Senin, Januari 15, 2024

KEBODOHAN ORANG-ORANG HIZBUT DALAM MEMAHAMI HADITS KHALIFAH


Orang-orang Hizbut Tahrir berkeyakinan bahwa khilafah akhir zaman akan tegak sebelum kemunculan imam Mahdi berdasarkan hadits dibawah ini :

يكون اختلاف عند موت خليفة فيخرج رجل من أهل المدينة هاربا إلى مكة...

Artinya : “Akan terjadi perselisihan saat kematian seorang khalifah, maka seorang laki-laki akan keluar dari madinah menuju mekkah... dan seterusnya”

Berdasarkan hadits diataslah Hizbut Tahrir mengklaim bahwa sebelum kemunculan imam Mahdi itu khilafah sudah tegak lebih dulu karena ada hadits terkait perselisihan saat kematian seorang khalifah.

BANTAHAN :

Lafadz khalifah (خليفة) pada matan hadits diatas menggunakan isim nakiroh yang siapapun pernah mengkaji ilmu bahwu akan faham apa yang dimaksud isim nakiroh itu. Isim nakiroh adalah isim yang menunjukkan makna pada sesuatu yang umum, jadi lafadz khalifah (خليفة) pada hadits diatas maknanya umum yakni pemimpin yang bisa saja itu raja, presiden atau yang lainnya. 

Beda halnya jika lafadz khalifah diatas memakai isim ma'rifat yakni (الخليفة) maka yang dimaksud adalah khalifah secara khusus, bukan khalifah dalam artian yang umum yakni pemimpin seperti raja atau presiden. Sebab pengertian dari isim ma'rifat itu sendiri adalah kebalikan dari pengertian isim nakiroh.

Saya kasih contoh lain :

Jika disebut lafadz kitab (كتاب) maka yang dimaksud adalah kitab secara umum, tidak jelas entah kitab apa yang dimaksud. Tapi jika disebut lafadz al-kitab (الكتاب) maka yang dimaksud adalah kitab secara khusus yang maknanya sudah jelas akan diketahui sesuai dengan konteks yang disebutkan pada kalimatnya.

Semisal lafadz yang ada didalam Al-Qur'an :

ذلك الكتاب لا ريب فيه

Lafadz al-kitab pada ayat ini jelas maknanya bahwa yang dimaksud adalah kitab Al-Qur'an, nah seperti inilah contoh isim ma'rifat. Maka dari itu kembali lagi pada pembahasan lafadz khalifah (خليفة) pada hadits diatas, maka maknanya bukanlah khalifah secara khusus seperti khalifah Abu Bakar, khalifah Umar dan seterusnya sebab lafadznya memakai isim nakiroh, bukan isim ma'rifat.

Jadi kesimpulannya, sangat tidak benar jika khilafah akan tegak sebelum kemunculan imam Mahdi berdasarkan hadits diatas. Dari sini tampak jelas kebodohan orang-orang Hizbut Tahrir dalam memahami nash-nash syariat, termasuk dalam masalah ilmu nahwu atau ilmu bahasa arab sendiri ternyata masih jahil entah itu ustadnya apalagi para awamnya, hehe.

Demikianlah, salam waras semoga bermanfaat.

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTAH NABI DI DALAM MIMPI YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM SYARA, APAKAH MENJADI HUJJAH?

➡️ Penjelasan ringkas : Mimpi bertemu nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang haq sebagaimana yang disebutkan dalam bebera...