Jumat, November 03, 2023

SYUBHAT HIZBUT TAHRIR TERKAIT KEWAJIBAN BERDAKWAH


Diantara sekian banyak kesalahan aktivis-aktivis Hizbut Tahrir saat menjelaskan konsepsi dakwah kepada para awamnya adalah mengajarkan kepada mereka bahwa orang awam pun wajib untuk berdakwah (amar ma'ruf nahi munkar). Wajib disini dalam artian wajib secara mutlak tanpa dibedakan mana perkara-perkara sudah bersifat qoth'i maupun dzonni. Juga tidak dibedakan mana perkara-perkara yang sudah termasuk ma'lum minaddin biddhoruroh dan mana yang bukan, dan juga tidak dibedakan mana perkara-perkara yang sudah menjadi ijma dan yang masih bersifat ikhtilaf. 

Ini keliru besar, bahkan sesat dan menyesatkan. Sebab akan merusak atau menghancurkan akhirat para awam tersebut. Orang awam itu tidak wajib berdakwah bos, bahkan bisa dikatakan haram bagi mereka untuk berdakwah. Jadi perlu diketahui bahwa kewajiban berdakwah dalam artian menyampaikan ilmu-ilmu syariat itu hanya khusus diperuntukkan kepada mereka yang dianugerahkan oleh Allah ilmu. Kalau orang awam, apa yang mau didakwahkan? Logikanya begitu.

Al-Imam Qurthubi rahimahullah mengatakan :

‌أن ‌الآمرين ‌يجب ‌أن ‌يكونوا ‌علماء وليس كل الناس علماء

“Sesungguhnya (orang yang akan) beramar ma'ruf nahi munkar itu wajib menjadi orang yang berilmu (terlebih dahulu), sedangkan tidak semua manusia itu berilmu” (Jami' Li Ahkamil Qur'an : 4/165)

Berdasarkan pernyataan imam Al-Qurthubi diatas, jelaslah bahwa orang yang akan berkecimpung dalam dunia dakwah itu wajib punya wawasan ilmu yang cukup luas terlebih dahulu. Jadi jangan terlalu memaksakan bos, karena orang yang memaksakan itu biasanya akan lebih banyak menimbulkan madhorot ketimbang memberikan manfaat.

Sekali lagi, berdakwah atau beramar ma'ruf nahi munkar itu perlu ilmu. Karena jika orang yang berdakwah tanpa ilmu, maka sangat besar kemungkinan kalau dia akan mendakwahkan perkara yang dia sangka ma'ruf padahal munkar atau sebaliknya. 

Imam Al-Khorosyi rahimahullah berkata :

أن ‌الأمر ‌بالمعروف ‌والنهي ‌عن ‌المنكر ‌من ‌فروض ‌الكفاية ‌بشروط أن يكون الآمر عالما بالمعروف والمنكر لئلا ينهى عن معروف يعتقد أنه منكر أو يأمر بمنكر يعتقد أنه معروف

“Memerintahkan perkara yang ma'ruf dan mencegah dari perkara yang munkar adalah termasuk fardhu kifayah dengan syarat orang yang melakukannya itu harus berilmu (terlebih dahulu) terhadap perkara yang dia perintahkan dan terhadap perkara yang dia larang agar dia tidak melarang perkara yang ma'ruf sementara dia meyakini bahwa hal itu merupakan perkara yang munkar, atau memerintahkan perkara yang munkar sementara dia meyakini bahwa hal itu merupakan perkara yang ma'ruf” (Syarah Mukhtashor Kholil : 3/110)

Nah umumnya orang-orang Hizbut Tahrir itu tidak memenuhi syarat berilmu ini. Banyak sekali kasus mereka menyerukan kemunkaran yang disangka ma'ruf, atau sebaliknya memerintahkan sesuatu yang disangka ma'ruf padahal munkar. Kebodohan dalam berdakwah ini adalah real terjadi dan banyak saya temukan dari orang-orang Hizbut Tahrir khususnya disosial media.

Jika mau kita analogikan, orang awam yang dipaksa untuk berdakwah itu diibaratkan seperti orang yang baru tau satu atau dua obat lalu langsung berani buka klinik dan buka praktek sebagai dokter. Apakah dia bisa mengobati orang yang sakit? Jawabannya jelas tidak, bahkan sebaliknya malah akan semakin menambah penyakit.

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata :

لا يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر إلا من كان فيه ثلاث خصال: رفيق بما يأمر، رفيق بما ينهى، عدل بما يأمر، عدل بما ينهى، عالم بما يأمر، عالم بما ينهى

“Seseorang tidak boleh melakukan amar ma'ruf nahi munkar kecuali pada dirinya terdapat tiga perangai. Yakni lemah lembut saat menyeru dan mencegah, adil saat menyeru dan mencegah, dan alim dalam hal yang diseru dan dicegahnya” (Al-Waro' : 55)

Semoga orang-orang bodoh kalangan Hizbut Tahrir segera sadar akan kebodohannya dan lebih bisa mawas diri, aamiin. 

Demikianlah, salam waras semoga bermanfaat.

والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...