Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mau bertanya tentang pepatah ‘orang bodoh itu orang yang di jauhkan dari kebaikan’, itu maksud nya gimana nggeh? Matur Nuwun ๐๐
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Sebelumnya saya tidak pernah mendengar bunyi pepatah yang seperti itu. Namun didalam sebuah hadits ada disebutkan bahwa barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, niscaya Allah akan memberikannya kefahaman dalam urusan agama. Hanya saja, yang dimaksud dalam hadits itu bukan setiap orang yang tidak faham terhadap ilmu agama. Akan tetapi yang dimaksud adalah setiap orang yang tidak mau atau tidak ada minat belajar ilmu agama, maka itulah yang dimaksud terhalangi atau dijauhkan dari kebaikan. Adapun bagi orang yang punya semangat untuk belajar ilmu agama meskipun belum diberi kefahaman, maka dia tidak masuk dalam kategori terhalangi atau dijauhkan dari kebaikan. Cuman yang terpenting dari masalah ilmu pun itu bukan hanya sekedar kefahaman, karena ada martabat yang lebih tinggi daripada sebatas berilmu, yaitu beramal. Bahkan dikatakan bahwa ilmu tanpa amal adalah sia-sia, dan amal tanpa ikhlas pun adalah sia-sia.
๐ Keterangan :
ู
ู ูุฑุฏ ุงููู ุจู ุฎูุฑุง ููููู ูู ุงูุฏูู
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, niscaya Allah akan memberikannya kefahaman dalam urusan agama”
๐ (HR. Bukhari, no. 69)
๐ Tambahan keterangan :
ูู
ูููู
ุงูุญุฏูุซ ุฃู ู
ู ูู
ูุชููู ูู ุงูุฏูู ุฃู ูุชุนูู
ููุงุนุฏ ุงูุฅุณูุงู
ูู
ุง ูุชุตู ุจูุง ู
ู ุงููุฑูุน ููุฏ ุญุฑู
ุงูุฎูุฑ ููุฏ ุฃุฎุฑุฌ ุฃุจู ูุนูู ุญุฏูุซ ู
ุนุงููุฉ ู
ู ูุฌู ุขุฎุฑ ุถุนูู ูุฒุงุฏ ูู ุขุฎุฑู: (ูู
ู ูู
ูุชููู ูู ุงูุฏูู ูู
ูุจุงู ุงููู ุจู) ูุงูู
ุนูู ุตุญูุญ ูุฃู ู
ู ูู
ูุนุฑู ุฃู
ูุฑ ุฏููู ูุง ูููู ููููุง ููุง ุทุงูุจ ููู، ููุตุญ ุฃู ููุตู ุจุฃูู ู
ุง ุฃุฑูุฏ ุจู ุงูุฎูุฑ، ููู ุฐูู ุจูุงู ุธุงูุฑ ููุถู ุงูุนูู
ุงุก ุนูู ุณุงุฆุฑ ุงููุงุณ، ูููุถู ุงูุชููู ูู ุงูุฏูู ุนูู ุณุงุฆุฑ ุงูุนููู
“Mafhum (maksud daripada) hadits ini adalah, bahwa orang yang tidak mau memahami agama, yakni tidak mau mempelajari kaidah-kaidah agama islam dan apapun yang berhubungan dengannya berupa cabang-cabang (ilmu agama), maka orang seperti itulah yang terhalangi dari kebaikan. Dan imam Abu Ya'la telah meriwayatkan hadits dhoif yang bersumber dari Mu'awiyyah dengan lafadz yang berbeda diakhirnya, yaitu: (Barang siapa yang tidak mau memahami agama, maka Allah tidak akan peduli kepadanya). Makna hadits ini benar, karena orang yang tidak mengetahui urusan agamanya itu tidak layak disebut sebagai orang yang faqih (faham ilmu agama) dan tidak layak disebut sebagai orang yang mencari kefahaman (agama). Maka dari itu dia layak disebut sebagai orang terhalangi dari kebaikan. Dan didalam hadits itu juga terdapat penjelasan yang jelas bahwasanya orang-orang berilmu itu lebih utama dibandingkan seluruh manusia, dan orang yang belajar ilmu agama itu lebih utama daripada orang yang belajar ilmu lainnya”
๐ (Fathul Bari jilid 2, hlm. 150)
๐ Tambahan keterangan :
ูู ู
ู ุฃุฑุงุฏ ุงููู ุจู ุฎูุฑุง ููุง ุจุฏ ุฃู ููููู ูู ุงูุฏูู ูู
ู ูู
ููููู ูู ุงูุฏูู ูู
ูุฑุฏ ุจู ุฎูุฑุง، ูููุณ ูู ู
ู ูููู ูู ุงูุฏูู ูุฏ ุฃุฑุงุฏ ุจู ุฎูุฑุง ุจู ูุง ุจุฏ ู
ุน ุงูููู ูู ุงูุฏูู ู
ู ุงูุนู
ู ุจู ูุงูููู ูู ุงูุฏูู ุดุฑุท ูู ุญุตูู ุงูููุงุญ
“Setiap orang yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, niscaya Allah akan memberikan kefahaman dalam urusan agamanya. Maka dari itu, orang yang tidak diberi kefahaman dalam urusan agamanya itu adalah orang yang tidak dikehendaki kebaikan. Hanya saja tidak setiap orang yang diberi kefahaman dalam urusan agama itu berarti dia adalah orang yang dikehendaki kebaikan, karena tidak cukup (hanya sebatas) kefahaman. Akan tetapi harus disertai dengan pengamalan kefahaman tersebut. Maka, kefahaman terhadap urusan agama itu adalah syarat untuk mendapatkan kemenangan (keberhasilan didunia maupun akhirat)”
๐ (Ash-Shafadiyah jilid 2, hlm. 266)
๐ Tambahan keterangan :
ูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
: (ู
ู ูุฑุฏ ุงููู ุจู ุฎูุฑุง ููููู ูู ุงูุฏูู) ููู ูุถููุฉ ุงูุนูู
ูุงูุชููู ูู ุงูุฏูู ูุงูุญุซ ุนููู ูุณุจุจู ุฃูู ูุงุฆุฏ ุฅูู ุชููู ุงููู ุชุนุงูู
“Sabda nabi shallallahu 'alaihi wasallam: (Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, niscaya Allah akan memberikannya kefahaman dalam urusan agama). Didalam hadits ini terkandung keutamaan ilmu dan keutamaan memahami agama serta anjuran untuk mempelajarinya. Hal itu disebabkan karena ilmu merupakan penuntun menuju ketakwaan kepada Allah”
๐ (Al-Minhaj Syarah Shohih Muslim jilid 7, hlm. 128)
๐ Tambahan keterangan :
ุงูุฏููุง ูููุง ุฌูู ุฅِูุง ุงูุนูู
ูููุง، ูุงูุนูู
ููู ูุจุงู ุฅِูุง ุงูุนู
ู ุจู، ูุงูุนู
ู ููู ูุจุงุก ู
ูุซูุฑ ุฅูุง ุงูุฅุฎูุงุต ููู، ูุงูุฅุฎูุงุต ููู ุฃูุช ู
ูู ุนูู ูุฌู ุญุชู ุชุนูู
ูู ูุจู ุฃู
ูุง
“Dunia seluruhnya adalah kebodohan kecuali berilmu padanya, dan ilmu seluruhnya adalah kebinasaan kecuali mengamalkannya. Amalan pun seluruhnya adalah debu beterbangan kecuali yang dilandasi keikhlasan. Dan keikhlasan pada amalan, engkau pun berharap-harap cemas hingga engkau mengetahui apakah amalanmu diterima atau tidak”
๐ (Hilyatul Auliya jilid 10, hlm. 194)
ูุงููู ุฃุนูู
ุจุงูุตูุงุจ
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar