dari tempat dimana kalian tidak melihat mereka, adalah permulaan untuk menunjukkan tempat yang mana penglihatan manusia tidak mampu menjangkaunya, yaitu dari setiap tempat dimana kalian tidak melihat mereka. Hal ini menunjukkan bahwa mereka dan kaumnya melihat kalian sedangkan kalian tidak melihatnya entah mereka dekat maupun jauh. Maka, setan-setan akan terhalang dari pandangan manusia, dan yang demikian itu adalah hal yang biasa terjadi dari kedua jenis tersebut. Oleh karenanya, melihat wujud setan yang asli adalah tidak mungkin terjadi. Namun Allah dapat memberikan kekuatan penglihatan kepada manusia untuk melihat setan atau jin yang muncul dalam bentuk fisik (yang padat seperti manusia) sebagai bentuk mukjizat bagi para nabi seperti yang disebutkan didalam hadits shohih: (Sesungguhnya ifrit dari kalangan jin telah menggangguku saat aku sedang sholat pada malam ini, dan aku bermaksud untuk mengikatnya pada tiang masjid). Atau melihatnya sebagai bentuk karomah orang-orang sholeh seperti yang tercantum didalam hadits tentang seseorang yang datang mencuri kumpulan makanan zakat fitrah dari Abu Hurairah, dan nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abu Hurairah: Dia adalah setan, hadits ini terdapat dalam kitab shohih Bukhari dan Muslim. Maka, (setan atau jin) tidak mungkin terlihat kecuali kalau setan atau jin tersebut muncul dalam bentuk yang berbeda dari bentuk aslinya (misal bentuk hewan), yang mana dengan izin Allah penglihatan manusia akan mampu menjangkaunya. Oleh karena itu, yang terlihat sebenarnya adalah bentuk yang merupakan esensi dari setan (setelah berubah wujud), dan hal tersebut seperti melihat tempat yang diketahui ada setan didalamnya. Dan cara untuk mengetahuinya adalah melalui khobar yang benar. Maka jika tidak ada khobar, berarti hal itu tidak akan diketahui”
๐ Tambahan keterangan :
(ุชูุณูุฑ ุงูุตุงูู ุณูุฑุฉ ุงูุฃุนุฑุงู : ูขูง)
ูููู: (ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุฑูููู
) (ู
ู) ุงุจุชุฏุงุฆูุฉ، ู (ุญูุซ) ุธุฑู ู
ูุงู، ุงูุชูุฏูุฑ ุฅูู ูุฑุงูู
ุฑุคูุฉ ู
ุจุชุฏุฃุฉ ู
ู ู
ูุงู ูุง ุชุฑูููู
ููู. ูููู: (ููุทุงูุฉ ุฃุฌุณุงุฏูู
) ูุฃุฌุณุงู
ูู
ูุงูููุงุก، ูุนูู
ู ููุชุญููู ููุง ูุฑุงู ููุทุงูุชู ูุนุฏู
ุชูููู، ูุฐุง ูุฌู ุนุฏู
ุฑุคูุชูุง ููู
. ูุฃู
ุง ูุฌู ุฑุคูุชูู
ููุง ููุซุงูุฉ ุฃุฌุณุงุฏูุง ูุชููููุง، ูุฃู
ุง ุฑุคูุฉ ุจุนุถูู
ูุจุนุถ ูุญุงุตูุฉ ูููุฉ ูู ุฃุจุตุงุฑูู
. ููุฐุง ุญูุซ ูุงููุง ุจุตูุฑุชูู
ุงูุฃุตููุฉ، ูุฃู
ุง ุฅุฐุง ุชุตูุฑูุง ุจุบูุฑูุง ูุชุฑุงูู
، ูุฃู ุงููู ุฌุนู ููู
ูุฏุฑุฉ ุนูู ุงูุชุดููู ุจุงูุตูุฑุฉ ุงูุฌู
ููุฉ ุฃู ุงูุฎุณูุณุฉ، ูุชุญูู
ุนูููู
ุงูุตูุฑุฉ ูู
ุง ูู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงูุตุญูุญุฉ. ูุงูุขูุฉ ููุณุช ุนูู ุนู
ูู
ูุง ูุงููุฑู ุจูููู
ูุจูู ุงูู
ูุงุฆูุฉ، ุฃู ุงูู
ูุงุฆูุฉ ูุง ูุชุดูููู ุฅูุง ูู ุงูุตูุฑุฉ ุงูุฌู
ููุฉ ููุง ุชุญูู
ุนูููู
ุจุฎูุงู ุงูุฌู، ููุฏ ูุฑุฏ ุฃู ุงูุดูุทุงู ูุฌุฑู ู
ู ุงุจู ุขุฏู
ู
ุฌุฑู ุงูุฏู
، ูุฌุนูุช ุตุฏุฑ ุจูู ุขุฏู
ู
ุณุงูู ููู
، ุฅูุง ู
ู ุนุตู
ู ุงููู ูู
ุง ูุงู ุชุนุงูู: (ูฑูุฐู ููุณูุณ ูู ุตุฏูุฑ ูฑููุงุณ) ููู
ูุฑูู ุจูู ุขุฏู
، ูุจูู ุขุฏู
ูุง ูุฑูููู
“Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Dari tempat dimana kalian tidak bisa melihat mereka. Kalimat min disini adalah untuk menunjukkan permulaan, sedangkan kalimat haitsu maknanya adalah tempat. Artinya bahwa jin mampu melihat kalian dari sebuah tempat yang mana kalian tidak mampu melihat mereka. Lalu pernyataan mufassir: Karena jisim mereka yang lembut. Yakni jisim mereka seperti udara dimana kita mengetahuinya dan memastikannya, akan tetapi kita tidak bisa melihatnya karena lembut dan tidak berwarnanya jisim mereka. Dan hal ini merupakan sebuah alasan kenapa kita tidak bisa melihat mereka. Adapun alasan kenapa mereka bisa melihat kita adalah karena jisim kita itu padat dan berwarna, sedangkan penglihatan sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lainnya terjadi karena kekuatan yang ada pada indera penglihatan mereka. Dan hal ini terjadi ketika mereka berada dalam bentuk aslinya, sedangkan jika mereka sudah berubah bentuk kepada bentuk yang lainnya (misal bentuk hewan), maka kalian akan bisa melihat mereka. Karena Allah memberikan kemampuan kepada mereka untuk merubah bentuk entah itu bentuk yang indah maupun bentuk yang buruk, dan bentuk tersebut mengatur mereka sebagaimana yang terdapat didalam hadits-hadits yang shohih. Maka ayat ini tidak bersifat umum, dan perbedaan antara mereka dengan para malaikat adalah bahwasanya para malaikat tidaklah merubah bentuk jisimnya kecuali ke dalam bentuk yang indah dan mereka tidak mengaturnya, berbeda halnya dengan jin. Dan diriwayatkan didalam sebuah hadits bahwasanya setan menyusup ke dalam diri manusia melalui aliran darahnya, dan dada (jiwa) manusia dijadikan sebagai tempat tinggal bagi mereka kecuali bagi siapa saja yang Allah lindungi sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Alladzi yuwaswisufi shuduurinnas, yaitu mereka (jin) melihat manusia sedangkan manusia tidak melihatnya”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูุฌุงู
ุน ูุฃุญูุงู
ุงููุฑุขู : ุฌ ูง ุต ูกูฆูง)
ูููู ุชุนุงูู: ุฅูู ูุฑุงูู
ูู ููุจููู ูุจููู ุฌููุฏู، ูุงู ู
ุฌุงูุฏ: ูุนูู ุงูุฌู ูุงูุดูุงุทูู، ุงุจู ุฒูุฏ: ูุจููู ูุณูู، ูููู: ุฌููู. ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุฑูููู
، ูุงู ุจุนุถ ุงูุนูู
ุงุก: ูู ูุฐุง ุฏููู ุนูู ุฃู ุงูุฌู ูุง ูุฑูู ููููู: ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุฑูููู
، ููู: ุฌุงุฆุฒ ุฃู ูุฑูุง ูุฃู ุงููู ุชุนุงูู ุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏ ุฃู ูุฑููู
ูุดู ุฃุฌุณุงู
ูู
ุญุชู ุชุฑู. ูุงู ุงููุญุงุณ: ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุฑูููู
، ูุฏู ุนูู ุฃู ุงูุฌู ูุง ูุฑูู ุฅูุง ูู ููุช ูุจู ููููู ุฐูู ุฏูุงูุฉ ุนูู ูุจูุชู، ูุฃู ุงููู ุฌู ูุนุฒ ุฎูููู
ุฎููุง ูุง ูุฑูู ููู، ูุฅูู
ุง ูุฑูู ุฅุฐุง ููููุง ุนู ุตูุฑูู
، ูุฐูู ู
ู ุงูู
ุนุฌุฒุงุช ุงูุชู ูุง ุชููู ุฅูุง ูู ููุช ุงูุฃูุจูุงุก ุตููุงุช ุงููู ูุณูุงู
ู ุนูููู
. ูุงู ุงููุดูุฑู: ุฃุฌุฑู ุงููู ุงูุนุงุฏุฉ ุจุฃู ุจูู ุขุฏู
ูุง ูุฑูู ุงูุดูุงุทูู ุงูููู
، ููู ุงูุฎุจุฑ ุฅู ุงูุดูุทุงู ูุฌุฑู ู
ู ุงุจู ุขุฏู
ู
ุฌุฑู ุงูุฏู
“Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Sesungguhnya dia dan kelompoknya melihat kalian. Mujahid rahimahullah berkata: Yaitu jin dan setan. Kemudian Ibnu Zaid rahimahullah berkata: Pengikutnya, dan dikatakan: Keturunannya. Lalu firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Dari tempat dimana kalian tidak bisa melihat mereka. Sebagian ulama mengatakan: Ayat ini menjadi dalil bahwasanya jin itu tidak bisa dilihat (oleh kasat mata), sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Dari tempat dimana kalian tidak bisa melihat mereka. Namun dikatakan: (Manusia) bisa saja melihat jin. Karena jika Allah menghendaki, maka Allah akan memperlihatkan bentuk fisik mereka sehingga manusia bisa melihatnya. An-Nahas rahimahullah berkata: (Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala): Dari tempat dimana kalian tidak bisa melihat mereka, menjadi dalil bahwasanya jin itu tidak bisa dilihat (oleh kasat mata) kecuali pada zaman nabi yang mana hal itu menjadi bukti kenabian beliau. Karena Allah menciptakan mereka (jin) sebagai makhluk yang tidak bisa dilihat (oleh kasat mata), akan tetapi manusia bisa saja melihat jin (setelah jin tersebut berubah) dari betuk aslinya. Dan yang demikian itu merupakan bagian dari mukjizat yang hanya terjadi pada zaman para nabi. Al-Qusyairi rahimahullah berkata: Allah telah menetapkan adat bahwasanya pada hari ini manusia tidak bisa melihat setan (atau jin), dan didalam sebuah hadits disebutkan bahwa setan menyusup ke dalam diri manusia melalui aliran darahnya”
ูุงููู ุงุนูู
ุจุงูุตูุงุจ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar