๐ Pertanyaan
Assalamualaikum wr wb.
Mau tanya, sebenarnya hukum wanita yg pke cadar menurut Mazhab Syafi’i itu seperti apa, apakah wajib atau sekedar sunah?
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Hukum memakai cadar berkisar pada batasan-batasan aurat perempuan itu sendiri (maksudnya perempuan merdeka yang sudah baligh). Jika wajah dianggap aurat, maka hukum menutupinya adalah wajib entah itu dengan memakai cadar, niqob dan sejenisnya. Nah para ulama madzhab Syafi'i memang berbeda pendapat mengenai status wajah perempuan apakah termasuk aurat atau bukan, dan pendapat yang mu'tamad (pendapat yang dikukuhkan) didalam madzhab Syafi'i itu sendiri adalah pendapat yang menyatakan bahwa wajah perempuan termasuk aurat sehingga wajib untuk menutupnya. Sedangkan pendapat sebagian ulama madzhab Syafi'i yang lain menyatakan bahwa wajah bukan termasuk aurat, namun pendapat tersebut bukanlah pendapat yang mu'tamad.
๐ Catatan :
Yang dimaksud wajah termasuk aurat adalah ketika berada diluar sholat, adapun ketika berada didalam sholat maka wajah bukan termasuk aurat. Kecuali jika pada saat sholat terdapat laki-laki bukan mahram yang tidak bisa menjaga pandangannya, maka pada saat itu perempuan tidak boleh membuka wajahnya karena khawatir akan menimbulkan fitnah.
๐ Keterangan :
(ุญูุงุดู ุงูุดุฑูุงูู ุนูู ุชุญูุฉ ุงูู
ุญุชุงุฌ : ุฌ ูข ุต ูกูกูข)
ูููู: (ูุฅูู
ุง ุญุฑู
ูุธุฑูู
ุง ุงูุฎ) ุฃู ุงููุฌู ูุงููููู ู
ู ุงูุญุฑุฉ ููู ุจูุง ุดููุฉ، ูุงู ุงูุฒูุงุฏู ูู ุดุฑุญ ุงูู
ุญุฑุฑ ุจุนุฏ ููุงู
: ูุนุฑู ุจูุฐุง ุงูุชูุฑูุฑ ุฃู ููุง ุซูุงุซ ุนูุฑุงุช، ุนูุฑุฉ ูู ุงูุตูุงุฉ ููู ู
ุง ุชูุฏู
، ูุนูุฑุฉ ุจุงููุณุจุฉ ููุธุฑ ุงูุงุฌุงูุจ ุฅูููุง ุฌู
ูุน ุจุฏููุง ุญุชู ุงููุฌู ูุงููููู ุนูู ุงูู
ุนุชู
ุฏ، ูุนูุฑุฉ ูู ุงูุฎููุฉ ูุนูุฏ ุงูู
ุญุงุฑู
ูุนูุฑุฉ ุงูุฑุฌู
“Pernyataan mushonnif (pengarang kitab): Sesungguhnya diharamkan melihatnya, yakni wajah dan kedua telapak tangannya perempuan merdeka meskipun tanpa adanya syahwat. Al-Imam Az-Ziyadi didalam kitab Syarah Al-Muharror mengatakan: Atas dasar hal ini, maka dapat diketahui bahwa aurat perempuan merdeka itu dibagi menjadi tiga. Yaitu saat melakukan sholat, maka auratnya seperti keterangan yang telah lalu (yaitu seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya). Lalu saat dinisbatkan pada pandangan laki-laki yang bukan mahram, maka auratnya adalah seluruh tubuh sampai wajah dan kedua telapak tangannya berdasarkan pendapat yang mu'tamad. Dan saat sendiri serta saat bersama mahram, maka auratnya seperti halnya aurat kaum laki-laki (yaitu antara pusar dan lutut)”
๐ Tambahan keterangan :
(ูุชุญ ุงููุฑูุจ : ุต ูจูฅ)
(ูุฌู
ูุน ุจุฏู ุงูุญุฑุฉ ุนูุฑุฉ ุฅูุง ูุฌููุง ูููููุง) ููุฐู ุนูุฑุชูุง ูู ุงูุตูุงุฉ، ุฃู
ุง ุฎุงุฑุฌ ุงูุตูุงุฉ ูุนูุฑุชูุง ุฌู
ูุน ุงูุจุฏู
“Seluruh tubuh perempuan merdeka adalah aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, dan ini adalah auratnya didalam sholat. Adapun auratnya diluar sholat adalah seluruh tubuhnya (termasuk wajah dan kedua telapak tangannya)”
๐ Tambahan keterangan :
(ููุงูุฉ ุงูุฒูู : ุต ูคูง)
ูุงูุญุฑุฉ ููุง ุฃุฑุจุน ุนูุฑุงุช، ุฅุญุฏุงูุง: ุฌู
ูุน ุจุฏููุง ุฅูุง ูุฌููุง ูููููุง ุธูุฑุง ูุจุทูุง ููู ุนูุฑุชูุง ูู ุงูุตูุงุฉ، ููุฌุจ ุนูููุง ุณุชุฑ ุฐูู ูู ุงูุตูุงุฉ ุญุชู ุงูุฐุฑุงุนูู ูุงูุดุนุฑ ูุจุงุทู ุงููุฏู
ูู، ุซุงููุชูุง: ู
ุง ุจูู ุณุฑุชูุง ูุฑูุจุชูุง ููู ุนูุฑุชูุง ูู ุงูุฎููุฉ ูุนูุฏ ุงูุฑุฌุงู ุงูู
ุญุงุฑู
ูุนูุฏ ุงููุณุงุก ุงูู
ุคู
ูุงุช، ุซุงูุซุชูุง :ุฌู
ูุน ุงูุจุฏู ุฅูุง ู
ุง ูุธูุฑ ุนูุฏ ุงูู
ููุฉ ููู ุนูุฑุชูุง ุนูุฏ ุงููุณุงุก ุงููุงูุฑุงุช، ุฑุงุจุนุชูุง: ุฌู
ูุน ุจุฏููุง ุญุชู ููุงู
ุฉ ุธูุฑูุง ููู ุนูุฑุชูุง ุนูุฏ ุงูุฑุฌุงู ุงูุงุฌุงูุจ ููุญุฑู
ุนูู ุงูุฑุฌู ุงูุงุฌูุจู ุงููุธุฑ ุงูู ุดูุก ู
ู ุฐูู ููุฌุจ ุนูู ุงูู
ุฑุฃุฉ ุณุชุฑ ุฐูู ุนูู
“Aurat perempuan merdeka itu dibagi menjadi empat. Yang pertama adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya entah itu bagian luarnya maupun bagian dalamnya, dan ini adalah auratnya didalam sholat. Oleh karena itu wajib bagi perempuan untuk menutupnya ketika sedang sholat termasuk hingga kedua lengannya, rambutnya dan kedua telapak kakinya. Yang kedua adalah bagian antara pusar dan lutut. Dan ini adalah auratnya saat sendiri, saat bersama laki-laki mahramnya dan saat bersama perempuan mukminah lainnya. Yang ketiga adalah seluruh tubuhnya kecuali yang nampak saat sedang bekerja, dan ini adalah auratnya saat bersama perempuan kafir. Yang keempat adalah seluruh tubuhnya meskipun potongan kukunya yang telah terpisah, dan ini adalah auratnya dihadapan laki-laki yang bukan mahram. Maka dari itu diharamkan bagi laki-laki yang bukan mahram untuk memandang sesuatu pun dari tubuhnya, dan perempuan pun wajib untuk menutup (auratnya dari pandangannya)”
๐ Tambahan keterangan :
(ุญุงุดูุฉ ุงูุจุฌูุฑู
ู ุนูู ุงูุฎุทูุจ : ุฌ ูก ุต ูคูฅูก)
ูููู: (ูุนูุฑุฉ ุงูุญุฑุฉ) ุฃู ูู ุงูุตูุงุฉ، ุฃู
ุง ุนูุฑุชูุง ุฎุงุฑุฌ ุงูุตูุงุฉ ุจุงููุณุจุฉ ููุธุฑ ุงูุฃุฌูุจู ุฅูููุง ููู ุฌู
ูุน ุจุฏููุง ุญุชู ุงููุฌู ูุงููููู ููู ุนูุฏ ุฃู
ู ุงููุชูุฉ ููู ุฑูููุฉ، ููุญุฑู
ุนูู ุงูุฃุฌูุจู ุฃู ููุธุฑ ุฅูู ุดูุก ู
ู ุจุฏููุง ููู ููุงู
ุฉ ุธูุฑ ู
ููุตูุง ู
ููุง
“Pernyataan mushonnif (pengarang kitab): Dan aurat perempuan merdeka, yakni didalam sholat. Adapun auratnya diluar sholat dengan dinisbatkan pada pandangan laki-laki yang bukan mahram, maka auratnya adalah seluruh tubuhnya termasuk wajah dan kedua telapak tangannya meskipun saat aman dari fitnah dan meskipun dia adalah seorang hamba sahaya. Maka dari itu haram bagi laki-laki yang bukan mahram untuk memandang sesuatu pun dari tubuhnya meskipun potongan kuku yang sudah terpisah”
๐ Tambahan keterangan :
(ุญุงุดูุฉ ุงูุจุฌูุฑู
ู ุนูู ุงูู
ููุฌ : ุฌ ูก ุต ูขูฃูฅ)
ูููุญุฑุฉ ุฃุฑุจุน ุนูุฑุงุช: ูุนูุฏ ุงูุฃุฌุงูุจ ุฌู
ูุน ุงูุจุฏู، ูุนูุฏ ุงูู
ุญุงุฑู
ูุงูุฎููุฉ ู
ุง ุจูู ุงูุณุฑุฉ ูุงูุฑูุจุฉ، ูุนูุฏ ุงููุณุงุก ุงููุงูุฑุงุช ู
ุง ูุง ูุจุฏู ุนูุฏ ุงูู
ููุฉ، ููู ุงูุตูุงุฉ ู
ุง ุฐูุฑู ุงูุดุงุฑุญ ููู ุฃู ุนูุฑุชูุง ูู ุงูุตูุงุฉ ุบูุฑ ุงููุฌู ูุงููููู
“Aurat perempuan merdeka itu dibagi menjadi empat. Pertama, auratnya dihadapan laki-laki yang bukan mahram adalah seluruh tubuhnya. Kemudian auratnya saat bersama mahram dan saat sendiri adalah antara pusar dan lutut. Lalu auratnya dihadapan perempuan kafir adalah apa-apa yang biasa tampak saat sedang bekerja. Dan auratnya didalam sholat adalah sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya”
๐ Tambahan keterangan :
(ุฅุชุญุงู ุงูุณุงุฏุฉ ุงูู
ุชููู ุจุดุฑุญ ุฅุญูุงุก ุนููู
ุงูุฏูู : ุต ูฃูฆู )
ูุฅุฐุง ุฎุฑุฌุช ูููุจุบู ุฃู ุชุบุถ ุจุตุฑูุง ุนู ุงูุฑุฌุงู، ููุณูุง ูููู ุฅู ูุฌู ุงูุฑุฌู ูู ุญููุง ุนูุฑุฉ ููุฌู ุงูู
ุฑุฃุฉ ูู ุญูู، ุจู ูู ููุฌู ุงูุตุจู ุงูุฃู
ุฑุฏ ูู ุญู ุงูุฑุฌู، ููุญุฑู
ุงููุธุฑ ุนูุฏ ุฎูู ุงููุชูุฉ ููุท ูุฅู ูู
ุชูู ูุชูุฉ ููุง، ุฅุฐ ูู
ูุฒู ุงูุฑุฌุงู ุนูู ู
ู
ุฑ ุงูุฒู
ุงู ู
ูุดููู ุงููุฌูู، ูุงููุณุงุก ูุฎุฑุฌู ู
ูุชูุจุงุช، ููู ูุงู ูุฌูู ุงูุฑุฌุงู ุนูุฑุฉ ูู ุญู ุงููุณุงุก ูุฃู
ุฑูุง ุจุงูุชููุจ ุฃู ู
ูุนู ู
ู ุงูุฎุฑูุฌ ุฅูุง ูุถุฑูุฑุฉ
“Jika seorang perempuan keluar rumah, maka hendaklah dia menundukkan pandangannya dari memandang kaum laki-laki. Kami tidak berkata bahwa wajah laki-laki itu adalah aurat bagi perempuan sebagaimana wajah perempuan adalah aurat bagi laki-laki, akan tetapi dia sebagaimana wajah pemuda amrod bagi kaum laki-laki. Maka dari itu diharamkan bagi perempuan untuk memandangnya jika dikhawatirkan timbul fitnah, namun jika tidak dikhawatirkan timbul fitnah maka tidak diharamkan. Karena wajah kaum laki-laki senantiasa terbuka sejak zaman dahulu, dan kaum perempuan pun senantiasa keluar rumah dengan memakai niqob. Jadi seandainya wajah kaum laki-laki itu merupakan aurot bagi kaum perempuan, maka sudah barang tentu mereka akan diperintahkan untuk memakai niqob atau dilarang untuk keluar rumah kecuali dalam keadaan darurat”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูู
ูุณูุนุฉ ุงูููููุฉ : ุฌ ูคูก ุต ูกูฃูค-ูกูฃูฅ)
ููุฏ ุงุฎุชูู ุงููููุงุก ูู ููู ุงููุฌู ุนูุฑุฉ، ูุฐูุจ ุฌู
ููุฑ ุงููููุงุก ุงูุญูููุฉ ูุงูู
ุงูููุฉ ูุงูุดุงูุนูุฉ ูุงูุญูุงุจูุฉ ุฅูู ุฃู ุงููุฌู ููุณ ุจุนูุฑุฉ، ูุฅุฐุง ูู
ููู ุนูุฑุฉ ูุฅูู ูุฌูุฒ ููุง ุฃู ุชุณุชุฑู ูุชูุชูุจ ูููุง ุฃู ุชูุดูู ููุง ุชูุชูุจ. ูุงู ุงูุญูููุฉ: ุชู
ูุน ุงูู
ุฑุฃุฉ ุงูุดุงุจุฉ ู
ู ูุดู ูุฌููุง ุจูู ุงูุฑุฌุงู ูู ุฒู
ุงููุง ูุง ูุฃูู ุนูุฑุฉ ุจู ูุฎูู ุงููุชูุฉ، ูุฌุจ ุนูู ุงูุดุงุจุฉ ู
ุฎุดูุฉ ุงููุชูุฉ ุณุชุฑ ุญุชู ุงููุฌู ูุงููููู ุฅุฐุง ูุงูุช ุฌู
ููุฉ ุฃู ููุซุฑ ุงููุณุงุฏ. ูุงุฎุชูู ุงูุดุงูุนّูุฉ ูู ุชููุจ ุงูู
ุฑุฃุฉ ูุฑุฃู ููุฌุจ ุงูููุงุจ ุนูููุง، ูููู ูู ุณูุฉ، ูููู: ูู ุฎูุงู ุงูุฃَููู
“Para fuqoha berbeda pendapat apakah wajah (perempuan) itu termasuk aurat atau bukan. Jumhur fuqoha dari kalangan madzhab Hanafi, Maliki, Hambali dan Syafi'i menyatakan bahwa wajah bukan termasuk aurat. Atas dasar itu maka diperbolehkan untuk menutupnya dengan memakai niqob, dan diperbolehkan juga untuk membukanya. Madzhab Hanafi menyatakan: Pada zaman sekarang, perempuan yang masih muda dilarang untuk menampakkan wajahnya dihadapan kaum laki-laki. Hal itu bukan karena wajah termasuk aurat, akan tetapi karena khawatir menimbulkan fitnah (jika wajah perempuan yang masih muda tersebut ditampakkan). (Madzhab Maliki menyatakan): Perempuan yang masih muda jika dia cantik dan khawatir menimbulkan fitnah, maka wajib untuk menutup wajah dan kedua telapak tangannya. Atau karena sudah banyak terjadi kerusakan (maka wajib juga). Dan para ulama madzhab Syafi'i berbeda pendapat mengenai hukum memakai niqob bagi perempuan. Pendapat pertama menyatakan wajib, namun dikatakan: Hukumnya sunnah. Dan dikatakan juga: Hukumnya menyelisihi yang lebih utama”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูู
ุฌู
ูุน ุดุฑุญ ุงูู
ูุฐุจ : ุฌ ูฃ ุต ูกูงูค)
(ูุฑุน) ูู ู
ุฐุงูุจ ุงูุนูู
ุงุก ูู ุงูุนูุฑุฉ، ูุฏ ุฐูุฑูุง ุฃู ุงูู
ุดููุฑ ู
ู ู
ุฐูุจูุง ุฃู ุนูุฑุฉ ุงูุฑุฌู ู
ุง ุจูู ุณุฑุชู ูุฑูุจุชู ููุฐูู ุงูุฃู
ุฉ، ูุนูุฑุฉ ุงูุญุฑุฉ ุฌู
ูุน ุจุฏููุง ุฅูุง ุงููุฌู ูุงููููู
“(Cabang) terkait beberapa pendapat ulama mengenai (batasan) aurat, pendapat yang masyhur dikalangan madzhab kami menyatakan bahwa auratnya laki-laki adalah antara pusar dan lutut, demikian juga dengan auratnya budak sahaya. Sedangkan auratnya perempuan merdeka adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูู
ูุฐุจ ูู ููู ุงูุฅู
ุงู
ุงูุดุงูุนู : ุฌ ูก ุต ูกูขูค)
ุฃู
ุง ุงูุญุฑุฉ ูุฌู
ูุน ุจุฏููุง ุนูุฑุฉ ุฅูุง ุงููุฌู ูุงููููู ููููู ุชุนุงูู: ููุง ูุจุฏูู ุฒููุชูู ุฅูุง ู
ุง ุธูุฑ ู
ููุง، ูุงู ุงุจู ุนุจุงุณ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุง: ูุฌููุง ูููููุง ููุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููู ุงูู
ุฑุฃุฉ ูู ุงูุญุฑุงู
ุนู ูุจุณ ุงูููุงุฒูู ูุงูููุงุจ، ููู ูุงู ุงููุฌู ูุงููู ุนูุฑุฉ ูู
ุง ุญุฑู
ุณุชุฑูู
ุง ููุฃู ุงูุญุงุฌุฉ ุชุฏุนู ุฅูู ุฅุจุฑุงุฒ ุงููุฌู ูู ุงูุจูุน ูุงูุดุฑุงุก ูุฅูู ุฅุจุฑุงุฒ ุงููู ููุฃุฎุฐ ูุงูุฅุนุทุงุก ููู
ูุฌุนู ุฐูู ุนูุฑุฉ
“Adapun perempuan merdeka, maka seluruh tubuh mereka adalah aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Yaitu wajah dan kedua telapak tangannya karena nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang kaum perempuan ketika sedang ihram untuk memakai sarung tangan dan niqob. Dan seandainya wajah serta telapak tangan itu adalah aurat, maka beliau tidak akan mengharamkan untuk menutupnya. (Kemudian alasan lainnya adalah) karena adanya hajat yang menuntut seorang perempuan untuk menampakkan wajahnya ketika jual beli, dan menampakkan telapak tangannya ketika memberi dan menerima sesuatu. Maka dari itu wajah dan telapak tangan bukan termasuk aurat”
๐ Tambahan keterangan :
(ููุงูุฉ ุงูุฃุฎูุงุฑ : ุต ูกูฆูข)
ูููุฑู ุฃู ูุตูู ูู ุซูุจ ููู ุตูุฑุฉ ูุชูุซู
ุง ูุงูู
ุฑุฃุฉ ู
ุชููุจุฉ ุฅูุง ุฃู ุชููู ูู ู
ุณุฌุฏ ูููุงู ุฃุฌุงูุจ ูุง ูุญุชุฑุฒูู ุนู ุงููุธุฑ، ูุฅู ุฎูู ู
ู ุงููุธุฑ ุฅูููุง ู
ุง ูุฌุฑ ุฅูู ุงููุณุงุฏ
“Dimakruhkan sholat dengan memakai pakaian bergambar, penutup wajah dan perempuan yang sholat dengan memakai niqob, kecuali jika keadaan dimasjid tersebut tidak mampu terjaga dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Yang mana jika perempuan tersebut diapandang oleh laki-laki yang bukan mahram itu akan menimbulkan mafsadah atau kerusakan (maka tidak dimakruhkan saat itu sholat dengan memakai niqob)”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูุฅููุงุน ูู ุญู ุฃููุงุธ ุฃุจู ุดุฌุงุน : ุฌ ูก ุต ูคูฅูฃ)
ูููุฑู ุฃู ูุตูู ูู ุซูุจ ููู ุตูุฑุฉ ูุฃู ูุตูู ูู ุงูุฑุฌู ู
ุชูุซู
ุง ูุงูู
ุฑุฃุฉ ู
ูุชูุจุฉ ุฅูุง ุฃู ุชููู ูู ู
ูุงู ูููุงู ุฃุฌุงูุจ ูุง ูุญุชุฑุฒูู ุนู ุงููุธุฑ ุฅูููุง ููุง ูุฌูุฒ ููุง ุฑูุน ุงูููุงุจ
“Dimakruhkan sholat dengan memakai pakaian bergambar, lalu sholatnya seorang laki-laki dengan memakai penutup wajah, dan sholatnya seorang perempuan dengan memakai niqob. Kecuali jika ditempat tersebut ada laki-laki yang bukan mahram sehingga tidak terjaga dari pandangannya (maka tidak dimakruhkan). Atas dasar itu, maka perempuan tidak diperbolehkan untuk membuka niqobnya”
ูุงููู ุงุนูู
ุจุงูุตูุงุจ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar