متى المك عدم إقبال الناس عليك أو توجههم بالذم إليك فارجع إلى علم الله فيك، فإن كان لا يقنعك علمه فمصيبتك بعدم قناعتك بعلمه أشد من مصيبتك بوجود الأذى منهم
“Saat engkau merasa sedih karena tidak diperlakukan baik oleh manusia atau manusia mencelamu, maka kembalilah kepada pengetahuan (atau takdir) Allah tentang dirimu. Jika pengetahuan (atau takdir Allah) tidak membuatmu merasa nyaman, maka musibahmu karena tidak puas dengan pengetahuan (atau takdir Allah) itu lebih berbahaya daripada musibah karena dicela (dan tidak diperlakukan baik oleh) manusia” (Al-Hikam Ibnu Atho'illah : 130)
➡️ Penjelasan :
Pada hakikatnya, tidak akan ada manusia yang merasa nyaman saat dirinya didzolimi atau diperlakukan buruk oleh orang lain. Tapi jika manusia mau merenungkan, bisa jadi apa yang dialaminya itu merupakan sesuatu yang telah Allah takdirkan bagi dirinya. Yaitu dengan dia harus menerima celaan, hinaan dan cemoohan dari orang lain.
Saat seperti itu, hendaknya manusia kembali berpikir bahwa itu semuanya merupakan ketetapan Allah untuknya. Tapi kebanyakan dari manusia saat mengalami tekanan dan himpitan dari orang lain, mereka marah dan tak sedikit yang membalasnya dengan hal serupa atau bahkan lebih buruk lagi. Itu semua tidak ada gunanya sama sekali dan malah bisa jadi nantinya dia akan diberi musibah oleh Allah dengan yang lebih buruk dari apa yang pernah dia alami sebelumnya.
Jika manusia tidak merasa cukup dengan ketentuan Allah terhadap dirinya, niscaya dia akan mendapat musibah yang lebih besar dan lebih buruk daripada celaan, hinaan dan cemoohan manusia terhadapnya. Inilah seburuk-buruknya musibah, karena dia tidak mau menerima ketentuan Allah dan dia lebih mengharapkan perhatian orang lain serta mengharapkan orang lain untuk menyukainya.
والله أعلم بالـصـواب
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar