Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin bertanya.
Gimana hukumnya ngeluarin zakat perdagangan atau zakat mal tapi blm sampai haul dan nishab, apakah boleh? Soalnya di kampung saya ada kejadian dmn org yg punya usaha dagang mengeluarkan zakatnya sblm haul dan nishab๐๐
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu bahwasanya nishob untuk zakat tijaroh maupun mal itu merupakan sebab wajibnya zakat, sedangkan untuk haul adalah merupakan syarat wajibnya zakat. Dan untuk ibadah yang dilakukan sebelum datang sebab wajibnya, maka tidak diperbolehkan. Termasuk dalam masalah zakat tijaroh atau zakat mal ini. Tapi untuk ibadah yang dilakukan sebelum datang syarat wajibnya, maka diperbolehkan.
Contoh, salah satu syarat wajibnya sholat adalah baligh. Tapi meski demikian, seorang anak yang belum baligh itu diperbolehkan untuk melakukan sholat. Nah demikian halnya dengan mengeluarkan zakat tijaroh sebelum haul, hal itu diperbolehkan karena haul merupakan syarat wajibnya zakat. Berbeda dengan nishob yang mana hal itu merupakan sebab wajibnya zakat, maka tidak diperbolehkan mengeluarkan zakat tijaroh sebelum datang sebab wajibnya yaitu sampai nishob.
Kemudian, ada dua poin penting yang harus diperhatikan bagi orang yang ingin mengeluarkan zakat tijaroh atau zakat mal sebelum haul. Yang pertama adalah, pada akhir haul dia memang merupakan orang yang tetap terkena kewajiban untuk mengeluarkan zakat (berstatus sebagai muzakki), dan dia juga masih hidup sampai akhir haul. Lalu yang kedua, si penerima zakat pun memang merupakan orang yang berhak untuk menerima zakat (berstatus sebagai mustahiq), dan dia pun juga masih hidup sampai akhir haul.
๐ Keterangan :
(ุงูู
ููุงุฌ ุงููููู
ุดุฑุญ ุงูู
ูุฏู
ุฉ ุงูุญุถุฑู
ูุฉ : ุต ูขูฃูฅ)
ููุฌูุฒ ุชุนุฌูููุง ูุจู ุงูุญูู، ูุดุฑุท ุฅุฌุฒุงุก ุงูู
ุนุฌู ุฃู ูุจูู ุงูู
ุงูู ุฃููุง ูููุฌูุจ ุฅูู ุขุฎุฑ ุงูุญูู، ูุฃู ูููู ุงููุงุจุถ ูู ุขุฎุฑ ุงูุญูู ู
ุณุชุญูุง، ูุฅุฐุง ูู
ูุฌุฒุฆู ุงุณุชุฑุฏ ุฅู ุนูู
ุงููุงุจุถ ุฃููุง ุฒูุงุฉ ู
ุนุฌูุฉ
“Diperbolehkan mendahulukan pengeluaran zakat (tijaroh atau zakat mal) sebelum mencapai haul. Dan syarat mencukupinya zakat yang didahulukan pengeluarannya tersebut adalah si pemilik harta memang orang yang berstatus wajib untuk mengeluarkan zakat sampai akhir haul, dan si penerima zakat pun pada akhir haul memang orang yang berstatus sebagai mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). Oleh karena itu jika syarat diatas tidak terpenuhi, maka si pemilik harta boleh meminta kembali zakat yang telah dia berikan jika si penerima zakat itu tau bahwa apa yang dia terima merupakan zakat yang didahulukan pengeluarannya”
๐ Tambahan keterangan :
(ููุงูุฉ ุงูู
ุญุชุงุฌ : ุฌ ูฃ ุต ูกูคูก)
ูุฌูุฒ ุชุนุฌูููุง ูู ุงูู
ุงู ุงูุญููู ูุจู ุชู
ุงู
ุงูุญูู ููู
ุง ุงูุนูุฏ ุญููู ููุฌุฏ ุงููุตุงุจ ููู
“Diperbolehkan mengeluarkan zakat harta yang bersifat menahun sebelum sempurna haulnya, yakni untuk harta yang terikat dengan haul dan juga telah mencapai nishob”
๐ Tambahan keterangan :
(ุฏุงุฑ ุงูุงูุชุงุก ุงูู
ุตุฑูุฉ ุฑูู
: ูขูฉูงูค)
ูุฌูุฒ ุชุนุฌูู ุงูุฒูุงุฉ ูุจู ุญููู ุงูุญูู ูุจุนุฏ ุจููุบ ุงูู
ุงู ุงููุตุงุจ ุนูุฏ ุฌู
ููุฑ ุงูุนูู
ุงุก ูุฃุจู ุญูููุฉ ูุงูุดุงูุนู ูุฃุญู
ุฏ، ููุฌูุฒ ุชุนุฌูู ุฒูุงุฉ ุงูู
ุงุดูุฉ ูุงูููุฏูู ูุนุฑูุถ ุงูุชุฌุงุฑุฉ
“Diperbolehkan mendahulukan pengeluaran zakat sebelum mencapai haul dan setelah mencapai nishob berdasarkan pendapatnya jumhur ulama seperti imam Abu Hanifah, imam Syafi'i dan imam Ahmad. Dan juga diperbolehkan mendahulukan pengeluaran zakat hewan ternak, zakat nuqud (emas dan perak) serta zakat tijaroh”
๐ Tambahan keterangan :
(ุฏุงุฑ ุงูุงูุชุงุก ุงูู
ุตุฑูุฉ ุฑูู
: ูขูฉูงูค)
ูุดุชุฑุท ูุตุญุฉ ุชูุฏูู
ุงูุฒูุงุฉ ุฃู ูุจูู ู
ุงูู ุงููุตุงุจ ุฃููุง ููุฌูุจ ุงูุฒูุงุฉ ุฅูู ุขุฎุฑ ุงูุญูู: ูุฐูู ุจุจูุงุฆู ุญูุง ูุจูุงุก ู
ุงูู ูุตุงุจุง، ููู ู
ุงุช ูุจู ุชู
ุงู
ุงูุญูู ูุง ูุนุชุจุฑ ู
ุง ุนุฌูู ุฒูุงุฉ
“Syarat sah mendahulukan pengeluaran zakat adalah si pemilik harta satu nishob tersebut merupakan orang yang terkena kewajiban zakat sampai akhir haul, lalu hidup sampai akhir haul dan hartanya mencapai satu nishob pada akhir haul. Oleh karena itu jika seandainya dia meninggal sebelum sempurna haulnya, maka zakat yang telah dia keluarkan dengan cara didahulukan itu tidak dihitung sebagai zakat”
๐ Tambahan keterangan :
(ุฏุงุฑ ุงูุงูุชุงุก ุงูู
ุตุฑูุฉ ุฑูู
: ูขูฉูงูค)
ุฃู ูููู ุงููุงุจุถ ููุฒูุงุฉ ุงูู
ุนุฌูุฉ ู
ุณุชุญูุง ููุง ุนูุฏ ุชู
ุงู
ุงูุญูู، ููู ู
ุงุช ูู
ูุญุณุจ ุงูู
ุฏููุน ูู ุฒูุงุฉ
“(Syarat sah mendahulukan pengeluaran zakat berikutnya adalah) si penerima zakat memang orang yang berstatus sebagai mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) sampai akhir haul. Oleh karena itu jika seandainya dia meninggal (sebelum sempurna haulnya), maka zakat yang dia terima dengan cara didahulukan pengeluarannya itu tidak dihitung sebagai zakat”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูู
ูุณูุนุฉ ุงูููููุฉ : ุฌ ูฃูฅ ุต ูคูจ)
ูุง ุฎูุงู ุจูู ุงููููุงุก ูู ุนุฏู
ุฌูุงุฒ ุงูุชูููุฑ ูุจู ุงููู
ูู، ูุฃูู ุชูุฏูู
ุงูุญูู
ูุจู ุณุจุจู ، ูุชูุฏูู
ุงูุฒูุงุฉ ูุจู ู
ูู ุงููุตุงุจ ููุชูุฏูู
ุงูุตูุงุฉ ูุจู ุฏุฎูู ููุชูุง
“Tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ulama terkait ketidak bolehan membayar kafarot sumpah sebelum adanya sumpah. Karena yang demikian itu berarti mendahulukan hukum sebelum ada sebabnya. Seperti halnya mendahulukan pengeluaran zakat sebelum mencapai nishob, atau mendahulukan melakukan sholat sebelum masuk waktunya”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูู
ุบูู : ุฌ ูข ุต ูคูฉูฅ)
ููุง ูุฌูุฒ ุชุนุฌูู ุงูุฒูุงุฉ ูุจู ู
ูู ุงููุตุงุจ ุจุบูุฑ ุฎูุงู ุนูู
ูุงู ููู ู
ูู ุจุนุถ ูุตุงุจ ูุนุฌู ุฒูุงุชู ุฃู ุฒูุงุฉ ูุตุงุจ ูู
ูุฌุฒ ูุฃูู ุชุนุฌู ุงูุญูู
ูุจู ุณุจุจู
“Tidak diperbolehkan mendahulukan pengeluaran zakat sebelum tercapainya harta satu nishob tanpa adanya perbedaan pendapat dikalangan ulama yang kami ketahui. Oleh karena itu jika ada orang yang mempunyai harta separuh nishob kemudian dia mendahulukan pengeluarannya, maka tidak diperbolehkan. Karena dengan demikian berarti dia telah mendahulukan hukum sebelum ada sebabnya”
๐ Tambahan keterangan :
(ุงูููุงุนุฏ ุงูููููุฉ : ุฌ ูก ุต ูฉ)
ุงูุนุจุงุฏุงุช ูููุง ุณูุงุก ูุงูุช ุจุฏููุฉ ุฃู ู
ุงููุฉ ุฃู ู
ุฑูุจุฉ ู
ููู
ุง ูุง ูุฌูุฒ ุชูุฏูู
ูุง ุนูู ุณุจุจ ูุฌูุจูุง ููุฌูุฒ ุชูุฏูู
ูุง ุจุนุฏ ุณุจุจ ุงููุฌูุจ ููุจู ุงููุฌูุจ ุฃู ูุจู ุดุฑุท ุงููุฌูุจ
“Semua ibadah adalah sama saja entah itu ibadah badaniyah, ibadah maliyah atau gabungan dari keduanya. Yaitu tidak boleh dilakukan sebelum ada sebab wajibnya, namun boleh dilakukan setelah ada sebab wajibnya, sebelum adanya kewajiban atau sebelum ada syarat wajibnya”
ูุงููู ุฃุนูู
ุจุงูุตูุงุจ
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar