Sabtu, Maret 09, 2024

TANYA JAWAB - APAKAH TAKDIR BISA BERUBAH?


🔄 Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, mau bertanya.

Apakah usaha dan doa yang kita panjatkan itu akan bermanfaat untuk perubahan takdir? Umpama ada orang miskin dia berdoa dan terus berusaha lalu menjadi kaya, mohon penjelasannya 🙏

➡️ Jawaban :

Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.

Takdir manusia itu sudah Allah tetapkan sejak zaman azali, dan tidak akan mengalami perubahan sama sekali. Dan maksud takdir yang tidak akan mengalami perubahan disini adalah takdir yang telah tertulis di Lauh Mahfud. Adapun usaha dan doa yang dilakukan oleh manusia, adalah bagian daripada takdir.

Contoh sederhananya semisal ada orang miskin yang dengan pilihan sadarnya berusaha keras agar kemiskinannya itu berubah menjadi kekayaan dan hal itu berhasil dia lakukan, maka sebenarnya dia tidak merubah sedikit pun takdirnya. Takdirnya bukanlah miskin kemudian dilawan hingga berubah menjadi kaya, akan tetapi takdirnya adalah dia miskin lalu berusaha keras dan menjadi kaya. Jadi jika ditinjau dari pengetahuan atau pandangan Allah, Allah itu sebenarnya sudah lebih dulu mengetahui kalau orang miskin tersebut akan berdoa dan berusaha kemudian menjadi kaya.

Hanya saja jika ditinjau dari pengetahuan atau pandangan makhluk seperti manusia dan malaikat, maka takdir itu seolah-olah bisa berubah. Contohnya seperti orang miskin yang berdoa dan berusaha tadi, yang mana dalam pandangannya doa dan usaha dia itu seolah merubah kemiskinannya menjadi kekayaan. Padahal dia miskin, kemudian berdoa lalu berusaha dan menjadi kaya itu merupakan takdirnya. Jadi kesimpulannya, takdir tidak berubah jika ditinjau dari pengetahuan atau pandangan Allah. Tapi seolah terlihat berubah jika ditinjau dari pengetahuan atau pandangan makhluk.

📚 Keterangan :

كأن يقال للملك مثلا أن عمر فلان مائة مثلا أن وصل رحمه وستون إن قطعها وقد سبق في علم الله أنه يصل أو يقطع فالذي في علم الله لا يتقدم ولا يتأخر والذي في علم الملك هو الذي يمكن فيه الزيادة والنقص واليه الإشارة بقوله تعالى يمحو الله: يمحوا الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب، فالمحو والإثبات بالنسبة لما في علم الملك وما في أم الكتاب هو الذي في علم الله تعالى فلا محو فيه البتة ويقال له القضاء المبرم ويقال للأول القضاء المعلق

“Semisal dikatakan kepada malaikat: Sesungguhnya umur si fulan itu seratus tahun jika dia menyambung silaturahim, tapi jika tidak maka umurnya hanya delapan puluh tahun. Dan Allah telah lebih dulu mengetahui bahwa si fulan tersebut akan menyambung silaturahim atau memutuskan silaturahim. Maka, dalam pengetahuan (atau pandangan) Allah ketentuan si fulan itu tidak bisa dimajukan dan tidak bisa pula mundurkan. Adapun apa yang ada dalam pengetahuan (atau pandangan) malaikat (makhluk), maka mungkin saja bertambah atau berkurang. Dan hal ini telah diisyaratkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Allah menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan (apa yang dikehendakinya), dan disisinya terdapat ummul kitab (Lauh Mahfud). Maka, yang mungkin adanya pengahapusan atau penetapan itu adalah catatan yang ada pada malaikat. Sedangkan yang ada pada ummul kitab (Lauh Mahfudz atau yang ada pada pengetahuan Allah), maka tidak ada pengahapusan sama sekali. Dan itulah yang disebut takdir mubrom, sedangkan yang pertama disebut takdir muallaq (yaitu ketetapan atau takdir yang bergantung pada sebab)” 

📕 (Fathul Bari jilid 10, hlm. 416)

📚 Tambahan keterangan :

الذي سبق في علم الله لا يتغير ولا يتبدل والذي يجوز عليه التغيير والتبديل ما يبدو للناس من عمل العامل ولا يبعد أن يتعلق ذلك بما في علم الحفظة والموكلين بالآدمي، فيقع فيه المحو والإثبات كالزيادة في العمر والنقص وأما ما في علم الله فلا محو فيه ولا إثبات والعلم عند الله

“Apa yang telah diketahui oleh Allah (mengenai takdir) itu sama sekali tidak mengalami perubahan dan tidak mengalami pergantian, tapi yang (terkadang) bisa berubah dan berganti adalah apa yang tampak bagi manusia dari amal perbuatan seseorang (yang seolah tampak seperti berubah). Dan juga apa yang tampak bagi para malaikat penjaga yang ditugaskan kepada manusia. Maka dalam hal inilah (seolah) terjadi penetapan dan penghapusan (takdir) seperti bertambah atau berkurangnya umur seseorang. Adapun dalam pengetahuan (atau dalam pandangan) Allah, maka tidak ada penghapusan dan penetapan sama sekali. Dan pengetahuan yang hakiki itu hanya disisi Allah” 

📕 (Fathul Bari jilid 11, hlm. 488)

📚 Tambahan keterangan :

ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺃﻧﻪ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻳﻈﻬﺮ ﻟﻠﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻠﻮﺡ ﺍﻟﻤﺤﻔﻮﻅ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻓﻴﻈﻬﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻮﺡ ﺃﻥ ﻋﻤﺮﻩ ﺳﺘﻮﻥ ﺳﻨﺔ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﻓﺎﻥ ﻭﺻﻠﻬﺎ ﺯﻳﺪ ﻟﻪ ﺃﺭﺑﻌﻮﻥ ﻭﻗﺪ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺎ ﺳﻴﻘﻊ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻳﺸﺎﺀ ﻭﻳﺜﺒﺖ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﺑﻪ ﻗﺪﺭﻩ ﻭﻻ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﺑﻞ ﻫﻲ ﻣﺴﺘﺤﻴﻠﺔ ﻭﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﻟﻠﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ ﺗﺘﺼﻮﺭ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻭﻫﻮ ﻣﺮﺍﺩ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ

“Yang kedua bahwasanya hal itu berkaitan dengan apa yang ada dalam pengetahuan (atau pandangan) malaikat dan yang ada di Lauh Mahfud atau semisalnya. Maka tampak bagi mereka (yang sudah tertulis) di Lauh Mahfud bahwa umurnya enam puluh tahun kecuali jika dia menyambung silaturahim, jika dia menyambung silaturahim maka akan mendapatkan tambahan umur empat puluh tahun. Dan sungguh Allah telah lebih dulu mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya (yaitu apakah dia akan menyambung silaturahim atau tidak). Dan yang demikian itu termasuk dalam makna firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Allah menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan (apa yang dikehendakinya). Namun yang demikian ini jika dinisbatkan (ditinjau) dari pengetahuan (atau pandangan) Allah. Dan apa yang telah ditakdirkan itu sebenarnya tidak akan ada tambahannya, bahkan tambahan tersebut adalah mustahil. Sedangkan jika dinisbatkan (ditinjau) dari apa yang tampak bagi makhluk (manusia dan malaikat), maka akan tergambar seolah adanya penambahan (umur), dan itulah yang dimaksud hadits tersebut” 

📕 (Al-Minhaj Syarah Shohih Muslim jilid 16, hlm. 114)

📚 Tambahan keterangan :

قوله: يمحوا الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب، وقال ابن عباس: يمحو الله ما يشاء ويثبت إلا أشياء الخلق والخلق والأجل والرزق والسعادة والشقاوة، وعنه: هما كتابان سوى أم الكتاب يمحو الله منهما ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب الذي لا يتغير منه شيء

“Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Allah menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan (apa yang dikehendakinya), dan disisinya terdapat ummul kitab (Lauh Mahfud). Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendakinya kecuali terkait penciptaan, perangai (akhlak), ajal, rezeki, kebahagiaan dan kesengsaraan. Kemudian pendapat lain dari beliau: Terdapat dua kitab selain ummul kitab (Lauh Mahfud), dan dari dua kitab tersebut Allah menghapus serta menetapkan apa yang dikehendakinya. Disisinya terdapat ummul kitab (Lauh Mahfud) yang tidak akan mengalami perubahan sama sekali” 

📕 (Jami' Li Ahkamil Qur'an jilid 9, hlm. 288)

📚 Tambahan keterangan :

يمحو الله منه ما يشاء ويثبت بالتخفيف والتشديد، فيه ما يشاء من الأحكام وغيرها وعنده أم الكتاب أصله الذي لا يتغير منه شيء وهو ما كتبه في الأزل

“(Allah menghapuskan) daripada kitab itu (apa yang dikehendakinya dan menetapkan apa yang dikehendakinya), yakni berupa hukum-hukum dan masalah-masalah lain untuk dihapus atau ditetapkan. (Dan disisinya terdapat ummul kitab), yakni asal kitab (Lauh Mahfud) yang tidak mengalami perubahan sedikit pun daripadanya, yaitu sesuatu yang telah Allah tulis sejak zaman azali” 

📕 (Tafsir Jalalain jilid 2, hlm. 254)

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...