Minggu, Maret 17, 2024

CIRI-CIRI HATI YANG MATI


Syaikh Sa'id Ramadhan Al-Buthi pernah menukil salah satu perkataannya Syaikh Ibnu Atha'illah Sakandari rahimahullah sebagai berikut :

من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فاتك من الموافقات وترك الندم على ما فعلت من وجود الزلات

“Diantara ciri-ciri hati yang mati adalah tidak adanya perasaan sedih atas berbagai ketaatan yang telah dilewatkan, dan tidak adanya perasaan menyesal atas berbagai kesalahan (perbuatan dosa) yang telah dilakukan” {Syarah Al-Hikam : 2/207}

Ketahuilah bahwa matinya hati itu menunjukkan kalau hati telah kosong dari nilai-nilai keimanan. Dan matinya hati juga bisa bermakna kosongnya hati dari kecintaan kepada Allah, mengagungkannya dan takut kepadanya. Sedangkan diantara tanda-tandanya adalah tidak adanya perasaan sedih atas terlewatkannya berbagai ketaatan, dan tidak adanya perasaan menyesal atas berbagai kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.

Sebaliknya, tanda hidupnya hati berarti itu menunjukkan kalau hatinya telah penuh dengan nilai-nilai keimanan, telah penuh dengan kecintaan, pengagungan dan rasa takut kepada Allah. Dan ciri-cirinya adalah muncul perasaan sedih disaat melewatkan ketaatan, dan muncul perasaan menyesal disaat melakukan kemaksiatan.

Kenapa bisa demikian? Tiada lain karena amal baik dan amal buruk itu menjadi tanda keridhoan dan kemurkaan Allah kepada manusia. Oleh karena itu disaat Allah memudahkan seseorang melakukan berbagai kebaikan, niscaya hal itu akan membuatnya bahagia karena menjadi tanda keridhoan Allah kepadanya. Begitu juga sebaliknya, disaat Allah memudahkan seseorang melakukan berbagai keburukan dan kemaksiatan, niscaya hal itu akan membuatnya sedih karena menjadi tanda kemurkaan Allah kepadanya.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

من سرته حسنته وساءته سيئته فهو مؤمن

“Barang siapa yang perbuatan baiknya membuat seseorang bahagia dan perbuatan buruknya membuat seseorang bersedih, maka dia adalah seorang mukmin (yang sejati)” {HR. Ahmad : 109}

Hati yang hidup adalah hati yang mampu merasakan setiap hal yang mendatangkan keridhoan Allah, sehingga membuatnya bahagia. Dan juga mampu merasakan setiap hal yang mendatangkan kemurkaan Allah, sehingga membuatnya sedih. Sementara hati yang mati tidak akan mampu merasakan apapun. Oleh karena itu, bagi dia ketaatan dan kemaksiatan adalah sama saja. Ketaatan tidak membuatnya bahagia, dan kemaksiatan pun tidak membuatnya gundah gulana. Persis seperti orang mati yang tidak mampu merasakan apa-apa.

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata :

إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه في أصل جبل يخاف أن يقع عليه، وإن الفاجر يرى ذنوبه كذباب وقع على أنفه قال به هكذا فطار

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti dia sedang berada dibawah gunung, dan dia khawatir kalau gunung itu akan menimpanya. Sedangkan seorang fajir (pelaku dosa) melihat dosa-dosanya seperti ada seekor lalat yang sedang hinggap diatas hidungnya, dia mengusirnya begini (sambil berisyarat dengan tangannya) lalu lalat itupun terbang” {HR. Tirmidzi : 2597}

Nah demikianlah sedikit ulasan terkait ciri-ciri matinya hati seseorang, semoga bermanfaat.

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...