Jika ditanyakan terkait “mungkinkah Hizbut Tahrir melakukan kudeta?”, maka jawabannya adalah : Kudeta jika dilakukan oleh orang-orang Hizbut Tahrir secara langsung, maka hal itu merupakan sesuatu yang mustahil. Sebab diantara gerakan Hizbut Tahrir sendiri menegaskan bahwasanya gerakan mereka hanyalah gerakan politik yang bersifat pemikiran, bukan aksi praktis. Dan mereka menyebut prinsip tersebut dengan istilah ูุง ู ุงุฏูุฉ yang bermakna gerakan dakwah tanpa adanya aktivitas fisik berupa kekerasan dan yang semisalnya.
Didalam kitab yang berjudul Manhaj Hizbit Tahrir Fi Tagyir disebutkan :
ูู
ุน ุฃู ุงูุญุฒุจ ุงูุชุฒู
ูู ุณูุฑู ุฃู ูููู ุตุฑูุญุง ูุณุงูุฑุง ูู
ุชุญุฏูุง ุฅูุง ุฃูู ุงูุชุตุฑ ุนูู ุงูุฃุนู
ุงู ุงูุณูุงุณูุฉ ูู ุฐูู، ููู
ูุชุฌุงูุฒูุง ุฅูู ุงูุฃุนู
ุงู ุงูู
ุงุฏูุฉ ุถุฏ ุงูุญูุงู
ุฃู ุถุฏ ู
ู ููููู ุฃู
ุงู
ุฏุนูุชู ุฃู ุถุฏ ู
ู ููุงูู ู
ููู
ุฃุฐู
“Meskipun (Hizbut Tahrir) dalam dakwahnya berkomitmen untuk lugas, terbuka dan juga menantang, hanya saja Hizbut Tahrir membatasi diri pada aktivitas politik saja dalam hal tersebut. Mereka tidak melampauinya sehingga melakukan aktivitas fisik (kekerasan misalnya menjadikan semua personil militer) untuk melawan pemerintahan, atau melawan orang-orang yang menentang dakwahnya, atau melawan orang yang mengganggunya” (Manhaj Hizbit Tahrir Fi Tagyir : 29)
Hanya saja, hal itu tidak menunjukkan kalau Hizbut Tahrir anti kudeta. Bahkan sebaliknya, Hizbut Tahrir bisa saja menjadi otak kudeta, merancang kudeta, mengendalikan kudeta dan mendukung kudeta. Adapun pelaku kudeta, itu urusan lain dan bukan Hizbut Tahrir sendiri yang melakukannya. Namun yang jelas, tujuan daripada kudeta tersebut dimaksudkan untuk menyerahkan kekuasaan kepada Hizbut Tahrir.
Dan bukti yang menunjukkan bahwa Hizbut Tahrir tidak anti kudeta adalah prinsip ุทูุจ ุงููุตุฑุฉ yang bermakna mencari sekutu untuk menolongnya, membelanya dan juga membantunya untuk mewujudkannya agendanya. Oleh karena itu, orang yang jeli dan teliti memahami konsepsi ุทูุจ ุงููุตุฑุฉ pasti akan sampai pada kesimpulan bahwa Hizbut Tahrir akan menjadikan kudeta sebagai salah satu jalan merebut kekuasaan.
Jadi, secara sederhana konsepsi ุทูุจ ุงููุตุฑุฉ itu adalah seperti ini :
Mula-mula Hizbut Tahrir harus mengupayakan diri untum mencari dukungan dari masyarakat terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menjelek-jelekkan pemerintah sehingga putuslah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, kemudian memprovokasi masyarakat dan lain sebagainya. Itu semua mereka lakukan terus menerus sampai terjadi kemarahan masal, lalu terjadi gerakan revolusi, mendongkel penguasa, kemudian masyarakat menyerahkan kekuasaan kepada Hizbut Tahrir supaya ditegakkannya khilafah.
Tapi jika cara ini gagal, dan ternyata masyarakat malah semakin tidak respect terhadap Hizbut Tahrir, lalu propaganda yang selama ini dirancang malah semakin jumud, maka mau tidak mau kekuasaan harus diambil secara paksa melalui unsur kekuatan dalam masyarakat. Dan bentuk mekuatan itu bisa dari apa saja, yang jelas harus mereka yang bisa merebut kekuasaan, militer contohnya.
Jadi jika kekuatan yang ditarget oleh Hizbut Tahrir adalah kemiliteran, maka Hizbut Tahrir akan membujuk militer supaya merebut kekuasaan. Dan setelah itu barulah kekuasaan akan diserahkan kepada Hizbut Tahrir. Dengan demikian, konsepsi dari ุทูุจ ุงููุตุฑุฉ itu sendiri pada hakikatnya adalah mengkudeta dengan cara “membunuh tanpa mengotori tangan sendiri”.
Kesimpulannya, meskipun Hizbut Tahrir tidak mau melakukan kudeta dengan tangannya sendiri, tapi kesediaannya untuk menjadi otak kudeta itu sudah cukup untuk menilainya sebagai kelompok yang merencanakan kudeta. Sebab otak sebuah aksi hukumnya sama dengan pelaku. Seperti halnya Fir'aun yang memerintahkan untuk menyembelih setiap bayi laki-laki dari kalangan Bani Israir, itu hukumnya sama dengan para tentara yang mengeksekusi perintah Fir'aun tersebut.
Nah demikianlah, salam waras semoga bermanfaat.
ูุงููู ุฃุนูู
ุจุงููุตููุงุจ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar