Jumat, Juni 07, 2024

TANYA JAWAB - HUKUM BERSEDEKAH SAAT PUNYA HUTANG


๐Ÿ”„ Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr, wb...
Ada org yg punya hutang ke saya, tpi pada saat di tagih bnyk sekali alasan. Bilangnya blm ada lah, ini lah dan bnyk alasan lainnya. Pdhl org itu royal sekali kpd tetangganya dan kawan²nya, sedangkan utk bayar hutang bnyk alasan.

Yg mau di tanyakan, bagaimana hukumnya bersedekah ketika punya hutang sedangkan yg nagih jg ada kalanya butuh dgn uang itu๐Ÿ™๐Ÿ™

➡️ Jawaban :

Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.

Haram hukumnya bersedekah dalam keadaan punya hutang yang mana hutangnya tersebut sudah dalam keadaan jatuh tempo, atau si pemberi hutang sudah ingin segera dilunasi saat itu. Kecuali kalau yang berhutang punya uang lain untuk melunasi hutangnya, maka tidak apa-apa saat itu bersedekah. Sedangkan jika tidak ada uang lain kecuali uang yang seharusnya dia pakai untuk melunasi hutangnya, maka haram pada saat itu bersedekah.

๐Ÿ“š Keterangan :

ุตุฏู‚ุฉ ุงู„ุชุทูˆุน ุณู†ุฉ ูˆุชุญู„ ู„ุบู†ูŠ ูˆูƒุงูุฑ ูˆุฏูุนู‡ุง ุณุฑุง ูˆููŠ ุฑู…ุถุงู† ูˆู„ู‚ุฑูŠุจ ูˆุฌุงุฑ ุฃูุถู„ ูˆู…ู† ุนู„ูŠู‡ ุฏูŠู† ุฃูˆู„ู‡ ู…ู† ุชู„ุฒู…ู‡ ู†ูู‚ุชู‡ ูŠุณุชุญุจ ุฃู† ู„ุง ูŠุชุตุฏู‚ ุญุชู‰ ูŠุคุฏูŠ ู…ุง ุนู„ูŠู‡. ู‚ู„ุช: ุงู„ุฃุตุญ ุชุญุฑูŠู… ุตุฏู‚ุชู‡ ุจู…ุง ูŠุญุชุงุฌ ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ู†ูู‚ุฉ ู…ู† ุชู„ุฒู…ู‡ ู†ูู‚ุชู‡ ุฃูˆ ู„ุฏูŠู† ู„ุง ูŠุฑุฌูˆ ู„ู‡ ูˆูุงุก ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

“Sedekah itu pada dasarnya adalah sunnah, dan boleh diberikan kepada orang kaya serta orang kafir. Namun memberikan sedekah kepada kerabat dan tetangga secara sembunyi-sembunyi pada bulan ramadhan itu lebih utama. Sedangkan bagi orang yang mempunyai hutang atau ada orang yang wajib dia nafkahi, maka dianjurkan baginya untuk tidak bersedekah terlebih dahulu sampai dia menunaikan kewajibannya tersebut (yakni membayar hutang dan menafkahi keluarganya). Aku (imam Nawawi) katakan: Yang shohih adalah haram hukumnya bersedekah terhadap apa yang dia butuhkan untuk menafkahi orang yang wajib dia nafkahi atau untuk membayar hutang yang belum dia lunasi, wallahu a'lam” 

๐Ÿ“• (Minhajut Tholibin, hlm. 203)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ุจุงุจ ู„ุง ุตุฏู‚ุฉ ุฅู„ّุง ุนู† ุธู‡ุฑ ุบู†ู‰ ูˆู…ู† ุชุตุฏู‚ ูˆู‡ูˆ ู…ุญุชุงุฌ ุฃูˆ ุฃู‡ู„ู‡ ู…ุญุชุงุฌ ุฃูˆ ุนู„ูŠู‡ ุฏูŠู† ูุงู„ุฏูŠู† ุฃุญู‚ ุฃู† ูŠู‚ุถู‰ ู…ู† ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ูˆุงู„ุนุชู‚ ูˆุงู„ู‡ุจุฉ ูˆู‡ูˆ ุฑุฏ ุนู„ู‡. ู‚ู„ุช: ูˆุงู„ู…ุนู†ู‰ ุฃู† ุดุฑุท ุงู„ุชุตุฏู‚ ุฃู† ู„ุง ูŠูƒูˆู† ู…ุญุชุงุฌุง ูˆู„ุง ุฃู‡ู„ู‡ ู…ุญุชุงุฌุง ูˆู„ุง ูŠูƒูˆู† ุนู„ูŠู‡ ุฏูŠู† ูุฅุฐุง ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ุฏูŠู† ูุงู„ูˆุงุฌุจ ุฃู† ูŠู‚ุถูŠ ุฏูŠู†ู‡ ูˆู‚ุถุงุก ุงู„ุฏูŠู† ุฃุญู‚ ู…ู† ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ูˆุงู„ุนุชู‚ ูˆุงู„ู‡ุจุฉ ู„ุฃู† ุงู„ุงุจุชุฏุงุก ุจุงู„ูุฑุงุฆุถ ู‚ุจู„ ุงู„ู†ูˆุงูู„ ูˆู„ูŠุณ ู„ุฃุญุฏ ุฅุชู„ุงู ู†ูุณู‡ ูˆุฅุชู„ุงู ุฃู‡ู„ู‡ ูˆุฅุญูŠุงุก ุบูŠุฑู‡ ูˆุฅู†ู…ุง ุนู„ูŠู‡ ุฅุญูŠุงุก ุบูŠุฑู‡ ุจุนุฏ ุฅุญูŠุงุก ู†ูุณู‡ ูˆุฃู‡ู„ู‡ ุฅุฐ ู‡ู…ุง ุฃูˆุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ู…ู† ุญู‚ ุณุงุฆุฑ ุงู„ู†ุงุณ

“Al-Imam Bukhari rahimahullah mengatakan: Bab mengenai tidak boleh bersedekah kecuali dalam keadaan mencukupi. Barang siapa yang bersedekah dalam keadaan dirinya membutuhkan atau keluarganya membutuhkan, atau dalam keadaan memiliki hutang, maka membayar hutang lebih didahulukan daripada bersedekah, memerdekakan budak, dan menghibahkan harta. Dan bersedekah dalam keadaan seperti diatas itu ditolak (tidak membuahkan pahala). Aku (imam Badruddin Al-Aini) katakan: Makna dari apa yang telah dikatakan oleh imam Bukhari diatas bahwasanya syarat untuk bersedekah adalah sekiranya dia atau keluarganya tidak dalam keadaan membutuhkan dan tidak memiliki hutang. Oleh karena itu jika dia memiliki hutang, maka yang didahulukan adalah melunasi hutangnya. Karena melunasi utang lebih baik untuk dilakukan daripada bersedekah, memerdekakan budak, dan menghibahkan harta. Sebab yang demikian itu wajib didahulukan sebelum melakukan kesunnahan (bersedekah). Dan tidak diperbolehkan untuk menyengsarakan diri dan keluarganya sedangkan dia menghidupi (mencukupi) orang lain. Karena seharusnya dia menghidupi (mencukupi) orang lain setelah menghidupi (mencukupi) dirinya dan keluarganya, yang demikian itu karena dirinya dan keluarganya lebih wajib untuk diperhatikan daripada orang lain” 

๐Ÿ“• (Umdatul Qori Syarah Shohih Bukhari jilid 13, hlm. 327)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ูˆุฃู…ุง ู‚ูˆู„ู‡: ูˆุฃู…ุง ู…ู† ุชุตุฏู‚ ูˆุนู„ูŠู‡ ุฏูŠู†، ูุงู„ุฏูŠู† ุฃุญู‚ ุฃู† ูŠู‚ุถู‰ ู…ู† ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ูˆุงู„ุนุชู‚ ูˆุงู„ู‡ุจุฉ ูˆู‡ูˆ ุฑุฏ ุนู„ูŠู‡، ูู‡ูˆ ุฅุฌู…ุงุน ู…ู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู„ุง ุฎู„ุงู ุจูŠู†ู‡ู… ููŠู‡

“Pernyataan mushonnif (pengarang kitab) : Adapun orang yang bersedekah sedangkan dia dalam keadaan memiliki hutang, maka melunasi hutang itu lebih didahulukan daripada bersedekah, membebaskan budak dan menghibahkan harta, karena tidak akan diterima (atau tidak akan membuahkan pahala bersedekah saat itu). Hal ini merupakan kesepakatan para ulama, tidak ada perbedaan pendapat diantara mereka terkait hal ini”

๐Ÿ“• (Syarah Shohih Bukhari Ibnu Batthal jilid 3, hlm. 430)

๐Ÿ“š Tambahan keterangan :

ูˆุฃู…ุง ุชู‚ุฏูŠู… ุงู„ุฏูŠู† ูู„ุฃู† ุฃุฏุงุกู‡ ูˆุงุฌุจ ููŠุชู‚ุฏู… ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู†ูˆู† ูุฅู† ุฑุฌุงู„ู‡ ูˆูุงุก ู…ู† ุฌู‡ุฉ ุฃุฎุฑู‰ ุธุงู‡ุฑุฉ ูู„ุง ุจุฃุณ ุจุงู„ุชุตุฏู‚ ุจู‡ ุฅู„ุง ุฅู† ุญุตู„ ุจุฐู„ูƒ ุชุฃุฎูŠุฑ ูˆู‚ุฏ ูˆุฌุจ ูˆูุงุก ุงู„ุฏูŠู† ุนู„ู‰ ุงู„ููˆุฑ ุจู…ุทุงู„ุจุฉ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ุง ูุงู„ูˆุฌู‡ ูˆุฌูˆุจ ุงู„ู…ุจุงุฏุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุฅูŠูุงุฆู‡ ูˆุชุญุฑูŠู… ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ุจู…ุง ูŠุชูˆุฌู‡ ุฅู„ูŠู‡ ุฏูุนู‡ ููŠ ุฏูŠู†ู‡ ูƒู†ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ุฃุฐุฑุนูŠ

“Dan adapun mendahulukan pembayaran hutang karena hal itu merupakan sebuah kewajiban, mangkanya harus didahulukan daripada yang sunnah (yakni bersedekah). Namun jika hutangnya itu bisa terlunasi dari harta yang lain, maka tidak apa-apa bersedekah dengan harta tersebut kecuali jika menyebabkan terlambat pelunasannya sementara dia wajib untuk segera melunasi hutang tersebut semisal karena sudah ditagih (sudah jatuh tempo) atau yang lainnya. Atas dasar itu, dalam keadaan demikian maka wajib bagi dia untuk segera melunasi hutangnya dan diharamkan bersedekah dengan harta yang akan dia gunakan untuk melunasi hutangnya sebagaimana yang dikatakan oleh imam Al-Adzra'i” 

๐Ÿ“• (Mughni Al-Muhtaj jilid 3, hlm. 163)

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...