Assalamu'alaikum...
Zakat merupakan persoalan yang sering kali dibahas dikalangan para santri. Dan tak sedikit perbedaan yang muncul dari pembahasan tersebut, terkhusus pada masalah pemberian zakat yang mana pada umumnya masyarakat di berbagai daerah sudah terbiasa memberikan zakatnya kepada ustad, kiyai atau guru ngaji dengan berargumen pada lafaz sabilillah seperti yang dinukil dari salah satu ulama bernama imam Al-Qaffal. Tapi disisi lain juga tak sedikit orang yang menentang pendapat tersebut dengan menyatakan bahwa ustad, kiyai atau guru ngaji itu tidak termasuk ke dalam 8 asnaf yang ada didalam Al-Qur'an, yakni sabilillah.
๐ Pertanyaan :
1. Sebenarnya bolehkah memberikan zakat kepada ustad, kiyai atau guru ngaji atas nama sabilillah?
2. Bagaimana kedudukan pendapat imam Al-Qaffal tersebut apakah bisa diikuti? Mengingat pemberian zakat kepada ustad atau kiyai adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat pada umumnya?
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Mentashorufkan zakat kepada ustadz, kiyai atau guru ngaji itu sebenarnya boleh-boleh saja jika memang mereka termasuk ke dalam salah satu ashnaf yang berhak menerima zakat. Misal ustadz, kiyai atau guru ngajinya adalah orang fakir atau miskin. Nah jadi pentashorufannya itu atas nama fakir atau miskin, bukan atas nama Sabilillah. Karena para ulama empat madzhab telah sepakat bahwa makna Sabilillah adalah jihad dalam peperangan untuk membela agama Allah, dan orang yang hendak berhaji namun dalam keadaan fakir menurut salah satu riwayat dari imam Ahmad. Dengan demikian, entah ustadz, kiyai atau guru ngaji tidak termasuk didalamnya.
✒️ Catatan :
Adapun pendapat yang menyatakan bahwa makna Sabilillah itu umum untuk semua bentuk taqorrub atau perbuatan baik dimana pendapatnya dinukil dari imam Qoffal, maka pendapat tersebut merupakan pendapat syadz yang tidak bisa diterima dan tidak bisa diikuti. Sebab didalam ayat tentang pentashorufan zakatnya itu sendiri sudah dibatasi menggunakan lafadz innama (sesungguhnya), yang mana lafadz innama berfungsi sebagai sighot hashr untuk membatasi dan menafikan hal lainnya selain daripada yang sudah Allah sebutkan didalam Al-Qur'an. Atas dasar itu, jika Sabilillah dimaknai umum untuk semua bentuk taqorrub atau perbuatan baik, maka akan terjadi distorsi serta fragmentasi terhadap makna yang dikehendaki oleh para mujtahid dari Sabilillah itu sendiri. Sehingga akan menimbulkan kesan bahwa ternyata masih banyak lagi mustahiq zakat selain daripada delapan ashnaf yang sudah Allah sebutkan didalam Al-Qur'an. Dengan demikian, maka pendapat yang dinukil dari imam Qoffal tersebut tertolak dan tidak dianggap sebagai khilaf atau perbedaan pendapat yang mu'tabaroh serta boleh diikuti.
๐ Keterangan :
(ููู ุงูุนุจุงุฏุงุช ุนูู ุงูู
ุฐูุจ ุงูุดุงูุนู : ุฌ ูข ุต ูกูคูฉ)
ูุฌุจ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ุฅูู ุงูู
ูุฌูุฏูู ู
ู ุงูุฃุตูุงู ุงูุซู
ุงููุฉ ุงูู
ุฐููุฑุฉ ูู ูููู ุชุนุงูู: (ุฅูู
ุง ุงูุตุฏูุงุช ููููุฑุงุก ูุงูู
ุณุงููู ูุงูุนุงู
ููู ุนูููุง ูุงูู
ุคููุฉ ูููุจูู
ููู ุงูุฑูุงุจ ูุงูุบุงุฑู
ูู ููู ุณุจูู ุงููู ูุงุจู ุงูุณุจูู) ูุฅูู
ุง ููุญุตุฑ ููุง ุชุตุฑู ุฅูู ุบูุฑ ู
ุง ุฐูุฑ ููุฐุง ู
ุฌู
ุน ุนููู، ูููู ุงุฎุชูู ูู ุงุณุชูุนุงุจูู
ูุนูุฏ ุงูุณุงุฏุฉ ุงูุดุงูุนูุฉ ูุฌุจ ุฏูุนูุง ููุฃุตูุงู ุงูุซู
ุงููุฉ ุฅูุง ุงูุนุงู
ู ููุฌูุฒ ุฃู ูููู ูุงุญุฏุง ุฅู ุญุตูุช ุงูููุงูุฉ ุจู، ููู ูู ูุฐุง ุนุณุฑ ูุฐุง ุงุฎุชุงุฑ ุจุนุถ ุงูุดุงูุนูุฉ ุฌูุงุฒ ุตุฑููุง ููุงุญุฏ ููุง ุจุฃุณ ุจุชูููุฏู ูู ุฒู
ุงููุง ูุฐุง، ููุงู ุจุนุถูู
: ูู ูุงู ุงูุดุงูุนู ุญูุง ูุฃูุชู ุจู
“Wajib untuk mentashorufkan zakat kepada delapan ashnaf yang sudah disebutkan oleh Allah didalam firmannya: (Sesungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya untuk masuk islam yakni muallaf, lalu untuk memerdekakan budak, untuk membebaskan orang-orang yang berhutang, untuk orang-orang yang berjihad dijalan Allah dan untuk ibnu sabil). Sesungguhnya (didalam ayat ini terdapat sighot hashr, yakni untuk membatasi) bahwa zakat tidak boleh ditashorufkan kepada selain delapan ashnaf yang sudah Allah sebutkan didalam Al-Qur'an, dan yang demikian itu sudah disepakati oleh para ulama. Akan tetapi ada perbedaan pendapat dikalangan ulama mengenai cakupannya. Menurut para ulama madzhab Syafi'i, zakat wajib ditashorufkan kepada delapan golongan tersebut, kecuali untuk amil yang boleh ditashorufkan kepada satu orang jika sudah mencukupi. Namun hal ini cukup sulit, sehingga sebagian ulama madzhab Syafi'i memilih untuk memperbolehkan pentashorufan zakat kepada satu orang, dan tidak apa-apa bertaklid pada pendapat tersebut dizaman kita sekarang. Sebagian ulama madzhab Syafi'i kembali menyatakan: Seandainya imam Syafi'i masih hidup, niscaya beliau akan memberikan fatwa seperti itu”
๐ Tambahan keterangan :
(ุจูุบุฉ ุงูุทูุงุจ : ุต ูขูกูก)
(ู
ุณุฃูุฉ ุน): ูุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ุงูู ูุฌูู ุงูุฎูุฑ ู
ู ุชูููู ุงูู
ูุชู ูุจูุงุก ุงูุญุตูู ูุนู
ุงุฑุฉ ุงูู
ุณุฌุฏ، ููุง ูุฌูุฒ ุฃู ูุณุชุฏู ูุฐูู ุจุนู
ูู
ูููู ุชุนุงูู ูู ุณุจูู ุงููู ุจุฃูู ุนุงู
ูู ุงููู ูู
ุง ูุงูู ุงูููุงู ูุงู ููุฒูุงุฉ ู
ุตุฑูุง ุฎุงุตุง، ุฃู
ุง ุณุจูู ุงููู ููุฏ ุงูุนูุฏ ุงุฌู
ุงุน ู
ู ูุนุชุฏ ุจู ุณูุงุก ุงูุงุฆู
ุฉ ุงูุฃุฑุจุนุฉ ูุบูุฑูู
ุนูู ุฃูู ุฎุงุต ููุง ุจุงูุบุฒุงุฉ ูู
ุง ูู ู
ูุชุถู ููุงู
ุงุจู ุงูุนุฑุจู ูู ุฃุญูุงู
ุงููุฑุฃู، ูุฃู
ุง ู
ุง ููู ุนู ุงูููุงู ูู
ุฑุฏูุฏ ุจู
ุง ูุงู ุงุจู ููุณู ุฃู ุงูุทุงุนุงุช ูููุง ุณุจูู ุงููู، ูููู ุนูุฏ ูุฐุง ุงูููุธ ูุง ููุตุฏ ู
ูู ุงูุง ุงูุบุฒุงุฉ. ูุณุจูู ุงููู ุนุงู
ุจุฎุณุจ ู
ุนูุงู ูุบุฉ ุฎุงุต ูู ุนุฑู ุงูุดุฑุน ูุตุงุฑ ู
ุนูู ุงูุฎุงุต ูู ุงูุญูููุฉ ุงูุดุฑุนูุฉ ููู ู
ูุฏู
ุฉ ุนูู ุงูุญูููุฉ ุงููุบููุฉ ูู
ุง ุชูุฑุฑ
“(Masalah): Tidak boleh mentashorufkan zakat untuk berbagai jenis kebaikan semisal untuk mengurus jenazah, membangun benteng dan membangun (memakmurkan) masjid. Dan tidak boleh juga beristidlal dengan mengacu pada firman Allah yang bersifat umum mengenai Sabilillah bahwa ayat tersebut bersifat umum untuk semua (jenis kebaikan) seperti yang dikatakan oleh imam Qoffal. Karena zakat itu mesti ditashorufkan (untuk mustahiq) yang khusus. Adapun Sabilillah, maka telah ijma para ulama entah itu ulama empat madzhab maupun ulama yang lainnya bahwa yang demikian itu khusus untuk orang-orang yang berperang (dijalan Allah) sebagaimana yang dikatakan oleh imam Ibnul Arobi didalam kitabnya Ahkamul Qur'an. Sedangkan apa yang dinukil dari imam Qoffal itu tertolak berdasarkan apa yang dikatakan oleh imam Abu Yusuf bahwa semua bentuk ketaatan adalah Sabilillah. Akan tetapi dalam lafadz ini bahwa yang dimaksudkan adalah untuk orang-orang yang berperang (dijalan Allah). Atas dasar itu, maka Sabilillah hanya bersifat umum jika ditinjau maknanya dari segi bahasa. Akan tetapi jika ditinjau secara syariat, maka maknanya bersifat khusus. Dengan demikian, makna yang khusus adalah kebenaran secara syariat yang lebih hakiki, dan kebenaran hakiki lebih didahulukan daripada kebenaran secara bahasa sebagaimana yang telah ditetapkan (oleh para ulama)”
๐ Tambahan keterangan :
(ุจูุบุฉ ุงูุทูุงุจ : ุต ูฃูจูฆ)
ูุฏููุง ุญุฏูุซ ุงููุจู ููู ุงูู
ุจูู ูู
ุง ุฃูุฒู ุงููู ูู ูุชุงุจู ุฃู ุงูู
ุฑุงุฏ ุจููู ุงููู ุชุนุงูู (ู ูู ุณุจูู ุงููู) ูู ุขูุฉ ุงูุตุฏูุงุช ุจุนุถ ุฃุนู
ุงู ุงูุจุฑ ูุง ูููุง ููู ุงูุฌูุงุฏ، ู ูุฏุฎู ูู ุณุจูู ุงููู ุนูุฏ ุงูุฅู
ุงู
ุฃุญู
ุฏ ู
ู ูุฑูุฏ ุงูุญุฌ ููู ูููุฑ. ููู
ููู ุฅู ููู
ุฉ (ู ูู ุณุจูู ุงููู) ุชุนู
ูู ู
ุดุฑูุน ุฎูุฑู ุฃุญุฏ ู
ู ุงูุฃุฆู
ุฉ ุงูู
ุฌุชูุฏูู ุฅูู
ุง ุฐูู ุฐูุฑู ุจุนุถ ุงูุญูููุฉ ู
ู ุงูู
ุชุฃุฎุฑูู ููุณ ู
ู ุฃุตุญุงุจ ุฃุจู ุญูููุฉ ุงูุฐูู ูู
ู
ุฌุชูุฏูู ูุญุฑุงู
ุฃู ูุคุฎุฐ ุจููู ูุฐุง ุงูุนุงูู
“Dalil yang kami pakai adalah hadits nabi, yakni yang menjelaskan terkait apa yang diturunkan oleh Allah didalam kitabnya bahwa yang dimaksud Sabilillah didalam ayat tentang zakat adalah sebagian dari amal kebaikan, bukan semuanya, yakni jihad. Adapun menurut imam Ahmad, yang termasuk Sabilillah itu adalah orang yang hendak berhaji namun dalam keadaan fakir. Dan tidak ada satupun imam mujtahid yang menyatakan bahwa lafadz Sabilillah itu mencakup semua bentuk amal kebaikan, melainkan hal itu hanya disebutkan oleh sebagian ulama mutaakhir madzhab Hanafi, bukan dari ashabnya imam Abu Hanifah sendiri yang termasuk mujtahid. Atas dasar itu, maka haram untuk mengambil (dan mengikuti) pendapat tersebut”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูููุถ ุงููุงูู ูุฏุนูู ููุณู ุงููุฑุถุงูู : ุต ูกูจ)
ูุฃู
ุง ู
ุง ุญูุงู ุงูุฑุงุฒู ู
ู ุฃู ุงูููุงู ุงูุดุงุดู ุนุฒุง ุงูููู ุจุดู
ูู (ููู ุณุจูู ุงููู) ููุฌูู ุงูุจุฑ ุงูู ู
ุฌููู ู
ู ุงููููุงุก ุนูู ุฎูุงู ุฑุฃู ุงูุฌู
ุงุนุฉ ููุง ุนุจุฑุฉ ุจู. ูุฃู ุงุนุชุจุงุฑ ููุงู
ูุฑูุงูุฉ ู
ุฌููู ุนูู ุฎูุงู ุงูุฅุฌู
ุงุน؟ ููุฏ ูุงู ุงูููุซุฑู: ุฅู ุงูุดุงุดู ุญููู
ุง ุฃูู ุชูุณูุฑู ูุงู ุจุนุฏ ู
ุนุชุฒููุง ูุง ูุชุญุงุดู ููู ุกุงุฑุงุก ุงูู
ุจุชุฏุนุฉ ู
ู
ู ูุง ููุงู
ูููู
ูู
ูุฒู، ูุฒุงุฏ ูุฐุง ุงูุฃู
ุฑ ุชูู ุงูุฑูุงูุฉ ุณููุทุง ูุดุฐูุฐุง، ููุณูุง ุจุญู
ุฏ ุงููู ู
ู
ู ูุชุฑู ุฌู
ููุฑ ุงูุฃู
ุฉ ููุชุจุน ู
ุฌุงููู ุงูุดุฐุงุฐ. ุซู
ุฅู ุงูุดุงุดู ุงูููุงู ูู
ูุนุชู
ุฏ ูุฐุง ุงูููู ูุฅูุง ููุงู ุฃูุฑุฏู ูู ูุชุงุจู ุญููุฉ ุงูุนูู
ุงุก ูุฅูู ุฐูุฑ ููู ุฃู ุณูู
ูู ุณุจูู ุงููู ูู
ุงูุบุฒุงุฉ ุงูุฐูู ุฅุฐุง ูุดุทูุง ุบุฒูุง
“Adapun apa yang dihikayatkan oleh imam Ar-Razi bahwa imam Qoffal Asy-Syasyi menisbatkan pendapat yang memperluas makna sabilillah hingga mencakup berbagai jenis kebaikan kepada orang-orang yang majhul dikalangan fuqoha, yang mana pendapat tersebut bertentangan dengan pendapatnya mayoritas ulama, maka pendapatnya tidak dianggap (tidak bisa diterima). Jadi apakah pantas riwayat yang berasal dari seorang yang majhul itu dianggap (diterima), padahal pendapatnya menyelisihi ijma? Bahkan imam Al-Kautsari menyatakan bahwa As-Syasyi (imam Qoffal) ketika menyusun kitab tafsirnya itu setelah beliau menjadi seorang mu'tazilah yang tidak ragu untuk menukil pendapatnya orang-orang ahli bid'ah yang tidak memiliki bobot. Maka hal ini semakin menambah jatuh dan syadznya (menyimpangnya) riwayat tersebut. Adapun kita, alhamdulillah bukanlah orang-orang yang meninggalkan pendapat mayoritas ulama demi mengikuti pendapatnya orang-orang bodoh yang syadz (menyimpang). Kemudian, imam As-Syasyi Al-Qoffal juga tidak pernah mengukuhkan pendapat tersebut. Sebab jika beliau mengukuhkannya, maka sudah barang tentu beliau akan menyebutkan pendapat itu didalam kitabnya Hilyatul Ulama. Akan tetapi beliau malah menyebutkan bahwa Sabilillah maknanya adalah orang-orang yang berperang (dijalan Allah), yaitu yang jika mereka bersemangat maka mereka akan berperang”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูููู ุงูุฅุณูุงู
ู ูุฃุฏูุชู : ุฌ ูฃ ุต ูกูฉูฅูจ)
ุฃุชูู ุฌู
ุงููุฑ ูููุงุก ุงูู
ุฐุงูุจ ุนูู ุฃูู ูุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ุฅูู ุบูุฑ ู
ู ุฐูุฑ ุงููู ุชุนุงูู ู
ู ุจูุงุก ุงูู
ุณุงุฌุฏ ูุงูุฌุณูุฑ ูุงูููุงุทุฑ ูุงูุณูุงูุงุช ููุฑู ุงูุฃููุงุฑ ูุฅุตูุงุญ ุงูุทุฑูุงุช ูุชูููู ุงูู
ูุชู ููุถุงุก ุงูุฏูู ูุงูุชูุณุนุฉ ุนูู ุงูุฃุถูุงู ูุจูุงุก ุงูุฃุณูุงุฑ ูุฅุนุฏุงุฏ ูุณุงุฆู ุงูุฌูุงุฏ ูุตูุงุนุฉ ุงูุณูู ุงูุญุฑุจูุฉ ูุดุฑุงุก ุงูุณูุงุญ ููุญู ุฐูู ู
ู ุงููุฑุจ ุงูุชู ูู
ูุฐูุฑูุง ุงููู ุชุนุงูู ู
ู
ุง ูุง ุชู
ููู ููู ูุฃู ุงููู ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู ูุงู: ุฅูู
ุง ุงูุตุฏูุงุช ููููุฑุก ูููู
ุฉ ุฅูู
ุง ููุญุตุฑ ูุงูุฅุซุจุงุช، ุซุจุช ุงูู
ุฐููุฑ ูุชููุถู ู
ุง ุนุฏุงู ููุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ุฅูู ูุฐู ุงููุฌู ูุฃูู ูู
ููุฌุฏ ุงูุชู
ููู ุงุตูุง
“Jumhur fuqoha dari semua madzhab sepakat bahwa zakat tidak boleh ditashorufkan kepada selain yang telah disebutkan oleh Allah semisal untuk pembangunan masjid, jembatan, saluran air, memperbaiki jalan, mengurus jenazah, melunasi hutang, memberikan fasilitas untuk tamu, membangun tembok, mempersiapkan sarana jihad semisal pembuatan kapal perang, membeli senjata dan bentuk perbuatan baik lainnya yang tidak disebutkan oleh Allah dimana pentashorufannya tidak ada bentuk kepemilikan (untuk mustahiq zakat). Karena Allah berfirman: Innama shodaqot lilfuqoro, dan kalimat innama didalam ayat tersebut menunjukkan hashr (pembatasan) dan penetapan. Oleh karena itu, yang disebutkan telah tetap sedangkan yang lainnya ternafikan. Sehingga zakat tidak boleh ditashorufkan untuk hal-hal seperti diatas, karena pada dasarnya pentashorufan zakat untuk hal-hal seperti diatas itu tidak ada bentuk kepemilikan (untuk mustahiq zakat)”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูู
ูุณูุนุฉ ุงูููููุฉ ุงููููุชูุฉ : ุฌ ูขูฃ ุต ูฃูขูฉ)
ุฐูุจ ุงููููุงุก ุฅูู ุฃูู ูุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ูู ุฌูุงุช ุงูุฎูุฑ ุบูุฑ ู
ุง ุชูุฏู
ุจูุงูู، ููุง ุชูุดุฃ ุจูุง ุทุฑูู ููุง ูุจูู ุจูุง ู
ุณุฌุฏ ููุง ููุทุฑุฉ ููุง ุชุดู ุจูุง ุชุฑุนุฉ ููุง ูุนู
ู ุจูุง ุณูุงูุฉ، ููุง ููุณุน ุจูุง ุนูู ุงูุฃุตูุงู، ููู
ูุตุญ ููู ููู ุฎูุงู ุนู ู
ุนูู ูุนุชุฏ ุจู ูุธุงูุฑ ููุงู
ุงูุฑู
ูู ุฃูู ุฅุฌู
ุงุน، ูุงุญุชุฌูุง ูุฐูู ุจุฃู
ุฑูู. ุงูุฃูู: ุฃูู ูุง ุชู
ููู ูููุง ูุฃู ุงูู
ุณุฌุฏ ููุญูู ูุง ูู
ูู، ููุฐุง ุนูุฏ ู
ู ูุดุชุฑุท ูู ุงูุฒูุงุฉ ุงูุชّู
ููู. ูุงูุซุงูู: ุงูุญุตุฑ ุงูุฐู ูู ุงูุขูุฉ، ูุฅู ุงูู
ุณุงุฌุฏ ููุญููุง ููุณุช ู
ู ุงูุฃุตูุงู ุงูุซู
ุงููุฉ، ููู ุงูุญุฏูุซ ุงูู
ุชูุฏู
ุงูุฐู ููู: ุฅู ุงููู ุฌุนู ุงูุฒูุงุฉ ุซู
ุงููุฉ ุฃุฌุฒุงุก
“Para fuqoha menyatakan bahwa tidak boleh mentashorufkan zakat untuk jenis kebaikan (apapun) selain apa yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu zakat tidak boleh ditashorufkan untuk pembangunan jalan, masjid, jembatan, membuat saluran air serta tempat minum. Dan tidak ada pendapat yang bisa membenarkan adanya khilaf mengenai hal ini dimana pendapat tersebut diakui sebagai khilaf, bahkan dzohirnya pernyataan imam Romli pun menunjukkan bahwa yang demikian itu sudah menjadi ijma. Alasannya ada dua: Pertama, tidak ada kepemilikan terkait pentashorufan zakat untuk pembangunan masjid, karena masjid dan sejenisnya itu tidak dapat dimiliki. Dan ini berlaku bagi orang yang mensyaratkan kepemilikan dalam permasalahan zakat. Kedua, batasan yang terdapat didalam ayat. Karena sesungguhnya masjid dan yang lainnya itu bukan termasuk delapan ashnaf (yang sudah disebutkan didalam Al-Qur'an). Dan didalam hadits yang sebelumnya disebutkan bahwa Allah hanya memberlakukan zakat untuk delapan ashnaf”
๐ Tambahan keterangan :
(๏ป๏บ๏บ๏ปญ๏ปฏ ๏บ๏ปท๏บฏ๏ปซ๏บฎ : ุฌ ูก ุต ูกูงูฃ)
(๏ปญ๏ป๏ปฐ ๏บณ๏บ๏ปด๏ป ๏บ๏ป๏ป ๏ปช) ๏ปญ๏ป๏ป๏บช ๏บ๏บ๏ป๏ป ๏ป๏ป๏ปฌ๏บ๏บ ๏บ๏ป๏ปค๏บฌ๏บ๏ปซ๏บ ๏บ๏ปท๏บญ๏บ๏ป๏บ ๏ป๏ป ๏ปฐ ๏บ๏ปฅ ๏บ๏ป๏ปค๏ป๏บผ๏ปฎ๏บฉ ๏บ๏ปฌ๏บ ๏บ๏ป๏บ ๏ปฌ๏บ๏บฉ ๏ปญ๏บ๏ป๏ป๏บ๏บ๏ป ๏ป๏ป ๏ปฐ ๏บ๏บง๏บ๏ปผ๏ป ๏บ๏ปด๏ปจ๏ปฌ๏ปข ๏ป๏ปฐ ๏ปฃ๏บ๏ปซ๏ปด๏บ ๏บ๏ป๏บ ๏ปฌ๏บ๏บฉ ๏ปญ๏บ๏ป๏บฎ๏บ๏บฉ ๏บ๏ป๏ปค๏บ ๏บ๏ปซ๏บช๏ปณ๏ปฆ ๏ปญ๏บท๏บฎ๏ปญ๏ป ๏บ๏ปป๏บณ๏บ๏บค๏ป๏บ๏ป ๏ป๏ปฐ ๏ปซ๏บฌ๏บ ๏บ๏ป๏บ๏บ๏บ
“(Sabilillah), para fuqoha empat madzhab telah sepakat bahwa yang dimaksud dengan Sabilillah adalah jihad dan perang meskipun terdapat perbedaan diantara mereka mengenai substansi jihad, individu-individu yang terlibat dalam jihad dan syarat-syarat kelayakan dalam bab tersebut”
๐ Tambahan keterangan :
(ุชูุณูุฑ ุฑู
ูุฒ ุงููููุฒ ูู ุชูุณูุฑ ุงููุชุงุจ ุงูุนุฒูุฒ ุณูุฑุฉ ุงูุชูุจุฉ : ูฆู )
ุงุชูู ุฃูู ุงูุนูู
ุนูู ุฃูู ูุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ุฅูู ุบูุฑ ูุฐู ุงูุฃุตูุงู ุงูุซู
ุงููุฉ ู
ู ุจูุงุก ู
ุณุฌุฏ ุฃู ุฅุตูุงุญ ุทุฑูู ุฃู ููู ู
ูุช ูุฃู ุงููู ุชุนุงูู ุฎุตูู
ุจูุง ุจูููู: {ุฅูู
ุง ูฑูุตุฏูุงุช}، ูููุธุฉ ุฅูู
ุง ุชุซุจุช ุงูู
ุฐููุฑ ูุชููู ู
ุง ุนุฏุงู
“Para ulama telah sepakat bahwa zakat tidak boleh ditashorufkan kepada selain delapan ashnaf ini semisal zakat untuk pembangunan masjid, untuk memperbaiki jalan atau untuk mengurus jenazah. Karena Allah telah mengkhususkan mereka (yang berhak menerima zakat) dengan menyebutnya didalam Al-Qur'an: (Innama shodaqot), dan lafadz innama adalah untuk menetapkan yang telah disebutkan itu serta untuk menafikan yang lainnya”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูู
ุบูู : ุฌ ูข ุต ูฅูขูฅ)
ูุตู: ููุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ุฅูู ุบูุฑ ู
ู ุฐูุฑ ุงููู ุชุนุงูู ู
ู ุจูุงุก ุงูู
ุณุงุฌุฏ ูุงูููุงุทุฑ ูุงูุณูุงูุงุช ูุงุตูุงุญ ุงูุทุฑูุงุช ูุณุฏ ุงูุจุซูู ูุชูููู ุงูู
ูุชู ูุงูุชูุณุนุฉ ุนูู ุงูุฃุถูุงู ูุฃุดุจุงู ุฐูู ู
ู ุงููุฑุจ ุงูุชู ูู
ูุฐูุฑูุง ุงููู ุชุนุงูู
“(Pasal), dan tidak diperbolehkan mentashorufkan zakat kepada selain ashnaf yang sudah Allah disebutkan didalam Al-Qur'an semisal zakat untuk pembangunan masjid, jembatan, tempat penampungan air, memperbaiki jalan, menutup lubang, mengurus jenazah dan semisalnya dari amal-amal kebaikan yang tidak disebutkan oleh Allah”
๐ Tambahan keterangan :
(ุณุฑุญ ู
ุฎุชุตุฑ ุฎููู : ุฌ ูข ุต ูขูกูฉ)
ููุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุดูุก ู
ู ุงูุตุฏูุงุช ูู ุบูุฑ ุงููุฌูู ุงูู
ุจููุฉ ู
ู ุนู
ุงุฑุฉ ุงูู
ุณุงุฌุฏ ุฃู ุจูุงุก ุงูููุงุทุฑ ุฃู ุชูููู ุงูู
ูุชู ุฃู ูู ุงูุฃุณุงุฑู ุฃู ุบูุฑ ุฐูู ู
ู ุงูู
ุตุงูุญ
“Dan tidak diperbolehkan mentashorufkan zakat untuk selain yang telah ditentukan (dan telah disebutkan didalam Al-Qur'an) semisal zakat untuk pembangunan masjid, jembatan, mengurus jenazah, membebaskan tawanan atau amal-amal kebaikan lainnya”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงููุชุงูู ุงูููุฏูุฉ : ุฌ ูฆ ุต ูฃูฉูข)
ููุฐูู ูู ุฌู
ูุน ุฃุจูุงุจ ุงูุจุฑ ุงูุชู ูุง ููุน ุจูุง ุงูุชู
ููู ูุนู
ุงุฑุฉ ุงูู
ุณุงุฌุฏ ูุจูุงุก ุงูููุงุทุฑ ูุงูุฑุจุงุทุงุช، ูุง ูุฌูุฒ ุตุฑู ุงูุฒูุงุฉ ุฅูู ูุฐู ุงููุฌูู، ูุงูุญููุฉ: ุฃู ูุชุตุฏู ุจู
ูุฏุงุฑ ุฒูุงุชู ุนูู ูููุฑ ุซู
ูุฃู
ุฑู ุจุนุฏ ุฐูู ุจุงูุตุฑู ุฅูู ูุฐู ุงููุฌูู، ููููู ููู
ุชุตุฏู ุซูุงุจ ุงูุตุฏูุฉ ููุฐุงูู ุงููููุฑ ุซูุงุจ ุจูุงุก ุงูู
ุณุฌุฏ ูุงูููุทุฑุฉ
“Demikian halnya dalam semua bentuk amal kebaikan yang tidak melibatkan kepemilikan (individu) semisal pembangunan masjid, jembatan dan ribath, maka tidak diperbolehkan untuk mentashorufkan zakat kepada hal-hal tersebut. Jadi solusinya adalah bersedekah dengan kadar atau jumlah zakat kepada orang fakir, kemudian memerintahkan orang fakir itu untuk memberikan sedekahnya kepada hal-hal tersebut. Sehingga yang memberi sedekah akan mendapatkan pahala atas sedekahnya, dan orang fakir pun akan mendapatkan pahala dari pembangunan masjid dan pembangunan jembatan”
ูุงููู ุงุนูู
ุจุงูุตูุงุจ
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar