Senin, November 27, 2023

HIZBUT TAHRIR BERDAKWAH DALAM KEADAAN TIDAK PUNYA BEKAL


Diantara bekal yang mesti dimiliki oleh orang yang akan berdakwah atau beramar ma'ruf nahi munkar adalah harus memiliki sikap lemah lembut, sikap adil dan memiliki wawasan ilmu yang luas khususnya ilmu agama yang mencakup ilmu fiqih ibadah, fiqih muamalah, nahwu shorof dan lain sebagainya.

Al-Imamul A'dzhom Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata :

لا يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر إلا من كان فيه ثلاث خصال: رفيق بما يأمر رفيق بما ينهى، عدل بما يأمر عدل بما ينهى، عالم بما يأمر عالم بما ينهى

“Seseorang tidak boleh melakukan amar ma'ruf nahi munkar kecuali pada dirinya terdapat tiga perangai :

1. Lemah lembut saat menyeru dan mencegah.

2. Adil saat menyeru dan mencegah.

3. Alim (berilmu) terhadap perkara yang dia seru dan dia cegah.” (Al-Waro' : 55)

➡️ LEMAH LEMBUT

Umumnya, orang-orang Hizbut Tahrir tidak memiliki sikap lemah lembut ini. Maka dari itu jika kita mau berbicara soal Hizbut Tahrir, maka kita tidak akan aneh dengan mulut busuknya mereka yang suka mengolok, menghina, mencela dan lain sebagainya terutama terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Bagi orang yang bersebrangan ideologi dengan orang-orang Hizbut Tahrir, minimal anda akan menerima tuduhan semisal dikatai sebagai antek yahudi, buzzer dan lain sebagainya. Tuduhan-tuduhan semacam itu sudah biasa terlontar dari mulut-mulut busuk orang Hizbut Tahrir.

➡️ ADIL

Sikap adil juga tidak dimiliki oleh orang-orang Hizbut Tahrir. Dan diantara ciri yang paling menonjol adalah orang-orang Hizbut Tahrir tidak akan mau menerima kebenaran dari orang lain diluar kelompoknya. Sebaliknya, mereka juga tidak akan mau mengingkari kesalahan yang muncul dari dalam kelompoknya. Ini jelas kebodohan dan ketidak adilan, seolah menganggap bahwa kebenaran itu hanya milik kelompoknya saja dan yang lain salah semua.

➡️ ALIM (BERILMU)

Apalagi untuk yang terakhir ini, orang-orang Hizbut Tahrir pada umumnya tidak memiliki syarat alim ini. Nah anda akan banyak menemukan kasus dimana orang-orang yang menyerukan dakwah ini adalah dari golongan para juhala Hizbut Tahrir yang mana mereka jahil dalam ilmu fiqih, ilmu nahwu shorof dan ilmu-ilmu lainnya. Hal semacam itu sudah biasa ditemukan entah disosmed maupun didunia nyata, karena kalangan juhala Hizbut Tahrir memang diajarkan oleh para elitnya (yang sama-sama jahil juga) kalau orang awam pun katanya wajib berdakwah. Padahal, syarat berilmu ini adalah syarat yang paling penting dan wajib dimiliki oleh seseorang yang akan terjun ke dunia dakwah. Hanya saja orang-orang Hizbut Tahrir seolah mengabaikan syarat ini. Mereka berdakwah dalam keadaan tetap jahil terhadap ilmu-ilmu agama khususnya ilmu-ilmu fiqih, bahkan yang paling dasar sekalipun. Kemudian ilmu muamalah, ilmu nahwu shorof dan lain sebagainya.

Al-Imam Qurthubi rahimahullah berkata :

‌أن ‌الآمرين ‌يجب ‌أن ‌يكونوا ‌علماء وليس كل الناس علماء

“Sesungguhnya (orang yang akan berdakwah atau) beramar ma'ruf nahi munkar itu wajib menjadi orang yang berilmu (terlebih dahulu), sedangkan tidak semua manusia itu berilmu” (Jami' Li Ahkamil Qur'an : 4/165)

Demikianlah, salam waras semoga bermanfaat.

والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...