๐ Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr wb.
Izin bertanya, bagaimana cara menyikapi org yang suka pindah² mazhab atau ikut sebagian pendapat² mazhab yg kita ikuti? Contohnya kita di Nusantara yg notabenenya bermazhab syafi'i tapi melihat ada org di kiri-kanan kita yang mengamalkan pendapat² mazhab lain diluar syafi'i.
Syukran jazakumullahu khairan ๐๐
➡️ Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Pada dasarnya, mengikuti dan mengamalkan madzhab yang mana saja adalah sah selama masih dalam ruang lingkup empat madzhab, dan sudah semestinya harus seperti itu. Karena kewajiban orang awam atau muqollid seperti kita adalah mengikuti ulama, dan ulama tentu saja sangat banyak sehingga bebas bagi siapapun untuk mengikuti pendapat mana saja. Yang jelas kalau seseorang mengetahui ilmunya semisal ini merupakan pendapat madzhab fulan dan itu merupakan pendapat madzhab fulan, maka sah untuk dia ikuti dan dia amalkan.
Hanya saja terkadang kita pun perlu bijak juga, jangan sampai karena kita mengetahui pendapat madzhab lain lalu seenaknya mengamalkan pendapat tersebut dilingkungan orang-orang yang berbeda madzhab. Sebab hal itu biasanya akan menimbulkan fitnah dan kegaduhan sehingga orang lain akan menyangka yang bukan-bukan, nah hal seperti itulah yang mesti kita hindari. Tapi untuk pengamalan pribadi yang sifatnya privasi tentu sah-sah saja dan tidak ada larangan.
๐ Keterangan :
ููุง ูุฌุจ ุนูู ุงูุนุงู
ู ุฅูุชุฒุงู
ู
ุฐูุจ ูู ูู ุญุงุฏุซุฉ، ููู ุงูุชุฒู
ู
ุฐูุจุง ู
ุนููุง ูู
ุฐูุจ ุงูุดุงูุนู ุฑุญู
ู ุงููู ุชุนุงูู ูุง ูุฌุจ ุนููู ุงูุฅุณุชู
ุฑุงุฑ، ุจู ูุฌูุฒ ูู ุงูุฅูุชูุงู ุฅูู ุบูุฑ ู
ุฐูุจู
“Orang awam itu tidak wajib untuk menetapi satu madzhab tertentu saja dalam menyikapi setiap masalah yang baru muncul. Oleh karena itu meskipun dia telah bertekad untuk menetapi satu madzhab tertentu saja seperti madzhabnya imam Syafi'i rahimahullah, maka tidaklah selamanya dia harus mengikuti madzhab tersebut. Bahkan diperbolehkan baginya untuk pindah kepada madzhab lain selain madzhabnya imam Syafi'i rahimahullah”
๐ (Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah, hlm. 53)
๐ Tambahan keterangan :
ูุฌูุฒ ุชูููุฏ ูู ูุงุญุฏ ู
ู ุงูุขุฆู
ุฉ ุงูุขุฑุจุนุฉ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ููุฌูุฒ ููู ูุงุญุฏ ุขู ูููุฏ ูุงุญุฏุง ู
ููู
ูู ู
ุณุงูุฉ ููููุฏ ุงู
ุงู
ุง ุขุฎุฑ ูู ู
ุณุงูุฉ ุขุฎุฑู ููุง ูุชุนูู ุชูููุฏ ูุงุญุฏ ุจุนููู ูู ูู ุงูู
ุณุงุฆู
“Diperbolehkan taklid kepada salah satu imam yang empat radhiyallahu 'anhum. Dan setiap orang boleh mengikuti salah satu dari pendapat mereka dalam satu masalah, dan mengikuti imam lainnya dalam masalah yang lain. Dan tidak ada ketentuan yang mengharuskan taklid kepada satu madzhab dalam semua masalah”
๐ (Fatawa Izz bin Abdissalam, hlm. 238)
๐ Tambahan keterangan :
(ูุงุฆุฏุฉ) ูู ุจูุงู ุงูุชูููุฏ: ุฅุฐุง ุชู
ุณู ุงูุนุงู
ู ุจู
ุฐูุจ ูุฒู
ู ู
ูุงููุชู ูุฅูุง ูุฒู
ู ุงูุชู
ุฐูุจ ุจู
ุฐูุจ ู
ุนูู ู
ู ุงูุฃุฑุจุนุฉ ูุง ุบูุฑูุง ุซู
ูู ูุฅู ุนู
ู ุจุงูุฃูู ุงูุงูุชูุงู ุฅูู ุบูุฑู ุจุงููููุฉ ุฃู ูู ุงูู
ุณุงุฆู ุจุดุฑุท ุฃู ูุง ูุชุชุจุน ุงูุฑุฎุต ุจุฃู ูุฃุฎุฐ ู
ู ูู ู
ุฐูุจ ุจุงูุฃุณูู ู
ูู ูููุณู ุจู ุนูู ุงูุฃูุฌู
“(Faedah didalam menjelaskan persoalan taklid). Jika orang awam berpegang teguh pada satu madzhab tertentu, maka wajib baginya untuk mengikutinya. Jika tidak, maka wajib baginya untuk mengikuti madzhab lain dari salah satu madzhab yang empat, tidak kepada madzhab yang lainnya. Kemudian jika dia mengamalkan madzhab pertama yang dipilih, maka boleh baginya untuk mengamalkan madzhab yang lainnya entah secara keseluruhan maupun dalam masalah tertentu saja dengan syarat dia tidak bermaksud untuk mengambil pendapat yang ringan-ringan saja dari setiap madzhab yang akan dia ikuti. Sebab jika demikian, maka hal itu termasuk perbuatan fasiq menurut pendapat yang aujah (kuat)”
๐ (Fathul Mu'in, hlm. 614)
๐ Tambahan keterangan :
ููุงู ุฃูุซุฑ ุงูุนูู
ุงุก: ูุงูุฌุจ ุชูููุฏ ุฅู
ุงู
ู
ุนูู ูู ูู ุงูู
ุณุงุฆู ูุงูุญูุงุฏุซ ุงูุชู ุชุนุฑุถ، ุจู ูุฌูุฒ ุฃู ูููุฏ ุฃู ู
ุฌุชูุฏ ุดุงุก، ููู ุงูุชุฒู
ู
ุฐูุจุง ู
ุนููุง ูู
ุฐูุจ ุฃุจู ุญูููุฉ ุฃู ุงูุดุงูุนู ุฃู ุบูุฑูู
ุง ูุงููุฒู
ู ุงูุงุณุชู
ุฑุงุฑ ุนููู، ุจู ูุฌูุฒ ูู ุงูุงูุชูุงู ู
ูู ุฅูู ู
ุฐูุจ ุขุฎุฑ، ุฅุฐ ูุง ูุงุฌุจ ุฅูุง ู
ุง ุฃูุฌุจู ุงููู ูุฑุณููู، ููู
ููุฌุจ ุงููู ุชุนุงูู ููุง ุฑุณููู ุนูู ุฃุญุฏ ุฃู ูุชู
ุฐูุจ ุจู
ุฐูุจ ุฑุฌู ู
ู ุงูุฃุฆู
ุฉ، ูุฅูู
ุง ุฃูุฌุจ ุงููู ุชุนุงูู ุงุชุจุงุน ุงูุนูู
ุงุก ู
ู ุบูุฑ ุชุฎุตูุต ุจูุงุญุฏ ุฏูู ุขุฎุฑ
“Mayoritas ulama menyatakan: Seseorang tidak wajib untuk bertaklid kepada imam tertentu dalam semua masalah yang baru muncul padanya, bahkan (sebaliknya) diperbolehkan baginya untuk bertaklid kepada mujtahid mana saja sesuai yang dia kehendaki. Oleh karena itu seandainya seseorang memilih untuk bertaklid kepada madzhab tertentu semisal madzhabnya imam Abu Hanifah, imam Syafi'i atau yang lainnya, maka tidak wajib baginya untuk konsisten mengikuti madzhab tersebut. Akan tetapi diperbolehkan baginya untuk berpindah kepada madzhab lain, karena tidak ada kewajiban kecuali apa yang telah diwajibkan oleh Allah dan rasulnya. Dan Allah maupun rasulnya tidak mewajibkan kepada siapapun untuk bertaklid kepada madzhabnya imam tertentu, akan tetapi sesungguhnya Allah hanya mewajibkan untuk mengikuti ulama tanpa mengkhususkan ulama yang satu dengan ulama yang lainnya”
๐ (Al-Fiqhul Islam jilid 1, hlm. 94)
๐ Tambahan keterangan :
ูููุณุช ุงูู
ุฐุงูุจ ุงูู
ุชุจูุนุฉ ู
ูุญุตุฑุฉ ูู ุงูุฃุฑุจุนุฉ، ุจู ูุฌู
ุงุนุฉ ู
ู ุงูุนูู
ุงุก ู
ุฐุงูุจ ู
ุชุจูุนุฉ ุฃูุถุง ูุงูุณููุงููู ูุฅุณุญุงู ุจู ุฑุงูููู ูุฏุงูุฏ ุงูุธุงูุฑู ูุงูุฃูุฒุงุนู، ูู
ุน ุฐูู ููุฏ ุตุฑุญ ุฌู
ุน ู
ู ุฃุตุญุงุจูุง ุจุฃูู ูุง ูุฌูุฒ ุชูููุฏ ุบูุฑ ุงูุฃุฆู
ุฉ ุงูุฃุฑุจุนุฉ، ูุนูููุง ุฐูู ุจุนุฏู
ุงูุซูุฉ ุจูุณุจุชูุง ุฅูู ุฃุฑุจุงุจูุง ูุนุฏู
ุงูุฃุณุงููุฏ ุงูู
ุงูุนุฉ ู
ู ุงูุชุญุฑูู ูุงูุชุจุฏูู، ุจุฎูุงู ุงูู
ุฐุงูุจ ุงูุฃุฑุจุนุฉ ูุฅู ุฃุฆู
ุชูุง ุจุฐููุง ุฃููุณูู
ูู ุชุญุฑูุฑ ุงูุฃููุงู ูุจูุงู ู
ุง ุซุจุช ุนู ูุงุฆูู ูู
ุง ูู
ูุซุจุช ูุฃู
ู ุฃูููุง ู
ู ูู ุชุบููุฑ ูุชุญุฑูู
“Madzhab-madzhab yang bisa diikuti itu sebenarnya tidak terbatas pada imam yang empat saja, akan tetapi banyak imam yang bisa diikuti semisal dua Sufyan (maksudnya imam Sufyan bin Uyainah dan imam Sufyan Ats-Tsauri), kemudian imam Ishaq bin Rahawaih, imam Daud Adz-Dzohiri dan imam Al-Auza'i. Hanya saja sekelompok ashab kami (ulama-ulama madzhab Syafi'i) menjelaskan bahwa (pada hari ini) tidak boleh bagi seseorang untuk bertaqlid kepada selain imam-imam yang empat. Alasannya karena tidak bisa dipercaya pendapat yang dinisbatkan kepada mereka (yaitu selain imam yang empat), sebab tidak ada sanad (penyambung) yang dapat mencegah adanya tahrif dan tabdil (perubahan dan penyelewengan pendapat-pendapatnya). Beda halnya dengan madzhab yang empat, karena sesungguhnya mereka telah mencurahkan dirinya dalam memeriksa pendapat-pendapatnya, lalu menjelaskan apa yang berasal dari pendapatnya. Sehingga orang-orang yang mengikuti pendapatnya akan aman dari segala bentuk tahrif”
๐ (Majmu'ah Sab'ah Kutub Mufidah, hlm. 59)
๐ Tambahan keterangan :
ูู
ูุจูุบูุง ุนู ุฃุญุฏ ู
ู ุงูุฃุฆู
ุฉ ุฃูู ุฃู
ุฑ ุฃุตุญุงุจู ุจุงูุชุฒุงู
ู
ุฐูุจ ู
ุนูู ูุง ูุฑู ุตุญุฉ ุฎูุงูู، ุจู ุงูู
ูููู ุนููู
ุชูุฑูุฑูู
ุงููุงุณ ุนูู ุงูุนู
ู ุจูุชูู ุจุนุถูู
ุจุนุถุง، ูุฃููู
ูุงููุง ุนูู ูุฏู ู
ู ุฑุจูู
، ููู
ูุจูุบูุง ูู ุญุฏูุซ ุตุญูุญ ููุง ุถุนูู ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฃู
ุฑ ุฃุญุฏุง ู
ู ุงูุฃู
ุฉ ุจุงูุชุฒุงู
ู
ุฐูุจ ู
ุนูู ูุง ูุฑู ุฎูุงูู
“Para imam madzhab tidak pernah memerintahkan para pengikutnya untuk berpegang pada madzhab tertentu saja dan menganggap tidak sah bersikap sebaliknya. Bahkan pendapat yang dinukil dari mereka bahwasanya mereka telah menjelaskan kepada manusia untuk saling mengamalkan fatwa-fatwa sebagian ulama (yang lain), karena mereka semua (para ulama) telah mendapatkan petunjuk dari tuhan. Dan aku tidak mendapati adanya hadits shohih maupun hadits dhoif yang menyatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan seseorang untuk berpegang teguh pada satu madzhab tertentu saja, tidak kepada yang lainnya”
๐ (Mizanul Kubro jilid 1, hlm. 33)
ูุงููู ุฃุนูู
ุจุงูุตูุงุจ
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar