Assalamualaikum wr wb, klo di rmh tdk ada air dan kebetulan sdh masuk awal waktu shalat , bolehkah menunda shalat sampai ada air/sambil nunggu air atau lbih baik shalat dgn tayammum?🙏
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Kalau merasa yakin akan adanya air sampai waktu yang telah ditentukan, sebelum waktu sholat berakhir atau sampai akhir waktu sholat, maka menurut pendapat yang shohih diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menunda sholat. Dan sholat pada akhir waktu dengan berwudhu itu lebih utama dibandingkan sholat pada awal waktu dengan tayamum, karena wudhu lebih sempurna dibandingkan tayamum, demikianlah para ulama menyatakan. Terkecuali jika seseorang merasa ragu atau punya dugaan kuat bahwa air tersebut tidak akan dijumpai pada waktu yang telah ditentukan atau pada akhir waktu sholat, maka menyegerakan sholat dengan cara tayamum itu lebih utama. Jadi semuanya kembali kepada keyakinan akan ada atau tidaknya air pada waktu yang telah ditentukan tersebut.
📚 Keterangan :
(المجموع شرح المهذب : ج ٢ ص ٣٠٠)
وحكى صاحبا التتمة والتهذيب قولا للشافعي نص عليه في الإملاء أنه لا يجوز التيمم إذا علم وصوله إلى الماء قبل خروج الوقت وهو شاذ ضعيف لا تفريع عليه وإنما التفريع على المذهب وهو الجواز ثم إن الجمهور أطلقوا الجواز، وقال الماوردي رحمه الله تعالى: هذا إذا تيقن وجود الماء في غير منزله، أما إذا تيقن أنه يجده في آخر الوقت في منزله الذي هو فيه أول الوقت فيجب التأخير
“Pengarang kitab At-Tamimah dan Al-Tahdzib menghikayatkan nash imam Syafi'i didalam kitab Al-Imla bahwasanya tidak diperbolehkan bertayamum jika seseorang mengetahui akan ketersediaan air sebelum keluar waktu (sholat atau waktu sholatnya habis), namun itu merupakan pendapat yang syadz dan lemah serta tidak ada cabang (atau perincian) atas pendapat tersebut. Bahkan sesungguhnya cabang (atau perincian yang dijadikan pendapat oleh) madzhab (Syafi'i) justru (adalah pendapat) yang membolehkan bertayamum, kemudian jumhur ulama pun memutlakkan kebolehannya. Imam Al-Mawardi rahimahullah menyatakan bahwa hal ini berlaku jika seseorang meyakini akan adanya air ditempat lain. Adapun jika seseorang meyakini akan adanya air pada akhir waktu ditempat yang dia tempati pada awal waktu tersebut, maka wajib menunda (sholat supaya bisa bersuci dengan berwudhu)”
📚 Tambahan keterangan :
(المجموع شرح المهذب : ج ٢ ص ٣٠٠)
فإذا قلنا بالمذهب فللعادم ثلاثة أحوال، (أحدها): أن يتيقن وجود الماء في آخر الوقت بحيث يمكنه الطهارة والصلاة في الوقت فالأفضل أن يؤخر الصلاة ليأتي بها بالوضوء لأنه الأصل والأكمل، هذا هو المذهب الصحيح المقطوع به في جميع الطرق. وانفرد صاحب التتمة بحكاية وجه أن تقديم الصلاة في أول الوقت بالتيمم أفضل وحكاه الشيخ أبو محمد، والصواب الأول. واحتج له الشيخ أبو حامد الإسفراييني والمحاملي وغيرهما بأن الوضوء أكمل من التيمم فكان راجحا على فضيلة أول الوقت، ويؤيد هذا أن التيمم لا يجوز مع القدرة على الماء ويجوز تأخير الصلاة إلى آخر الوقت مع القدرة على الصلاة في أوله
“Jika kita berbicara tentang madzhab (atau pendapat), maka bagi orang yang tidak menjumpai (air untuk bersuci) itu terdapat tiga keadaan. Keadaan pertama: Bahwasanya seseorang yang meyakini akan adanya air pada akhir waktu sehingga memungkinkan baginya untuk bersuci dan sholat pada akhir waktu tersebut, maka menunda sholat agar dapat melakukannya dengan berwudhu (pada akhir waktu) itu lebih utama, karena wudhu lebih sempurna (dibandingkan tayamum). Inilah madzhab (atau pendapat) yang shohih dan qoth'i pada semua jalur (pendapatnya para ulama). Dan hanya pengarang kitab At-Tamimah (yang menyendiri) dimana beliau menghikayatkan (satu pendapat) bahwa mendahulukan sholat pada awal waktu dengan tayamum itu lebih utama, dan pendapat ini juga dihikayatkan oleh Syeikh Abu Muhammad. Namun pendapat yang benar adalah pendapat yang pertama. Syeikh Abu Hamid Al-Isfaraini, imam Al-Muhamili dan ulama lainnya berhujjah bahwa wudhu itu lebih sempurna daripada tayamum, sehingga (yang rojih bahwa wudhu lebih diutamakan) dibandingkan keutamaan (sholat pada) awal waktu (dengan tayamum). Hal ini juga dikuatkan dengan pendapat bahwa tayamum tidak diperbolehkan jika ada kemampuan (untuk bersuci menggunakan) air, serta diperbolehkan untuk menunda sholat sampai akhir waktu bersamaan dengan adanya kemampuan untuk sholat pada awal waktu”
📚 Tambahan keterangan :
(المجموع شرح المهذب : ج ٢ ص ٣٠٠)
(الحال الثاني): أن يكون على يأس من وجود الماء في آخر الوقت فالأفضل تقديم التيمم والصلاة في أول الوقت بلا خلاف لحيازة فضيلة أول الوقت وليس هنا ما يعارضها
“Keadaan kedua: Bahwasanya seseorang yang dalam keadaan putus asa (ragu) terkait keberadaan air (atau untuk menemukan air) pada akhir waktu, maka yang lebih utama adalah dia mendahulukan tayamum dan sholat pada awal waktu. (Dalam hal ini) tidak ada perbedaan pendapat (dikalangan ulama), (yakni) supaya dia mendapatkan keutamaan (sholat) pada awal waktu sehingga tidak terjadi ta'arudh (atau pertentangan dengan pendapat yang disebutkan sebelumnya)”
📚 Tambahan keterangan :
(المجموع شرح المهذب : ج ٢ ص ٣٠٠)
(الحال الثالث): أن لا يتيقن وجود الماء ولا عدمه وله صورتان، إحداهما: أن يكون راجيا ظانا الوجود ففيه قولان مشهوران في كتب الأصحاب ونص عليهما في مختصر المزني أصحها باتفاق الأصحاب أن تقديم الصلاة بالتيمم في أول الوقت أفضل وهو نصه في الأم، والثاني: التأخير أفضل وهو نصه في الإملاء وهو مذهب مالك وأبي حنيفة وأحمد وأكثر العلماء ودليلهما يعرف مما سبق
“Keadaan ketiga: Bahwasanya seseorang yang tidak meyakini akan adanya air atau ketiadaan air, maka dalam hal ini ada dua gambaran (pendapat). Yang pertama bahwa seseorang yang berharap dan menduga akan adanya air (pada akhir waktu), maka dalam hal ini terdapat dua pendapat yang masyhur didalam kitab para ashab Syafi'i. Dan didalam kitab Mukhtashar Al-Muzani dinyatakan bahwa pendapat yang shohih berdasarkan kesepakatan para ashab Syafi'i adalah bahwa mendahulukan sholat dengan tayamum pada awal waktu itu lebih utama, dan hal itu merupakan nashnya (imam Syafi'i rahimahullah) didalam kitab Al-Umm. Sedangkan yang kedua menyatakan bahwa menunda (sholat) lebih utama, dan hal itu merupakan nashnya (imam Syafi'i rahimahullah) didalam kitab Al-Imla dimana pendapat tersebut juga merupakan pendapatnya imam Malik, imam Abu Hanifah, imam Ahmad serta pendapatnya kebanyakan ulama. Dan dalil keduanya telah diketahui (berdasarkan pendapat yang disebutkan) sebelumnya”
📚 Tambahan keterangan :
(الفقه الإسلامي وأدلته : ج ١ ص ٥٦٩)
وقيد الشافعية أفضلية الانتظار بحالة تيقن وجود الماء آخر الوقت، فإن شك في وجوده أو ظن بأن ترجح عنده وجود الماء آخر الوقت، فتعجيل التيمم أفضل في الأظهر لأن فضيلة التقديم محققة بخلاف فضيلة الوضوء
“Para ulama madzhab Syafi'i memberikan batasan bahwa lebih utama menunggu dalam keadaan yakin akan adanya air pada akhir waktu. Namun jika seseorang merasa ragu akan adanya air atau seseorang mempunyai dugaan kuat akan adanya air pada akhir waktu, maka menyegerakan untuk melakukan tayamum itu lebih utama menurut qoul adzhar. Karena keutamaan mendahulukan tayamum sudah terjamin (untuk menggapai keutamaan sholat pada awal waktu), berbeda halnya dengan dengan keutamaan berwudhu”
📚 Tambahan keterangan :
(الموسوعة الفقهية : ج ١٠ ص ٨)
اتفق الفقهاء على سنية تأخير الصلاة إلى آخر الوقت المختار إذا تيقن وجود الماء في آخره، وقيد الحنفية ذلك بألا يدخل وقت الكراهة. أما إذا ظن وجود الماء أو رجاه في آخر الوقت فالجمهور على أن تأخير الصلاة أفضل بشرطه عند الحنفية، وذهب المالكية إلى أن المتردد يتيمم في وسط الوقت ندبا، وذهب الشافعية إلى أن التعجيل في هذه الحالة أفضل
“Para fuqoha telah sepakat bahwa disunnahkan untuk menunda waktu sholat sampai akhir waktu yang dipilih jika diyakini akan adanya air pada akhir waktu tersebut. Namun madzhab Hanafi membatasi supaya hal itu jangan sampai memasuki waktu yang dimakruhkan (secara tahrim). Adapun jika seseorang menduga akan adanya air atau berharap akan adanya air pada akhir waktu, maka jumhur ulama menyatakan bahwa menunda sholat itu lebih utama dengan syaratnya menurut madzhab Hanafi. Sedangkan madzhab Maliki menyatakan bahwa orang yang ragu (akan adanya air pada akhir waktu) itu dianjurkan untuk bertayamum pada pertengahan waktu. Sementara madzhab Syafi'i menyatakan bahwa menyegerakan untuk (bertayamum kemudian melaksanakan sholat) pada saat itu adalah lebih utama”
والله اعلم بالصواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar