Kamis, Oktober 12, 2023

PERBEDAAN KONSEP KHILAFAH HTI, SYI'AH & ISIS


Jika para ulama membahas khilafah atau imamah kemudian Hizbut Tahrir juga membahas khilafah, maka sangat keliru jika menyangka kalau konsepsi khilafah Hizbut Tahrir itu sama dengan konsepsi khilafah para ulama. Dan jika Hizbut Tahrir berbicara khilafah, syi'ah berbicara khilafah, dan isis juga berbicara khilafah, maka sangat keliru jika menganggap kalau konsepsi khilafah mereka itu sama semua.

Karena jika seandainya sama, maka sudah barang tentu mereka itu akan bersatu dan akan meneriakkan kalimat yang sama. Tapi faktanya, mereka semua saling berselisih dan saling mengkritik. Jadi ini adalah bukti yang sangat jelas bahwa konsepsi masing-masing memang sudah berbeda. Oleh karena itu, mereka semua memakai istilah yang sama yakni khilafah atau imamah, tapi hanya dipakai untuk agenda, pemikiran, gerakan, dan konsepsi masing-masing.

Khilafah yang diusung oleh Hizbut Tahrir contohnya, ciri yang paling menonjol adalah bombastisasi (membahas terus menerus setiap hari) masalah khilafah. Kata mereka, semua masalah solusinya itu khilafah, umat menjadi pecah karena tidak ada khilafah, pemimpin dzolim karena tidak ada khilafah, negara rusak karena tidak ada khilafah, korupsi merajalela karena tidak ada khilafah, pokoknya semua masalah solusinya adalah khilafah dan harus kembali kepada khilafah.

Jadi bagi mereka, umat islam itu bisa jaya kembali hanya dengan khilafah. Penerapan islam secara sempurna hanya akan terlealisasi dalam bingkai khilafah. Memulai kehidupan islam hanya akan sempurna dengan khilafah. Dan membebaskan kaum muslimin dari penjajahan hanya bisa dengan adanya khilafah. Seakan-akan khilafah ini sudah diposisikan sebagai tuhan selain Allah yang bisa menyelesaikan segala permasalahan umat manusia. Itulah sikap isrof dan ghuluw orang-orang Hizbut Tahrir terkait masalah khilafah ini.

Kalau syi'ah beda lagi, malah lebih ekstrim. Karena syi'ah memasukkan bab khilafah ini ke dalam persoalan akidah. Adapun Hizbut Tahrir, maka mereka tetap menegaskan bahwa khilafah itu termasuk bagian dari syariat meskipun dalam praktek dan perilakunya dalam mengangkat persoalan khilafah, mereka itu sudah menganggap seperti dalam persoalan akidah. Adapun isis, mungkin agak mirip dengan Hizbut Tahrir. Khilafah yang diperjuangkan oleh isis memberi kesan untuk menyambut imam mahdi. Hanya saja, perbedaan yang paling menonjol antara Hizbut Tahrir dengan isis adalah cara mendirikan khilafah. Isis memakai jihad atau perang, sedangkan Hizbut Tahrir memakai agitasi, provokasi atau gerakan revolusi rakyat.

Jadi, orang-orang Hizbut Tahrir dalam perjuangan menegakkan khilafah itu fokus pada pemikiran, bukan gerakan fisik. Hanya saja, secara konseptual maka tidak mustahil jika misalnya mereka akan menjadi dalang gerakan kudeta. Atau menjadi pengendali jihad untuk menegakkan khilafah, oleh karena itu istilah “membunuh tanpa mengotori tangan” memang bukanlah sesuatu yang aneh dalam struktur pemikiran Hizbut Tahrir ini.

والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...