🔄 Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr wb.
Mau tanya, pada waktu lebaran kemarin saya shalat id di lapangan yg luas bersama yg lainnya. Selesainya dri shalat dan bubar, saya mendapati ada semacam kotoran kucing dibawah sajadah yg saya pakai utk shalat. Yg menjadi uneg-uneg, apakah saat itu shalat saya sah atau tdk krn sblmnya saya tdk tau klo di bawah sajadah ada kotoran kucing.
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Sholat yang dilakukan diatas sajadah yang mana dibawah sajadah tersebut terdapat najis, maka sholatnya dinilai sah. Karena dalam keadaan demikian seseorang yang sholat itu tidak dianggap sedang membawa najis ke dalam sholatnya.
📚 Keterangan :
ولو صلى على بساط تحته نجاسة أو على طرفه نجاسة أو على سرير قوائمه على نجاسة لم يضر ولو كانت نجاسة تحاذي صدره في حال سجوده أو غيره فوجهان الأصح لا تبطل صلاته لأنه غير حامل للنجاسة ولا مصل عليها
“Seandainya seseorang melakukan sholat diatas karpet yang dibawahnya terdapat najis, atau pada ujung (karpet tersebut) terdapat najis, atau diatas tempat tidur yang dibawahnya terdapat najis, maka yang demikian itu tidak akan sampai merusak (membatalkan) sholatnya. Dan seandainya najis tersebut sejajar dengan dadanya disaat dia melakukan sujud atau yang lainnya, maka dalam keadaan seperti itu terdapat dua pendapat. Menurut pendapat yang shohih sholatnya tidak batal, sebab dalam keadaan seperti itu dia tidak dianggap membawa najis atau tidak dianggap sholat diatas najis”
📕 (Kifaytul Akhyar jilid 1, hlm. 141)
📚 Tambahan keterangan :
ولو صلى على بساط تحته نجاسة أو على طرف منه نجاسة أو على سرير قوائمه على نجاسة لم يضر سواء تحرك ذلك الموضع بحركته أم لا
“Seandainya seseorang melakukan sholat diatas karpet yang dibawahnya terdapat najis atau pada ujung (karpet tersebut) terdapat najis, atau diatas tempat tidur yang dibawahnya terdapat najis, maka yang demikian itu tidak akan sampai merusak (membatalkan) sholatnya entah (tempat-tempat) tersebut ikut bergerak mengikuti gerakan (sholat) atau tidak”
📕 (Raudhatut Thalibin jilid 1, hlm. 273)
📚 Tambahan keterangan :
قال المصنف رحمه الله تعالى: فإن صلى على أرض فيها نجاسة فإن عرف موضعها تجنبها وصلى في غيرها، وإن فرش عليها شيئا وصلى عليه جاز لأنه غير مباشر للنجاسة ولا حامل لما هو متصل بالنجاسة
“Mushonnif (pengarang kitab) rahimahullah mengatakan: Seandainya seseorang (hendak) melakukan sholat diatas tanah yang terdapat najis, maka jika najis tersebut diketahui, hendaklah dia menghindarinya dan melakukan sholat ditempat lain. Dan seandainya diatas najis tersebut dihamparkan sesuatu (semisal kain atau sajadah) kemudian sholat diatasnya, maka yang demikian ini diperbolehkan. Sebab dalam keadaan seperti itu dia tidak dianggap bersentuhan dengan najis dan tidak dianggap membawa sesuatu yang menempel pada najis”
📕 (Majmu' Syarah Muhadzdzab jilid 3, hlm. 161)
والله اعلم بالصواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar