Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh izin bertanya.
Ada seseorang yg sedang shalat, ketika melaksanakan shalat berjamaah, org itu melihat tingkah laku anak kecil yang lucu sehingga dia tak kuasa menahan tertawa saat shalat. Dan sebelum memulai shalat dia sudah memakan permen sehingga ludahnya terasa manis saat tertelan waktu shalat. Dan pada saat imam salam, dia ikut salam. Namun dia baru teringat bahwa ternyata dia shalat kurang satu rakaat.
Pertanyaannya :
1. Sebatas manakah tertawa yang dapat membatalkan shalat?
2. Batalkah shalatnya org itu ketika menelan air ludah yang terasa manis?
3. Apa yang harus dia dilakukan saat terlanjur salam sedangkan dia kurang satu rakaat?
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
1. Batasan tertawa yang bisa menyebabkan batalnya sholat adalah jika tertawanya itu timbul dua huruf (atau lebih).
2. Sholatnya menjadi batal, karena ludah tersebut sudah bercampur dengan sisa-sisa permen yang sebelumnya dia makan. Yang mana rasa manisnya itu masih melekat di mulutnya.
3. Dikarenakan jarak yang lupa rakaat tersebut tidak terlampau lama, maka hendaknya dia kembali berdiri untuk menambah atau menyempurnakan rakaatnya yang kurang tersebut.
📚 Keterangan :
(المجموع شرح المهذب : ج ٤ ص ٤٨٩)
(فرع) في مذاهبهم في الضحك والتبسم في الصلاة، مذهبنا أن التبسم لا يضر وكذا الضحك إن لم يبن منه حرفان فإن بان بطلت صلاته
(الإقناع في حل ألفاظ أبي شجاع : ج ١ ص ١٥٢)
و التاسع الشرب وهو كالأكل فيما مر ومثل الشرب ابتلاع الريق المختلط بغيره إذ القاعدة أن كل ما أبطل الصوم أبطل الصلاة
(حلية العلماء في معرفة مذاهب الفقهاء : ج ٢ ص ٢٥٨)
وإن نسي ركعة من ركعات الصلاة وذكرها بعد السلام فإن لم يتطاول الفصل أتى بها وبنى على صلاته وإن تطاول الفصل استأنفها وفي حد التطاول أوجه أحدها قال أبو إسحاق إن مضى قدر ركعة فهو تطاول وقد نص عليه الشافعي رحمه الله في البويطي والثاني أنه يرجع فيه إلى العرف والعادة فإن مضى ما يعد تطاولا استأنف وإن مضى ما لايعد تطاولا بنى والثالث قال أبو علي بن أبي هريرة إن مضى قدر الصلاة التى نسي فيها استأنف وإن كان دون ذلك بنى
والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar