🔄 Pertanyaan :
Assalamu'alaikum warahmatullah.
Pernah denger katanya menjatuhkan kata talak saat istri sedang menstruasi itu haram. Tapi bagaimana dgn jatuh dan tdknya talak tersebut?🙏
🔄 Jawaban :
Wa'alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Menjatuhkan talak dalam keadaan istri sedang haid hukumnya haram dan termasuk dalam kategori talak bid'ah. Namun meski dihukumi haram, jumhur ulama menyatakan kalau talaknya tetap dianggap jatuh.
📚 Keterangan :
طلاق البدعة في حيض أو في طهر مجامع فيه فهو محظور محرم بوفاق، واختلف في وقوعه مع تحريمه، فمذهبنا أنه واقع وإن كان محرما، وهو قول الصحابة والتابعين وجمهور الفقهاء
“Talak bid'ah adalah talak yang dilakukan (dijatuhkan) saat istri sedang dalam keadaan haid atau suci yang sudah terjadi persetubuhan, hukum talak tersebut dilarang dan haram berdasarkan kesepakatan (para ulama). Namun ada perbedaan pendapat dikalangan ulama terkait jatuhnya talak yang dilakukan saat istri sedang haid, madzhab kami (syafi'i) menyatakan talaknya jatuh meskipun haram. Dan ini merupakan pendapatnya para sahabat, tabi'in dan jumhur fuqoha”
📕 (Al-Hawi Al-Kabir, jilid 10 hlm. 226)
📚 Tambahan keterangan :
وأما طلاقها في حال الحيض فهو محرم بالكتاب والسنة والإِجماع
“Adapun mentalak istri dalam keadaan haid maka hukumnya adalah haram berdasarkan dalil Al-Qur'an, sunnah dan ijma para ulama”
📕 (Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah, jilid 5 hlm. 379)
📚 Tambahan keterangan :
والطلاق البدعي: ما نقص منه أحد هذه الشروط أو كلها. والطلاق البدعي إما حرام وإما مكروه، فيحرم الطلاق في الحيض أو النفاس، ويكره وقوعه بغير حيض ونفاس، لو أوقع ثلاثا أو في طهر جامعها فيه. ويقع الطلاق في الحيض ونحوه، ويمنع وإن طلبته المرأة من زوجها في حيضها أو نفاسها
“Talak bid'ah adalah talak yang tidak memenuhi salah satu atau seluruh syarat talak (yang sesuai sunnah), talak bid'ah ini hukumnya bisa haram dan bisa juga makruh. Adapun yang hukumnya haram adalah jika menjatuhkan talak pada saat istri sedang haid atau nifas, sedangkan yang hukumnya makruh adalah jika menjatuhkan talak bukan saat istri sedang haid atau nifas, seperti menjatuhkan tiga talak sekaligus atau menjatuhkan talak pada masa suci dimana istrinya telah digauli. Talak bid'ah ini tetap dihukumi jatuh meskipun dilakukan saat istri sedang haid dan yang lainnya, namun hal itu tetap dilarang meskipun istri yang meminta kepada suaminya ketika dirinya sedang haid atau nifas”
📕 (Al-Fiqhul Islami jilid 9, hlm. 6951)
والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar